MASMAT, sebagai tonggak sejarah bagi etnis Karo
  " Sifat demokratis dan inklusif, sifat mudah menyesuaikan diri dan sikap 
berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dari keluhuran adat dan budaya telah 
melahirkan nilai-nilai budaya khas Masyarakat Karo." (sambutan langsung 
presiden SBY tanggal 8 juli 2007 di Jakarta dalam upacara MASMAT – Malam 
Anugerah Seni dan Mburo Ate Tedeh). 
   
  "Budaya khas masyarakat Karo" diucapkan oleh presiden SBY, seorang Jawa Pusat 
yang pada umumnya buta daerah, buta etnis terus sampai permulaan reformasi, dan 
dunia sudah dilanda Revolusi Besar Kebudayaan Etnis (ethnic revival atau 
cultural revival), perang etnis, etnic cleansing diikuti oleh berdirinya 
negara-negara etno-nasional maupun daerah/propinsi berdasarkan garis etnis atau 
garis kultur "budaya khas" etnis tertentu. Perlukah tendensi atau arah 
perkembangan ini ditentang atau dilawan? Beberapa diktator dunia telah mencoba 
menentang dan melawannya, dan hasilnya ialah bahwa mereka (para diktator ini) 
tersingkir, dan nation atau daerah/propinsi otonomi etnis berdiri tegak dengan 
megahnya! 
   
  Bagaimana SBY sebagai seorang Jawa pusat? Dia mampu belajar dan giat 
mengikuti dan menganalisa perkembangan dunia, terlihat dari pidato sambutannya. 
Dia juga tentu sudah bertukar pikiran dengan kedua menterinya MS Kaban yang 
ber"budaya khas" etnis Karo dan Sudi Silalahi dengan "budaya khas" etnis Batak 
atau seperti SBY katakan " nyanyian Batak yang khas telah lama mewarnai 
khasanah budaya bangsa kita" ( jelas maksudnya disini bukan nyanyian "khas" 
Karo tetapi "khas" Batak). Bukanlah secara kebetulan SBY mengikutsertakan Sudi 
Silalahi ke MASMAT, atau . . . 
  SBY telah berusaha menunjukkan keberhasilan pemikirannya dengan memakai 
istilah "khas" Karo dan "khas" Batak, dimana pengertian umum Jawa Pusat selama 
ini masih sama dengan pengertian penguasa kolonial tentang etnis-etnis 
Indonesia dengan istilah ’Batak-Karo’ misalnya, atau seperti pengertian mereka 
di Aceh dengan istilah ’Aceh Gayo’ atau ’Aceh Alas’ untuk mengatakan atau untuk 
tidak mengatakan "khas" Gayo atau "khas" Alas dan "khas" Aceh (lebih jauh lagi 
antropolog USU Amir Nadapdap bahkan bilang ’Batak Gayo’ dan ’Batak Alas’), 
seakan-akan etnis-etnis lain di Aceh seperti Gayo, Alas, Singkil, Tamiang dll 
tidak mungkin exis tanpa mengikut sertakan istilah ’Aceh’ didepan suku mereka. 
   
  SBY dengan pemerintahannya tentu tidak mau tertipu sekali lagi seperti halnya 
dalam point 1.1.4 persetujuan GAM-NKRI Helsinki dimana daerah-daerah etnis lain 
dimasukkan secara diam-diam (tanpa mendiskusikannya lebih dahulu dengan 
etnis-etnis bersangkutan) kedalam daerah ’negara Aceh’ Nanggroe Aceh 
Darussalam. Hal ini tadi mungkin terjadi karena ’pengetahuan daerah’ Pusat 
terlalu sangat minimal. Orang-orang Jawa Pusat tidak mengerti bahwa di 
’Nanggroe Aceh’ ada banyak etnis lain selain etnis Aceh dan etnis Jawa 
transmigrasi Orba. Pernah saya bikin pertanyaan, mungkinkah orang Aceh setuju 
jika mengganti nama ’negara Aceh’ itu (Nanggroe Aceh Darussalam) dengan nama 
Nanggroe Gayo Malem Dewa? Nanggroe Alas atau Nanggroe Tamiang? Dimana pemakaian 
"berdiri sama tinggi duduk sama rendah" bagi setiap etnis? 
Internal-colonialism? 
   
