Berastagi, (Analisa) Secara agraris, kalau dinilai dari tingkat kesuburan 
tanahnya atau sumber daya alamnya, Kabupaten karo cukup menjanjikan dibanding 
daerah lain, namun kondisi pertanian di Tanah Karo saat ini kian hari 
keadaannya kian memprihatinkan.

Hal ini dibuktikan dengan tidak ada lagi produk andalan pertanian dari daerah 
yang dikenal dengan penghasil sayur-mayur dan buahan ini.

Hal itu diungkapkan Sahala Nainggolan SH dari fraksi PDK Bersatu pada saat 
sidang paripurna pemandangan umum anggota DPRD Karo atas rancangan peraturan 
daerah, perubahan APBD Kabupaten Karo tahun anggaran 2007, Jumat (26/10) sore 
di ruang rapat paripurna DPRD Karo Jalan Veteran Kabanjahe.

Mulai hilang arahnya pertanian Tanah Karo ini kata Sahala cukup disayangkan 
mengingingat hasil pertanian Tanah Karo pernah punya nama yang cukup 
membanggakan ditingkat nasioanl maupun internasional.

"Dan disayangkan lagi, hampir 80 persen dari seluruh jumlah masyarakat di Tanah 
Karo berprofesi sebagai petani, jadi semakin terpuruknya hasil pertanian ini 
dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat perekonomomian masyarakat Karo," kata 
Sahala.

Menurutnya, karena kurangnya baik program pertanian di Tanah Karo yang dikenal 
sebagai penghasil buah-buahan dan hortikultura, namun saat ini sudah mulai 
didominasi oleh Kabupaten tetangga Kabupaten Karo seperti Simalungun, Dairi dan 
Pak-pak Bharat.

"Kondisi ini harus dicari solusinya, karena Kabupaten Karo telah mendapat 
saingan Pasar dengan kost produksi yang berbeda," terang Sahala.

Pasalnya, Simalungun atas dan di Pak-pak Bharat saat ini masih memiliki lahan 
tidur yang luas sehingga dapat mengembangkan pertanian secara ekstensifikasi 
dengan biaya produksi yang lebih rendah, sementara lahan pertanian di Tanah 
Karo kian hari semakin berkurang.

Oleh karena itu kata politisi yang dikenal getol menyoroti pemerintahan ini, 
Pemkab Karo harus mengembangkan pertanian secara intensifikasi agar dapat 
bersaing di pasaran dengan daerah-daerah penghasil pertanian lain yang terus 
mengalami perkembangan.

"Hal ini sudah cukup mendesak, oleh karena itu pada anggaran 2008 mendatang, 
Pemkab Karo dapat membuat pemetaan mana yang akan difungsikan untuk kawasan 
tempat tinggal dan mana yang akan dipergunakan untuk lahan pertanian," tegas 
Sahala.

Sementara itu Rendra Gaule SH, anggota DPRD Fraksi PDK lainnya mendesak 
pemerintahan Kabupaten Karo untuk lebih memeratakan pembangunan di semua 
daerah, mengingat saat ini masih banyak daerah-daerah di Tanah Karo yang belum 
disentuh pembangunan secara maksimal.

"Saat ini masih banyak daerah di Tanah Karo yang belum maju, dan biasanya 
daerah ini merupakan daerah bukan asal pejabat pemerintah," ujar Rendra.

Selain itu Rendra juga menyoroti tentang pemakaian kenderaan dinas oleh PNS 
yang bertugas di Tanah Karo, karena belakangan ini banyak dipergunakan untuk 
kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan pekerjaan.

Joy Harlim Sinuhaji dari frakasi Patriot Pancasila juga berharap kepada Bupati 
Karo, agar lebih meratakan pembagian jatah kendaraan dinas, karena belakangan 
ini ada satu instansi yang kelebihan kendaraan sedangkan ada instansi lain yang 
sama sekali tidak difasilitasi kendaraan dinas. (ps)

Sumber: www.analisadaily.com , 27 Oktober 2007

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke