Wow...itu yang aku katakan didepan komputer ini. Ga nyangka tulisanku
yang hanya berupa curahan hati itu menjadi perhatian teman-teman.
Topik Kenapa Kejam kita TUTUP.
Terimakasih banyak atas saran dan kritiknya. Anda setuju atau tidak
itu semua hak anda. Menurut aku pembahasan mengenai agama tergantung
dari cara berpikir kita. Apakah kita saling melengkapi atau saling
mencaci. Topik agama itu sama dengan seks, bisa jadi tabu atau
mendidik. Tergantung sudut pandang kita. Kalo kita saling melengkapi
dan menambah pengetahuan dan kebaikan, atau kita dapat point
pembelajaran dari satu tulisan yang kita baca, topik apapun itu layak
dibahas. Toh untuk perkembangan kita sebagai individu yang tergabung
dalam suku KARO (menanggapi email teman-teman yang mengatakan bahwa
topik harus mengenai tanah karo) Menurutku 1 individu dalam kelompok
mengalami perubahan, berarti kelompok itu berubah. Kalau dengan
membaca satu tulisan si Sembiring berubah jadi lebih baik dan terbuka
wawasannya, bisa dikatakan suku karo berubah jadi lebih baik, walaupun
tidak ada pengaruh yg besar terhadap suku karo secara keseluruhan.
Kalo hanya bertukar informasi atau tulisan seputar karo dan kegiatan
tanah karo saja, bukankah miliss ini jadi sedikit garing dan ga semua
orang karo merasa tertarik. Dan sama aja kita membuat orang ga merasa
welcome karena mereka ga merasa terkait dengan info-info itu. Mau
ngasi masukan terhadap satu tulisan juga kalo kita ga ada kaitannya
gimana bisa?? Tapi kalo kita lebih terbuka, semua orang bisa menulis
apa aja asal sopan lah yaw. Dan kita yang menimpali atau mengkritik
satu tulisan kalo bisa yang membangun. Jangan maen judge benar salah
doang. Tapi kemukakan juga pendapat dan alasannya.
Lagian kalo lebih terbuka, orang karo dimanapun bisa terjangkau.
Bro and sis, aku pribadi nih ya, aku ingin punya suatu wadah dimana
aku bisa kenal dengan orang karo, tukar info apa aja, diterima dengan
baik dll dan aku yakin banyak orang karo lainnya yang saat ini di luar
sumatera utara karena suatu hal atau emang mereka lahir ga disumut
punya rasa demikian. Kalau kita membatasi diri, banyak jiwa-jiwa
seperti itu kehilangan wadah untuk menampung (walah...susah banget
omongannya) dan ga mo tau tentang karo. Kita menganggap mereka kacang
lupa kulitnya, tapi kita pernah ga mikir kalo kekurang terbukaan
kitalah yang membuat mereka jadi jauh.
Oya gimana menurut bapak dan ibu moderator?? Btw moderatornya sapa aja
yah???
Kembali ke soal tulisanku kemaren mengenai agama, sebenarnya aku ga
menyalahkan/menjelekkan satu agama. Message atau poin dari tulisan itu
sebenarnya adalah : Aku mengajak teman-temanku yang baik, dalam
kehidupan kita untuk Belajar dari sejarah, JAnganlah kita anarkis,
Jangan mengatas namakan agama dalam melakukan sesuatu. Temen-temen
baca kan akhir dari tulisanku. Kenapa kita tidak memilih hidup
damai-damai aja, dan menebar kasih???
Sebenarnya sesimple itu kok tujuannya, he..he.. kok jadi meluas
kemana-mana dan pake menjelekkan agama.
Kita jangan memilai suatu hal dari negatifnya dulu dunk, gimana kalo
kita positif thinking aja. Hidup bisa lebih hidup Oi!!
Oya..nambah dikit lagi nih, buat temen yang manggil aku bapak
fidodido, maaf yah aku ini perempuan asli loh, bukan bapak-bapak dan
walau perempuan, belum jadi ibu-ibu.
Buat yang nanya merga/bru : Aku beru Sembiring bre singarimbun.
Btw tulisan-tulisan saya bertujuan untuk wacana doang kok. Tidak
menjudge benar-salahnya satu orang atau satu kelompok. Hanya suatu
pemikiran yang ingin dicurahkan

Kirim email ke