  Bagi etnis-etnis minoritas di Nanggroe Aceh ini masih dalam tingkat 
perjuangan melepaskan diri dari internal colonialism. Mereka sedang 
gigih-gigihnya memperjuangkan propinsi sendiri memisahkan diri dari ’negara 
aceh’ dengan memperjuangkan propinsi Leuser Antara dan ABAS, dan yang ditentang 
sangat keras oleh orang Aceh termasuk dengan alasan persetujuan Helsinki. Semua 
etnis-etnis lain diseluruh nusantara ini patut mendukung propinsi-propinsi ini, 
dalam rangka perjuangan untuk keadilan sebagai kontradiksi pokok dunia abad 
ini. Di Indonesia perjuangan ini harus dimulai di daerah. Di pusat sudah 
dimulai oleh Gus Dur dengan mendorong pemisahan dan pendirian berbagai propinsi 
atas dasar kultur-budaya daerah, dan sekarang SBY telah lebih jauh memperdalam 
’pengetahuan daerah’nya terlihat dari pernyataan resmi existensi etnis Karo 
dalam kehadirannya menyambut MASMAT 8 Juli 2007 di Jakarta. 
   
  Bagi SBY sebagai seorang presiden sudah bikin pernyataan yang jelas, bahwa 
dia telah mengikuti dan mengakui perkembangan ethnic/cultural revival dunia, 
dapat diperhatikan dari kata sambutannya dan dengan tesis "heritage economy"nya 
dalam "memasuki gelombang ke-4 peradaban bangsa" serta menandaskan: "Saya yakin 
kebudayaan nasional yang tangguh hanya dapat dibentuk oleh pilar-pilar 
kebudayaan lokal dan daerah yang kuat." Ini bisa dipahami sebagai perubahan 
besar dalam sejarah pemikiran seorang presiden, perubahan pemikiran yang 
kompatibel dengan perkembangan dan tuntutan zaman serta baginya sangat teramat 
penting dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin satu negeri multi-etnis 
atau multi kultur. Pada acara MASMAT dengan bangga presiden SBYmenyatakan bahwa 
Karo adalah Karo dengan sebutan budaya "khas Masyarakat Karo". Ini semacam 
pengakuan dari atas, pengakuan dari seorang presiden dan telah merupakan satu 
tonggak sejarah bagi perkembangan Karo sebagai etnis mandiri. 
  Bujur melala ras mejuah-juah presiden SBY.
  Bujur melala man pencipta dan pelaksana MASMAT.
  Bujur melala man kerina seniman, artis, pemusik, ras kerina sierjabaten, si 
enggo ikut kerja keras erbahan meriah malam bersejarah MASMAT.
   
  Pemekaran Karo keadilan bagi etnis Karo
  Daerah-daerah pada berlomba memekarkan diri. Muncul pro-kontra dengan 
sendirinya, karena setiap perubahan apa saja pasti selalu ada yang menentang 
alias tidak ingin perubahan. Tidak semua juga perubahan menguntungkan, terutama 
jika dilihat dari jangka pendek. Di Sumut, ex Taput cepat sekali memekarkan 
diri, sekarang sudah jadi 4 kabupaten, diluar Dairi dan Pakpak Bharat. Tujuan 
utama tadi adalah persiapan mendirikan propinsi (Protap) dengan syarat dari 
pusat harus ada setidaknya 4 kabupaten dan satu kota, dan perjuangan Protap 
masih terus sampai sekarang. Tapsel juga tidak mau ketinggalan, mereka tidak 
mau ikut Protap, dan bikin persiapan sendiri mendirikan propinsi Tabagsel, 
sudah berhasil memekarkan beberapa kabupaten untuk memenuhi persyaratan 
propinsi. 
   
