SINTANG, RABU - Dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Illegal
Logging (pembalakan liar) Kabupaten Sintang, Rabu (13/2), terungkap ada enam
lokasi jalur penebangan liar dari Malaysia yang sudah memasuki wilayah
Indonesia di perbatasan Kabupaten Sintang, tepatnya di Kecamatan Ketungau Hulu
dan Ketungau Tengah.
Di Kecamatan Ketungau Hulu ditemukan tiga lokasi pembalakan liar, yakni di
perbatasan Enteli (Desa Sungai Seria), Muakan (Desa Sungai Seria), dan Nanga
Bayan (Desa Nanga Bayan). Di Kecamatan Ketungau Tengah ditemukan tiga lokasi,
yakni perbatasan Semareh (Desa Gut Jaya Bakti), Tanjng Lesung (Desa Gut Jaya
Bakti), dan Nanga Seran (Desa Wana Bakti). Di lokasi itu ditemukan jalur
angkutan kayu sejauh 0,3-2 kilometer dengan lebar jalan delapan meter, serta
sisa-sisa kayu yang belum terangkut ke Malaysia.
"Kami sudah mengidentifikasi (lokasi pembalakan liar) di perbatasan selama dua
tahun terakhir, namun tidak berdaya menanganinya meskipun di enam lokasi itu
sudah ada pengamanan yang melibatkan Batalyon Lintas Batas (Tonlibas). Ini
memerlukan perhatian dari pemerintah pusat karena menyangkut harga diri dan
martabat bangsa, mengingat kayu-kayu di wilayah Indonesia telah dicuri
Malaysia," kata Wakil Bupati Sintang Jarot Winarno yang juga Ketua Satgas
Pemberantasan Illegal Logging Sintang dalam rakor tersebut.
Dikatakannya, ketiadaan infrastruktur jalan dan medan terjal berbukit-bukit
membuat lokasi itu sulit dijangkau. Saat ada laporan dari masyarakat dan tim
bergerak, pelaku pembalakan sudah meninggalkan lokasi. Namun bersebarangan
dengan lokasi itu, di wilayah Malaysia masih terlihat kamp-kamp pekerja kayu
dan alat berat pengangkut kayu yang masih aktif.
Kepala Kepolisian Resor Sintang Budi Yuwono mengungkapkan, pihaknya tidak
memiliki kemampuan untuk menjangkau dan menangani pembalakan liar di
perbatasan. Komandan Unit Intel Komando Distrik Militer Sintang 1205 Sintang
Letnan Satu Chb Mazhar juga mengungkapkan, kondisi alam yang berbukit terjal
dan keterbatasan sarana serta personil Tonlibas, membuat pengamanan wilayah
perbatasan masih memiliki celah bagi pencurian kayu oleh Malaysia. Hanya ada
enam pos pengamanan perbatasan dengan 20 prajurit di masing-masing pos. Jarot
juga mengungkapkan, anggaran Satgas Pemberantasan Illegal Logging Sintang yang
hanya berkisar Rp 100 juta per tahun.
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.