"Rumah Baca" milik pembaca
   
  Mejuah-juah permilis sirulo
  Enggo mekatep janah melala kekayaan informasi bas milista si ikirimken 
teman-teman permilis dari semua pelosok dunia. Sada kebanggaan man banta 
permilis sirulo, pencinta kuta kemulihen Karo. Ijeme teridah kekeluargaan Karo 
enda ras sura-sura anggotana mereken sumbangan sitik kai lah gia man kemajuan 
daerah ras bangsanta. 
   
  Info ras usul mejile si mekatep ipostingken teman-temanta misalna bas BH 
Tarigan nari (Taiwan nari), si menyangkut perkembangan pelajar, mahasiwa kalak 
Karo. Usulna si perpudi emkap hasil penelitinna ibas mngembangken semangat ras 
bakat anak-anak i Taiwan untuk belajar terutama bagi anak-anak yang dirumah 
suasananya tidak memadai. Usulna konkret emkap soal menggunakan rumah ’kosong’ 
i Kabanjahe jadi RUMAH BELAJAR UMUM, memanfaatkan gedung kosong itu untuk 
anak-anak pelajar dan mahasiswa. Enda kapken salah sada usul si mejile janah 
inovatif, bagepe pasti mbelin pengaruhna ku perkembangan daerahta arah 
perkembangan anak-anak, pemuda/mahasiswana. 
   
  Pertama enda memanfaatkan gedung ’kosong’ si enggo lit, jadi permulaan si 
meringankan. Merandal kang kuakakp adi lit ka sada LSM sibersedia ngambil 
tanggung jawab, setidaknya organisasi orang-tua dari anak-anak sekolah atau 
organisasi mahasiswa. I Swedia lit organisasi orang tua murid, si rusur ka 
erbahan usul janah mempertahankan hak murid ibas perdalanen sekolah anak-anak, 
menghadapi pemerintah setempat dsb dalam rangka perjalanan studi anak-anak 
mereka. 
   
  Banci kang i perluas usul enda misalna ijadiken ’rumah baca’ edi jadi milik 
pembaca dan pengunjung ibas penyediaan buku-bukuna. Buku-buku anak-anak atau 
orang tua atau siapa saja, kalau sudah tidak dipakai dirumah bisa diberikan ke 
’rumah baca’ jadi milik rumah baca atau dipinjamkan secara tercatat. Dengan 
cara ini bisa seminimal mungkin beli buku sendiri. Eak nake, enda tambahan 
sitik bas aku nari si la ka "mengandung makna linier, tetapi pilihan" salin 
kata BH Tarigan, tambahan kitik-kitik ku usulna si sehkel jilena adah ndai. 
Usul-usulna sebagai hasil pengalamenna i rantau nari banci kang i hitung-hitung 
ergana bagi sipernah itulisna ibas "Harga dari sebuah informasi" tentang 
beasiswa. 
   
  Enda ka lebe, ras arapen man bandu anak-anak muda i Karo terutama i Kabanjahe 
min mungkin meneliti kemungkinan enda janah nuriken banta. 
  Bujur ras mejuah-juah kita kerina
  MUG
  --
   
  --- In [EMAIL PROTECTED], haryanto bode <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > MJJ, Saya pernah mengusulkan melalui milis ini sebuah gedung yang ada di 
Kabanjahe yang sudah tua dan jarang di pakai (di sekitar plaza yang baru di KB 
Jahe) untuk digunakan sebagai RUMAH BELAJAR UMUM. Cara dan penangananya juga 
sudah saya terangkan yang saya ambil dari model rumah baca di Taiwan ini, ini 
sangat bermanfaat bagi keluarga yang kurang mampu tetapi anak2nya pingin 
sekolah dan belajar di tempat yang cukup nyaman.
  > 
  > Mumpung belum ada sekolah ungulan dan sekolah geratis dari pemerintah, saya 
rasa dengan menyiapkan RUMAH/GEDUNG BELAJAR UMUM akan dapat menarik minat anak2 
yang tidak memiliki rumah memadai belajar disana.
  > 
  > Di taiwan ini rumah mahal, dan relatif kecil2, jadi anak2 mereka 
menggunakan rumah belajar umum itu untuk membaca dan belajar dan berduiskusi. 
Selain itu merangsang minat baca seperti informasi yang di posting pak MU 
Ginting di bawah.
  > 
  > Salam
  > BH Tarigan 
  > 
   
  > MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   
  > Buku Lebih Bernilai dari Emas 
  > 
  > Kabanjahe, (Analisa) 
  > Perpustakaan Daerah Kabupaten Karo yang berlokasi di kompleks gedung serba 
Guna Jalan Pahlawan No.1 Kabanjahe belum mendapat perhatian secara maksimal 
dari masyarakat Kabanjahe, terutama para pelajar dan mahasiswa. 
  > Padahal sosialisasi sudah dilakukan, hal ini terjadi disebabkan belum 
disadarinya perpustakaan sebagai jantung pendidikan dan buku lebih bernilai 
dari emas. 
   
  > Penegasan ini dikatakan kepala UPT Perpustakaan Daerah Pemkab Karo Drs. 
Pinpin Bangun di Kabanjahe belum lama ini. 
  > Katanya Perpustakaan Daerah Kabupaten Karo dengan koleksi buku sebanyak 
2.450 judul dibanding dengan jumlah penduduk Kabanjahe sekitar 54.000 jiwa yang 
tersebar di lima kelurahan, di antaranya 19.745 adalah pelajar dan mahasiswa, 
seharusnya buku itu masih kurang bila masyarakatnya terbilang "kutu buku" 
ucapnya tanpa merinci. 
   
  > Ditambahkannya, selain buku-buku juga masih banyak kekurangan, fasilitas 
perpustakaanpun masih minim, ditandai dengan kurangnya mobiler seperti meja dan 
kursi juga ruangan bacapun masih perlu dibenahi agar kenyamanan pembaca 
terpenuhi termasuk pengadaan kamar mandi sebagai penunjang. 
  > Memang para kutu buku tidak harus membaca di perpustakaan, mereka 
diperkenankan juga membawanya ke rumah dengan batas waktu ditentukan, tapi 
dengan catatan harus menjadi anggota perpustakaan terlebih dahulu. 
   
  > Lebih lanjut dikatakan, kendala yang dihadapi saat ini adalah selain sarana 
dan prasarana seperti gedung tampat membaca yang nyaman, ruangan perlu disekat, 
koleksi buku perlu ditambah, juga perlunya strategi yang tepat untuk 
maningkatkan minat baca masyarakat sehingga perpustakaan dapat diberdayakan 
semaksimal mungkin dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) 
masyarakat Karo melalui perpustakaan. 
   
  > "Yang patut dibanggakan diantara pengunjung yang lebih sering datang untuk 
membaca adalah kalangan pelajar SD, sementara kalang pelajar SMP, SMA/K, 
Mahasiswa dan Umum masih minim," tutur Pinpin Bangun. 
  > Menjawab pertanyaan Bangun katakan, grafik pembaca di perpustakaan daerah 
agak memuaskan, karena ada peningkatan sebanyak 3.635 tahun 2006 dalam kurun 
waktu yang sama naik manjadi 4015 orang pada awal bulan Oktober tahun 2007. 
(ps) 

       
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: 
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html

Kirim email ke