  Walaupun perjuangan kedua propinsi ini belum berhasil, tetapi ex 2 kabupaten 
ini (Taput dan Tapsel) sudah mendapat keuntungan ekonomi langsung misalnya dari 
DAU dan DAK, dana pendidikan serta dana-dana lainnya, yang tadinya dibagikan 
menurut jumlah kabupaten, sekarang jelas jadi 4x lebih besar. Sebagai contoh 
pernah saya tulis dimilis kita, misalnya dana pendidikan Bagenda ndai kutulis 
(Sat Apr 21, 2007 11:41 pm): 
   
  "Kalak Karo enggo me ndai sempat ngikuti perkembangan Taput, sada kabupaten 
berubah jadi 4 kabupaten. Entah ’sedih’ ka nge ndai mulana bupati Taput la 
kutteh pastina, tapi jelas gundari ia bersemangat ndukung Protap. Syarat 
pemekaran propinsi emkap setidaknya 4 kabupaten dan satu pemko. Jelas bupati 
Taput melihat kepentingan ’Batak Enda Ndai’ dalam jangka panjang, terlepas dari 
kepentingannya sendiri mempertahankan kekuasaan dengan daerah yang jauh lebih 
luas tanpa pemekaran. 
   
  Enggo melala ka hasil si enggo icapai daerah-daerah enda, terutama ibas 
pembagian DAK/DAU. Ibas tahun lalu kabupaten Tobasa (salah satu dari bekas 
Taput) di ’anugrahi’ dana pendidikan Rp 53 miliar . Kab Karo di ’anugrahi’ 
dengan jumlah Rp 7,94 miliar (SIB 02 June 2006) . Sekiranya Karo dibagi 3 
kabupaten, setidaknya akan dapat 3x7,94 miliar atau sekitar 24 miliar. Kalau 
Taput jadi 4x53 miliar atau sekitar 212 miliar. Bedanya sangat jauh, ini 
karena: 
   
  "in all too many cases, are euphemistically called the ‘developing‘ 
countries, development programmes frequently are controlled and administered at 
the higher levels by members of the politically dominant ethnic group; and most 
of the fruits of such development flow into the pockets of a tiny ethnic elite 
or at best, are distributed in a limited manner within the same ethnic group." 
(Professor Denis Dwyer University of Keele, UK dalam bukunya Ethnicity and 
Development) 
   
  Ibas gubernuran Sumut enggo me sitteh uga keberadaan kalak Karo sejak 
terbentuknya Sumut sampai hari ini, dengan intermezo sejenak Ulung Sitepu. 
  Perkembangan dan kemajuan suatu etnis atau grup masyarakat lainnya tergantung 
dari JARAK mereka ke kekuasaan, megati kutulisken bas milista. ’JARAK’ enda 
selain fisik termasuk kang kultur-budayana. Atau bagi sipernah ka itambahken 
Joey Bangun: "kepedulian dengan pemerintah negeri ini". Kepedulianta man 
pemerintah (pemda/pusat) bagepe kepedulian pemerintah (pemda/pusat) man banta 
seluruh rayat. Kepedulian si perpudi enda, eme kapken menyangkut soal KEADILAN. 
Janah enda me perjuangenta ndai, ibas perjuangan pemekaran enggo termasuk, 
sebab pemekaran daerah-daerah Karo akan mendekatkan JARAK adah ndai, janah 
Sumtim atau propinsi Karo, enda me salah sada dalan terpenting menuju keadilan 
enda ndai. Keadilan em kap dasar atau syarat utama perdamaian atau suasana 
damai antar etnis seluruh Indonesia bagepe seluruh dunia."
  
   
  Soal keadilan atau ketidakadilan enda nangat kang teridah ibas soal 
pendidikan bagepe perguruan tinggi. Ibas pemilihan rektor USU terakhir, lit 
sada calon kalak Karo (Masno Ginting). Melala kalak Karo si mungkin mereken 
sorana man Pak Masno, tapi la sadape kalak Karo si mereken sorana man bana. 
Engkai? Enda me kapken perbahan hegemoni ras dominasi (power) kalak 
Tapsel/Mandailing nai-nai nari seh kuatna i USU. Kalak Karo mbiar mereken 
sorana man kalak Karo, terutama perbahan sistem pemilihanna enggo i atur kalak 
si berpower enda ndai leben. 
   
  Gia ibas pemerintahan Sumut enggo berkurang hegemoni turun-temurun kalak 
Tapsel/Mandailing, tapi man kalak Karo bali denga dauhna (jarakna) ku 
kekuasaan. Lit kin dalan sideban pedeher kalak Karo ku kekuasaan selain 
pemekaran?
  Dalan siapai kin simehulina gelah keadilan man kalak Karo i Sumut enda 
tercapai? Enda me pertanyaan man banta kerina kalak Karo. Pemekaran enda salah 
sada dalan nge ngenca, tapi pasti nge labo satu-satunya. Si ukurken dalan 
sideban yah. 
   
