Andreas Bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Jhon Modal Pencawan :
Sejarah Putri Hijau harus dipertahankan
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah
bangsanya, kata inilah yang terngiang di hati dan sanubari Jhon Modal Pencawan,
Penasehat Himpunan Pemuda & Mahasiswa Karo Indonesia (HPMKI). Oleh karena
adanya penelusuran sejarah yang ia lakukan baru-baru ini akan keberadaan
legenda Putri Hijau di desa Sukanalu Kec. Barus Jahe Kab. Karo (Tempat
beradanya salah satu pecahan Meriam yang konon dibilang kakaknya Putri Hijau),
Desa Seberaya Kec. Tigapanah Kab. Karo tempat kelahiran Putri Hijau, Meriam dan
Naga dan Putri Hijau tiga kakak beradik dan Istana Maiamon tempat pecahan
meriam lainnya oleh bersama rombongan Pemuda dan Mahasiswa Karo, April 2008.
Dari kunjungan ke Desa Sukanalau, Pengurus HPMKI mendapat
penuturan dari Pak Ginting, Kakek yang merupakan juru kunci Peninggalan sejarah
Putri Hijau bahwa tiga bersaudara ini (Naga, Mariam, Putri Hijau) dilahirkan di
desa Seberaya di dalam gua, dan Putri Hijau merupakan adek terbungsu yang
terberita kecantikannya pada masa itu hingga sampai ke Aceh dan Malaka. Putri
hijau ini sering mandi di Desa Kuta Tualah Kec. Namorambe Kab. Deliserdang yang
sering disebut penduduk sekitar sebagai Pancur Gading pemandian Putri Hijau
dimana masyarakat meyakini ketika kita mandi di Pancur itu segala penyakit
hilang.
Berdasarkan ini maka ketika beberapa Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Karo yang
membaca pemberitaan harian KOMPAS Senin, 5 Mei 2008 sangat tersentak. Bahkan
Jhon Modal Pencawan merasa ketika Buldoser yang masuk ke areal Benteng situs
Peningalan Kerajaan Aru (tempat pemandian putri hijau) merasa bahwa dirinya,
sukunya dan bangsanya yang dibuldoser. Hati saya sangat tersayat oleh tindakan
oknum yang tidak menghargai sejarah itu yang merupakan sejarah Karo yang
terbesar dan terkenal. Jika terjadi hal yang mempunahkan sejarah maka ini tidak
bisa di biarkan tetapi harus di pertahankan tegas Jhon Modal Pencawan mantan
pengurus KNPI Sumut
Menurut Andreas R. Bangun, SE Ketua DPD HPMKI SUMUT didampingi Sekretaris
Simon Sebayang dan pengurus lainya menerangkan kalau jika hal boldoser ini
tetap berjalan kemungkinan Pancuran air hilang sehingga masyarakat akan merasa
dirugikan dari sektor pertanian dan perikanan karena perairan di sekitarnya
akan mati dan jelas kami HPMKI tidak akan diam untuk mempertahankan leluhur
yang sangat penting ini dan akan melawan hal yang merugikan masyarakat apalagi
Sejarah itu hilang ujur Andreas R Bangun, SE
Tim Investigasi HPMKI Sumut di kordinatori Hendra G. Tarigan menjelaskan
Jangan sampai itu dirusak dan dihancurkan,Pemerintah juga harus meninjau
kembali IMB dan AMDAL terhadap pembagunan Perumahan itu jangan nantinya
membangkitkan amarah masyarakat terkhusus masyarakat karo karena akan
kehilangan sejarah yang sangat penting. Pembangunan boleh saja dilakukan,
tetapi Sejarah tetap dilestarikan dan jika pengembangan pun ada benteng dan
pancuran Putri hijau tetap di pertahankan. Hendra G Tarigan yang juga
Mahasiswa UNIMED
Dan juga Averina Br Barus dan Edi Surbakti pengurus DPD. HPMKI Jawa Barat
yang juga mahasiswa di Bandung yang sedang menulis sejarah Putri Hijau sangat
menyesalkan berita di harian Kompas tgl 06/5/08 karena hal tersebut akan
menghabisi sejarah Putri Hijau dan ini harus dikaji ulang oleh pemerintah,
sebab ini kepentingan masyarakat secara kusus dan Repoblik Indonesia secara
umum dan bukan ajang perkaya diri tegas mereka yang bercita-cita meluncurkan
sejarah Putri Hijau dalam Skripsi dan Buku
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.