NEW YORK, New York Dua peristiwa yang jauh berbeda dengan hasil yang
bertentangan terjadi belum lama ini di Irak, dalam waktu bersamaan: pengunduran
diri lima orang menteri Sunni dari pemerintah kesatuan Nouri al-Maliki dan
kemenangan tim sepakbola nasional Irak atas Arab Saudi di Piala Asia. Yang
pertama mengisyaratkan perebutan kekuasaan dikobarkan antara faksi-faksi di
negara yang sedang bermasalah tersebut, sementara yang kedua berhasil karena
faksi-faksi di dalamnya dapat mengatasi perbedaan-perbedaan mereka dan bersatu
mencapai tujuan bersama. Para politikus dapat memetik pelajaran berharga dari
peristiwa kedua.
Kemenangan tim nasional Irak menjadi semakin mengagumkan mengingat lawannya
dalam pertandingan final piala sepakbola Asia adalah Arab Saudi, pemenang tiga
kali dan juara bertahan Piala Asia, yang juga merupakan tim yang diunggulkan
semua pengamat akan memenangi pertandingan. Hebatnya, ini dilakukan oleh sebuah
tim dari sebuah negara yang terpecah oleh perang dan kekerasan sejak serbuan
yang dipimpin AS pada bulan Maret 2003.
Jorvan Vieira, pelatih Brazil yang dipekerjakan oleh tim Irak tidak lama
sebelum pertandingan final, telah berbicara secara terbuka dalam sebuah
wawancara yang diterbitkan oleh Clarin, sebuah harian Argentina tentang
keheranannya mengamati tingkat permusuhan antara para pemain, khususnya antara
pemain Sunni dan Shiah Irak. Tim tersebut kacau balau ketika ia datang. Banyak
pemain yang bahkan tidak mau berbicara satu sama lain, dan selama dua minggu
pertama, keadaan benar-benar menyulitkannya.
Ketika ditanya bagaimana ia berhasil menciptakan sebuah iklim beradab di antara
para pemain Sunni, Shiah, Kurdi dan Kristen sehingga cukup untuk menyatukan tim
tersebut, Vieira menjawab: "Apa yang saya lakukan adalah berbicara kepada
mereka setiap hari dan mengatakan kepada mereka bahwa kalau mereka tidak mau
bekerja bersama mereka tak akan memperoleh hasil apa-apa, mereka tidak akan
membuat rakyat Irak gembira. Setiap kali dua orang pemain menghadapi masalah,
saya bawa mereka ke dalam sebuah ruangan dan tidak meninggalkan ruangan itu
sampai masalahnya teratasi."
Setelah memenangi pertandingan semi-final melawan Korea Selatan, ratusan ribu
rakyat Irak turun ke jalan merayakannya. Tapi keriangan tersebut terganggu oleh
dua bom mobil bunuh diri yang menewaskan 50 orang dan 135 terluka. Kegembiraan
itu pun berubah menjadi duka.
"Hari-hari berikutnya sangat sulit bagi kami," kata Vieira. "Kami semua
menangis menyaksikan tayangan televisi tentang tragedi tersebut, kami pun
berpikir apa arti kemenangan kami, karena kalau kami menang ada orang yang
meninggal dan jika kami kalah juga akan ada yang meninggal."
Menurut Vieira, keputusasaanlah yang memberikan timnya kekuatan untuk bermain
dan memenangi pertandingan final tersebut. Para pemain kemudian mengetahui
bahwa seorang ibu telah kehilangan anaknya dalam perayaan tersebut dan
berbicara tentang kegembiraan yang dirasakan putranya di saat-saat terakhir
berkat kemenangan tim mereka. Hal tersebut membuat mereka berpikir, "Kita harus
memenangi final ini dengan segala cara dan mempersembahkan kemenangan ini bagi
sang ibu."
Selama beberapa saat, rakyat Irak dapat melupakan bahwa mereka tinggal di
sebuah negara yang hancur oleh perang dan pembunuhan tanpa belas kasihan.
Kemenangan tim mereka memberikan sebentuk harapan, sebuah contoh dari berbagai
kemungkinan di masa depan jika saja mereka bahu membahu, seperti yang telah
dilakukan oleh tim mereka demi meraih kemenangan.
Hal ini mungkin hanya berlangsung sementara. Mudah-mudahan para pemimpin Irak
akan membuatnya abadi, perdamaian yang akan mengembalikan rasa kemanusiaan ke
negara mereka yang luluh.
###
* César Chelala adalah seorang penulis tentang isu-isu hak asasi manusia. Ia
merupakan pemenang bersama i hadiah Overseas Pres Club of America atas sebuah
artikelnya mengenai hak-hak asasi manusia. Artikel ini disebarluaskan oleh
Layanan Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.comongroundnews
.org.
Sumber: Common Ground News Service (CGNews), 21 Agustus 2007,
www.comongroundnews .org
Telah memperoleh hak cipta.
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.