  Pemekaran daerah Karo, enda sesama kita Karo kap je. Bageme ex Taput sesama 
Batak, ras ex Tapsel sesama Mandailing. Adi Karo ndai berhasil ngikuti 
perkembangan dua kabupaten enda (Taput-Tapsel) janah enggo berhasil mekarken 
Karo jadi 3 atau 4 otda, banci kang ikataken labo ndauhsa ndai ketidakadilan 
ibas pembagian dana, adi ibagi menurut jumlah kabupaten. Halangenna cuma bagi 
sikataken Denis Dwyer idatas, gia enda pe enggo me cukup jadi halangen. Atau 
edi sajape enggo mbuesa ketidakadilenna!
   
  Erbage-bage pemekaran. Lit pemekaran memisahkan diri dari daerah etnis lain 
atau dari cengkeraman hegemoni/dominasi etnis lain atau daerah lain. Misalna 
Alas, Gayo, Singkil, Gorontalo dsb. Bagepe propinsi Karo dari dominasi 
Tapanuli/Mandailing di Sumut. Pernah kang ku usulken propinsi Sumtim, maksudku 
gelah ngikutken etnis ’tersingkir’ Simalungun, Pakpak, Pujakesuma ras Melayu 
Delang (Deli-langkat). Adi 3 suku enda ikut dengan sukarela, tentu obsi 
propinsi bernama Propinsi Karo tentu lanai relevan, perlu darami gelar sideban, 
arih-arih kerina suku. Tapi adi kalak Karo ngenca bersemangat, tentu propinsi 
Karo sindeherna. Syaratna ndai, usaha pertama uga memenuhisa emkap 5 daerah 
otonom atau 4 + 1 pemkot. Si mungkin emkap Tanah Karo, Singalorlau, Berastagi, 
Deli, Langkathulu. 
   
  "Ratusan warga dari 10 kecamatan mendatangi DPRD Deli Serdang, Selasa (10/7), 
mendukung anggota dewan membentuk dan mengesahkan panitia khusus (Pansus) 
pemekaran Deli Serdang, pada 12 Juni 2007 lalu. 
  Warga tiba di gedung DPRD sekira pukul 10.00 membawa pengeras suara, kemudian 
melakukan rorasi. Mereka tegas menghendaki dibentuknya Kabupaten Deli, terdiri 
dari 10 kecamatan yakni, Sibolangit, Pancur Batu, Kutalimbaru, Sunggal, 
Namorambe, Deli Tua, Patumbak, Biru-biru, STM Hilir dan STM Hulu. "Membentuk 
Kabupaten Deli harga mati," kata mereka.
Menurut mereka, 10 kecamatan itu sangat potensi, baik sumber daya manusia 
maupun alamnya. 
  Begitu juga potensi industri yang selama ini tidak diperhatikan dan dikelola 
dengan serius.
Aspirasi ini menurut mereka, diperjuangkan sejak 2002. Sudah disampaikan kepada 
pemerintahan pusat, bahkan MPR RI sudah mempersiapkan 10 kecamatan sebagai 
kabupaten persiapan. Mereka meminta DPRD menindaklanjuti surat Bupati DS No. 
136/5341, tertanggal 11 November 2002 menetapkan pemekaran Kabupaten Deli 
Serdang menjadi tiga Kabupaten yaitu, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai 
dan Kabupaten Deli." 
  (WASPADA Online. Selasa, 10 Juli 2007 22:22 WIB)
  Selain Deli, Langkathulu, Singalorlau, Berastagi enggo melala reh aspirasi 
lokal nari. 
   
  Untung-rugi pemekaran enda tentu banci denga nge rusur si pelajari terdauhen 
ras terbagesen. Tapi secara ekonomi bagi si kuturiken idatas, enggo me pasti 
(jangka pendek). Tapi keuntungan terbesar ningku ndai emkap soal KEADILAN man 
Karo sebagai etnis, ibas perdalanen ras jaminen perkembangenna 100 tahun 
kulebe. 
   
