DPRD Sergai dan Karo Sepakat Hutan di Karo Diselamatkan 
Kabanjahe, (Analisa)


 Akibat adanya perambahan hutan dan pencurian humus di daerah hulu (Karo) 
menyebabkan di daerah hilir rawan bencana banjir, seperti tejadinya bencana 
banjir kiriman di Sipispis yang menghanyutkan dua unit jembatan Maret 2008 lalu.


 Untuk menanggulangi ancaman bencana itu DPRD Sergai dan Karo sepakat hutan 
yang sebagian besar berada dihulu harus diselamatkan dari penebangan dan 
dilakukan pemeliharaan serta perawatannya.

 
 Berkaitan dengan hal itu, kini komisi B DPRD Karo tengah menjajaki kerjasama 
bantuan dana subsidi silang dengan DPRD Serdang Bedagai, termasuk lembaga dewan 
di Kabupaten/Kota yang berada dihilir yakni DPRD Langkat, Binjai, Medan dan 
Deli Serdang, agar bantuan dana subsidi silang itu dapat dianggarkan dan 
ditampung di APBD masing-masing.


 Dalam petemuan komisi B DPRD Karo yang terdiri dari Drs Joy Harlim Sinuhaji, 
Sudarto Sitepu, Amanat Sembiring SH, Nangkih Kemit dan Ersada Sembiring dengan 
DPRD Kabupaten Serdang Bedagai yang dipimpin wakil ketuanya Drs Nurdin Sipayung 
SH didampingi anggota Kasno, Mahyudin SSos, Masytah Pane SPD dan Dra Wahyuni, 
Rabu (7/5) di ruang rapat DPRD Serdang Bedagai, kedua pihak anggota dewan yang 
terhormat itu sependapat bahwa hutan yang berada di hulu (Tanah Karo) harus 
diselamatkan dari perusakan lingkungan dan perambahan hutan demi tehindarnya 
banjir di daerah hilir.


 Menyinggung biaya, dewan dari negeri bertuah itu berjanji akan 
memperjuangkannya melalui rapat komisi-komisi dan seterusnya melanjutkan ke 
panitia anggaran dewan agar ditampung di APBD Kabupaten Sergai mendatang, atau 
kalau memungkinkan akan diajukan di pada P-APBD Sergai 2008 kata Sipayung tanpa 
terinci.


 Lebih lanjut dikatakan Nurdin Sipayung, keselamatan Sergai dari bencana banjir 
sangat bergantung kepada Kabupaten Karo, mengingat dataran tinggi adalah 
merupakan daerah resapan dan tadahan air hujan bagi daerah yang berada 
dikawasan hilir, selain sumber mata airnya.


 Kita tidak ingin terulang kembali peristiwa banjir kiriman daerah Sipispis 
yang menghanyutkan dua buah jembatan yang merupakan infrastrukur vital bagi 
masyarakat di daerah yang baru mekar dari Deli Serdang.

 
 Kejadian ini sebenarnya sangat mengejutkan, di mana pada saat itu di daerah 
hilir tidak hujan, sementara didaerah hulu (Karo) turun hujan lebat.


 Sebelumnya dipertemuan itu Joy Harlim Sinuhaji, Amanat Sembiring dan Sudarto 
Sitepu mengatakan Hutan di Karo adalah berfungsi sebagai main streamnya daerah 
tadah hujan yang harus di selamatkan dari perambahan.


 Karena bila tidak ada upaya penyelamatan dan pemeliharaan lingkungan hutan 
bagi dua wilayah yang berada di hulu dan di hilir bencana banjir akan selalu 
mengancam daerah hilir seperti banjir yang sering menimpa Jawa Barat pada saat 
musim hujan.


 “Untuk itu demi anak cucu kita, marilah kita secara bersama-sama melalui 
lembaga dewan ini untuk menyelamatkan hutan agar tehindar dari bencana banjir, 
dan menyinggung dana bantuan subsidi silang, besar dan kecilnya itu tidak 
masalah bagi kami sebagai penggagas, namun yang terpenting bagi kita adalah 
dengan adanya saja kesepakatan melalui MoU itupun sudah cukup,” ujar Amanat. 
(ps)


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke