Maaf kalau postingan saya membuat masalah..
Sebelumnya, saya hanya minta saran. Pasalnya perbedaan pendapat antara saya
dan orangtua begitu besar. Orangtua memaksa calon suami diberi marga.
Sedangkan saya dan calon sepakat untuk melaksanakan akad nikah saja, tanpa
acara apapun. Karena menikah menurut saya didasarkan pada niat yang tulus bukan
didasarkan pada marga yang ditasbihkan.
Selama ini, saya tidak pernah hormat terhadap orang karo (saya dibesarkan di
Lampung). Karena acara-acara adat karo selalu memisahkan si kaya dan si miskin.
Di saat pesta, orangtua saya(yang katanya menurut adat sangat dekat dengan si
empunya pesta) tidak dianggap karena tidak berharta. Sedang mereka yang tidak
terlalu dekat malah duduk dekat penghelat pesta.
Rasa tidak hormat makin menjadi, karena abang ipar saya tidak mendapatan
manfaat apapun dari "orangtua angkat".
Uang yang terbatas dan acara yang berbelit-belit-menurut saya-tidak memberikan
manfaat apapun untuk pernikahan.
......
Orangtua bahkan mengancam tidak akan hadir jika saya tetap meneruskan niat.
Mereka berkata jika saya berbuat seperti itu maka tidak akan ada orang yang
hadir saat mereka meninggal.
Ironi memang, tapi saya cukup heran, kenapa orangtua yang begitu
terdiskriminasi dalam berbagai event adat masih begitu hormat dengan adat.
Maaf kalau harus mengetik dengan bahasa Indonesia, saya meminta teman-teman
yang membalas postingan saya mencatumkan terjemahan. (saya tidak paham, tapi
berjanji akan belajar bahasa karo)
terimakasih
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.