  Mejuah-juah kita kerina
  MUG
   
  --
  Iteruh enda kuikutken salinan lengkap sambutan presiden di acara MASMAT, 
sinikirimken Yulianus Liembeng ku milis senimankaro 02 aug 2007
   
  [senimankaro] Sambutan Presiden pada Acara MASMAT
  Jakarta Convention Center, Minggu, 8 Juli 2007 Sambutan Malam Anugerah Seni 
dan Mburo Ate Tedeh 2007 
  TRANSKRIPSI SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA MALAM ANUGERAH 
SENI DAN MBURO ATE TEDEH TAHUN 2007 JAKARTA CONVENTION CENTRE, 8 JULI 2007 
   
  Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
  Selamat malam, Salam sejahtera untuk kita semua, 
  Mejuah-juah, 
   
  Yang saya cintai Saudara MS. Kaban, Saudara Sudi Silalahi, 
  Yang saya muliakan para Sesepuh dan pada Tokoh Masyarakat Karo, baik Tokoh 
Budaya, Tokoh Adat, Pemuka Agama, Pengusaha, Cendekiawan dan berbagai Pemuka, 
berbagai cabang profesi masyarakat Karo yang hadir pada malam hari ini, Yang 
saya cintai dan saya sayangi Keluarga Besar Masyarakat Karo, 
  Hadirin sekalian yang saya muliakan, 
   
  Malam ini kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan 
karunia-Nya, kita dapat bersama-sama menghadiri Malam Anugerah Seni dan Mburo 
Ate Tedeh 2007 di Jakarta Convention Centre. Saya ingin menggunakan kesempatan 
yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang 
setinggi-tingginya kepada Yayasan Bengkel Seni 78, beserta segenap masyarakat 
Karo atas terselenggaranya acara ini. Semoga Malam Anugerah Seni ini dapat 
memacu kreativitas para seniman dan dapat meningkatkan apresiasi kita terhadap 
keanekaragaman seni budaya di tanah air. 
   
  Hadirin yang saya hormati, Sungguh merupakan kebahagiaan bagi saya dapat 
berkumpul dan ber-silaturahim bersama-sama para Tokoh Adat dan Masyarakat Karo. 
Saya mengenal dengan baik masyarakat Karo sebagai masyarakat yang memiliki 
kekayaan budaya, tradisi, dan adat istiadat yang khas dan unik, masyarakat yang 
teguh dalam pendirian, mandiri dan suka bekerja keras. Diantara para sesepuh 
dan senior, ada yang sewaktu saya masih berdinas di TNI, Bapak Arifin Tarigan 
salah satu mentor saya yang ikut mendidik saya. Oleh karena itu, saya tahu 
karakter seperti ini, ada pada masyarakat Karo, pemimpin-pemimpin yang berasal 
dari Karo. 
   
  Salah satu karakter masyarakat Karo yang patut kita banggakan adalah 
mudah-mudahan tidak salah baca Rakut Sitelu Merga Silima Tutur Siwaloh sebagai 
sikap kekerabatan khas yang sangat mengedepankan harmoni, persaudaraan, dan 
toleransi. Sifat demokratis dan inklusif, sifat mudah menyesuaikan diri dan 
sikap berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dari keluhuran adat dan budaya 
telah melahirkan nilai-nilai budaya khas Masyarakat Karo. Dengan karakter 
inilah Saudara-saudara, Masyarakat Karo dapat berinteraksi dengan mudah dan 
bergaul bersama kelompok etnis lain di seluruh tanah air. Dengan karakter ini 
pula, banyak tokoh, baik politik, birokrat, pengusaha maupun akademisi yang 
lahir dan berasal dari masyarakat Karo. 
   
  Hadirin yang saya muliakan, Kita patut bersyukur, bahwa bangsa kita 
dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan keanekaragaman budaya yang 
diwariskan dari generasi ke generasi. Potensi yang sangat besar itu haruslah 
kita kembangkan dan kita kelola sebaik mungkin, agar menjadi kekuatan yang 
nyata, kekuatan bangsa kita. Kekuatan yang dapat memberikan kontribusi bagi 
pembangunan dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. 
   
