Kamis, 14 Februari 2008 | 00:16 WIB
  Ada dua kelompok masyarakat di dunia ini yang dikenal panjang umur sehat 
sejahtera, yaitu masyarakat Okinawa dan Sardinia. Rata-rata mereka hidup di 
atas 100 tahun. Mengapa bisa?
Bukan semata karena mereka banyak makan ikan, banyak mengonsumsi kedelai, 
jamur, rajin berolahraga, istirahat cukup, dan berbagai perilaku sehat lainnya.
Masyarakat kedua bangsa itu juga memiliki kultur yang sangat menghormati 
orangtua. Perasaan kecukupan cinta, jiwa yang hangat, dan persahabatan yang 
erat sungguh memiliki dampak luar biasa bagi kualitas kesehatan dan 
kesejahteraan kita.
Banyak ahli telah menemukan bukti-bukti tentang kekuatan sentuhan (touching) 
misalnya. Banyak pakar telah membuktikan efek tertawa bagi kesehatan. Banyak 
peneliti membuktikan efek menyehatkan dari keterlibatan dalam aktivitas sosial. 
Semua itu pada intinya memperlihatkan betapa pentingnya interaksi dan relasi 
yang baik dengan orang lain, yang merupakan kebutuhan dasar manusia.
Masyarakat Barat (Eropa) sampai memiliki National Hugging Day alias hari 
berpelukan nasional. Bukan mereka penganut free sex, melainkan karena riset 
telah membuktikan betapa pelukan memiliki efek luar biasa menyehatkan.
Hasil riset antara lain memaparkan, suami istri yang melibatkan cukup pelukan, 
dekapan, elusan, dan belaian dalam relasi mereka, keterikatan emosinya lebih 
kuat dibandingkan pasangan yang tidak cukup menerima sentuhan (touching).
Penelitian juga membuktikan bahwa anak yang kurang mendapatkan pelukan atau 
dekapan dari ayah khususnya, dan juga ibu, tingkat rasa amannya lebih rendah 
dibandingkan dengan anak yang cukup mendapatkan pelukan atau dekapan 
orangtuanya. Rasa aman sangat vital bagi perkembangan kepribadian anak.
Mari kita bertanya pada diri sendiri, sebanyak apa kita telah memeluk anak-anak 
kita? Banyak ayah yang bahkan berhenti menyentuh anak-anaknya setelah si anak 
masuk sekolah. Dan para ayah kemudian bertanya, “Mengapa anak-anak tidak dekat 
dengan saya? Mengapa anak-anak bisa terjerumus pergaulan yang salah? Saya ini 
kurang apa?” Mungkin kurang memeluk dan mendekap!
Bila seseorang sering: Sakit kepala, migrain, sakit maag, sulit tidur, banyak 
ngemil, merasakan sesak napas, sakit kista, sakit kanker, mengalami gangguan 
jantung, mudah menyerang orang lain (secara verbal maupun fisik) , senang 
melihat orang lain celaka, tak peduli orang lain sakit hati, mengejar perhatian 
lawan jenis, maka, mungkin dia: Tidak cukup mendapatkan cinta Tidak cukup 
mencintai diri sendiri Tidak cukup mendapatkan perhatian dari pasangan Tidak 
cukup memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.
Source: Gaya Hidup Sehat


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke