Setelah Sakit Parah, dr Robert Valentino Dilarikan ke Rumah Sakit (CHL)
Medan, Perjuangan
Pimpinan BT/BS BIMA dr Robert Valentino Tarigan SPd tiba-tiba
jatuh sakit di tahanan Poldasu setelah menjalani kurungan penjara lebih dalam
sepekan ini.
Informasi yang diperoleh wartawan, Senin (10/9), Valentino, terpaksa
dilarikan ke Rumah Sakit Brimobdasu, Jalan Wahid Hasim Medan Guna memperoleh
perawatan medis secara intensif.
Menurut keterangan Robert Valentino kepada wartawan, dia jatuh
sakit sejak Sabtu (8/9) sore. Namun pihak Poldasu, memperlambat Valentino untuk
dilarikan ke rumah sakit, sehingga penyakit yang dideritanya semakin parah.
Sebelum Robert Valentino dilarikan ke rumah Sakit, suhu badannya mencapai 39
derajat celsius, badannya menggigil kedinginan. Ketika pihak dokter Poldasu
mengukur tensi Valentino di sel Poldasu mencapai 170/120.
Ketika dokter Poldasu mengobati Valentino di sel, Valentino minta di valium
agar bisa istirahat dan tidur, namun permintaannya tidak dikabulkan dan malah
merasa dibola-bola. Sehingga guna menahankan rasa sakit, Valentino terpaksa
menjerit kesakitan.
Jeritan Valentino tidak ada yang menggubris, apalagi saat dia sakit di
tahanan, jam membesuk tahanan Poldasu ditiadakan pada Sabtu dan Minggu.
Lebih lanjut disampaikan Valentino kepada wartawan, yang paling
dikecewakannya, ada perbedaan antara tahanan Poldasu lain dengan dirinya. Hal
ini terbukti ketika 6 hari yang lalu, ada tahanan Poldasu kasus judi togel yang
sakitnya sama seperti dirinya, dokter Poldasu dan ambulans segera datang untuk
menjemputnya dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara Robert Valentino setelah
sakit parah baru dilarikan ke Rumah Sakit Brimobdasu.
Dengan wajah sedih dan merasa didiskriminasikan polisi dirinya dengan tahanan
lain, Valentino berkata, diskriminasi ini saudaralah yang menjawabnya, cuma
apakah oknum-oknum ini gemar mendengar orang menjerit kesakitan, ujarnya.
Saat dihubungi wartawan, perwira polisi yang menangani kasus Valentino, yakni
Kasat Ekonomi AKBP Mashudi tentang pembantaran Robert Valentino, tidak bersedia
memberi keterangan.
Seperti pembaca ketahui, proses penahanan yang dilakukan oleh
pihak Poldasu terhadap dr Robert Valentino Tarigan SPd terkesan ada muatan
politis. Disebut-sebut, pimpinan BT/BS BIMA ini ditahan karena terlalu vokal
menyuarakan kasus illegal logging, yang diduga melibatkan salah satu petinggi
di Poldasu yang menjadi backing pelaku perambah hutan di Sumut.
Hal ini diakui Robert Valentino sendiri saat ditemui wartawan,
Kamis (30/8) sore di ruang sel tahanan Dit Reskrim Mapoldasu. Dalam
keterangannya, Robert mengakui bahwa penahan dirinya penuh muatan politis.
"Ada apa ini sebenarnya? penahanan ini diciptakan dan terlalu
dipaksakan polisi. Saya yakin sekali ini adalah rentetan masalah yang harus
saya terima atas keritikan pedas terhadap kasus illegal logging di Sei Lepan,
Langkat dan Tormatutung, Asahan yang diback-up oleh salah seorang petinggi di
Mapoldasu yang saya lontarkan," ucapnya.
Selanjutnya, Robert mengatakan, "Karena tak ada celah lagi untuk
mencari kesalahan saya, maka pemakain logo Polri lah yang dijadikan alasan.
Dikatakan polisi saya tak kooperatif, padahal dalam pemanggilan saya selalu
datang. Lagi pula pemakain logo Poldasu itu juga tanpa sepengetahuan saya.
Yang mengeluarkannya adalah Baginda selaku manager BT/BS Bima, tanpa ada
koreksi ke saya.
Robert mengaku, dalam akhir-akhir ini sering mendapatkan teror
dari aparat atas keritikan yang ia sampaikan. Bahkan tempatnya bekerja kantor
BT/BS Bima Jalan Bantam, pernah dikepung polisi berpakaian preman. "Apa saya
penjahat besar kok dikepung polisi kantor saya untuk meneror," hal ini sudah
saya laporkan ke Propam Poldasu beberapa waktu lalu namun hasilnya nihil.
Dengan no laporan, STPL/204/XII/2005/ yang terima pengaduan Kasi Yanduan,
Kompol Jhony Sebayang. Orang-orang itu diduga ingin menjatuhkan saya dengan
cara fitnah," pungkasnya.(M14)
---------------------------------
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.