  Di tengah-tengah terpaan budaya asing yang masuk ke tanah air, kekayaan 
budaya bangsa kita harus menjadi pilar utama dalam menangkal pengaruh negatif 
yang menyertainya. Kekayaan budaya kita harus menjadi penyaring atau filter 
masuknya nilai-nilai budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter budaya 
kita. Kita memang harus menangkal dan mencegah masuknya nilai-nilai budaya 
asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa kita. Sebab, kita 
ingin membangun masyarakat yang hidup di atas kepribadian sendiri, kepribadian 
Indonesia. Masyarakat yang kokoh berdiri dan tidak terombang-ambing oleh 
perubahan dan kemajuan zaman. 
   
  Sementara itu, dalam era globalisasi ini nilai-nilai budaya asing yang 
membawa kebaikan dan yang sesuai dengan nilai-nllai budaya bangsa kita, kita 
jadikan pendorong dalam proses percepatan pembangunan. Nilai-nilai budaya luhur 
yang penerapannya dikemas dalam semangat kekinian akan mendorong kita semua 
untuk tumbuh maju dan berkembang. Nilai budaya yang berorientasi ke masa depan 
mengandung disiplin yang tinggi dan penuh tanggung jawab, memiliki kemampuan 
berinovasi, serta menghargai hasil karya orang lain dan percaya terhadap 
kemampuan sendiri adalah nilai-nilai budaya luhur yang harus ditanamkan dan 
diwariskan kepada generasi penerus kita selanjutnya. Dengan mengedepankan 
nilai-nilai budaya luhur seperti itu, insya Allah kita akan dapat menyongsong 
hari esok yang lebih cerah dan menghasilkan budaya kreatif yang penuh inovasi 
dan inklusif. 
   
  Saudara-saudara, 
  Perkembangan seni budaya dari berbagai suku bangsa harus kita upayakan, agar 
dapat menjadi daya tarik dan nilai jual pariwisata di tanah air. Industri 
pariwisata yang tengah kita galakkan tidak mungkin tumbuh dan berkembang, jika 
kita tidak dapat mengemas kekayaan seni budaya dalam suguhan karya seni yang 
menarik. Di berbagai kesempatan saya jelaskan, dunia sedang memasuki gelombang 
ke-4 peradaban bangsa. Pada era seperti itu, kita harus membangun salah satu 
cabang ekonomi yang sering saya sebut dengan ekonomi warisan, heritage economy, 
yang mengembangkan budaya, seni, kekayaan sejarah dan berbagai warisan yang di 
negeri kita ini amat banyak jumlahnya. Kita harus menjemput masa itu dengan 
secara cerdas mengembangkan kebesaran yang dimiliki oleh bangsa kita, sehingga 
akhirnya bisa membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. 
   
  Saya menyambut gembira pagelaran seni budaya Karo yang ditampilkan pada Malam 
Anugerah Seni ini. Kita dapat menikmati kekayaan budaya kita yang menarik, 
khas, dan unik, yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Tarian yang meriah 
dan nyanyian Batak yang khas telah lama mewarnai khasanah budaya bangsa kita. 
   
  Dan akhirnya Saudara-saudara, mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kepada 
segenap masyarakat di tanah air untuk melestarikan budaya kita sebagai wujud 
penghargaan dan perwujudan cinta tanah air. Saya yakin kebudayaan nasional yang 
tangguh hanya dapat dibentuk oleh pilar-pilar kebudayaan lokal dan daerah yang 
kuat. Marilah kita tumbuh kembangkan budaya lokal, agar menjadi kekayaan budaya 
bangsa. 
   
  Kepada para tokoh adat dan budaya di tanah air, saya berharap dapat 
mempertahankan dan mengembangkan adat istiadat dalam budaya lokal. Ambillah 
nilai-nilai yang positif dan relevan dalam mengatasi tantangan zaman, 
ciptakanlah kehidupan yang harmonis, yang akan membentuk sebuah masyarakat yang 
kokoh, tangguh, dan penuh toleransi. 
   
  Akhirnya, kepada Saudara-saudara penerima anugerah seni pada malam ini, saya 
ucapkan selamat. Semoga penghargaan itu dapat terus memacu peningkatan 
kreativitas dan karya seni Saudara-saudara. Demikianlah sambutan saya, semoga 
Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan 
lindungan-Nya kepada kita sekalian. 
  Sekian. 
  Terima kasih. 
  Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
  ***** 
  Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan 
  --
   

       
---------------------------------
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.

Kirim email ke