Dephub: Lorena Belum Punya Ijin Rute
Jakarta, (Analisa)
Departemen Perhubungan (Dephub) menegaskan, Lorena Air sampai sekarang belum
mengantongi ijin rute sehingga masyarakat agar tak terkecoh melakukan pemesanan
tiket pada rute yang ditawarkan, mulai awal Juni 2008.
"Dia belum ada ijin rutenya. Saya dengar juga ijin operasi (Air Operator
Certificate) juga belum dikantongi dari DSKU (Direktur Sertifikasi Kelaikan
Udara)," kata Direktur Angkutan Udara, Dephub, Tri Sunoko kepada pers di
Jakarta, Kamis.
Penegasan tersebut terkait dengan pemberitaan bahwa PT Eka Sari Lorena
Airlines (Lorena Air) akan mulai beroperasi Juni mendatang. Lorena Air adalah
anak perusahaan Lorena Transport, perusahaan transportasi darat dengan 500 unit
bus.
Tidak hanya itu, Presiden Direktur Utama Lorena Air, Eka Sari Lorena
sebelumnya, juga telah mengumumkan bahwa maskapainya akan fokus di segmen
maskapai layanan penuh (full service).
Sejumlah rute yang diterbangi mulai 6 Juni 2008 adalah Jakarta-Surabaya
pulang pergi mulai 6 Juni dengan frekuensi empat kali sehari, kemudian mulai 12
Juni rute Jakarta-Palembang PP dan Jakarta-Pekanbaru PP masing-masing dua kali
sehari.
Menurut Tri, Lorena juga belum memenuhi persyaratan kepemilikan pesawat
sebanyak dua unit sesuai aturan yang berlaku. "Dia baru punya satu pesawat,"
katanya.
Padahal, pengakuan Eka sebelumnya, Lorena sudah memiliki dua unit Boeing
737-300. Oleh karena itu, kata Tri, pihaknya akan memanggil Lorena untuk
dimintai klarifikasi terkait dengan rencana tersebut.
Tri khawatir Lorena tak memahami bahwa lampiran yang terdapat dalam Surat
Ijin Usaha Penerbangan (SIUP) dianggap sebagai ijin operasi atau rute yang
secara otomatis bisa dilayani. "Lampiran itu bernama 'fleet plan' hingga lima
tahun mendatang, lengkap dengan rute yang dibidik," kata Tri.
Tri juga memberikan persyaratan bahwa pengurusan ijin rute harus dilakukan
minimal 14 hari sebelum 6 Juni 2008. "Jika dilakukan hanya seminggu sebelum
jadwal, jangan harap (dapat ijin, red)," katanya.
Setelah permohonan ijin rute diterima, tambah Tri, pemerintah selanjutnya
masih akan meneliti apakah rute yang dinginkan bisa diberikan atau tidak. Salah
satu syaratnya adalah rute baru tersebut, tidak menyebabkan rute sejenis yang
sudah ada, tingkat isian penumpangnya tidak jeblok di bawah 50 persen.
"Yang terpenting juga, rute yang sudah ada sebelumnya, kondisi tingkat isian
penumpangnya harus di atas 80 persen. Prosedur ini harus ditempuh karena saat
ini sudah tidak ada lagi istilah rute terbuka," demikian Tri.
Lorena sebelumnya juga berniat menambah lagi empat pesawat B737-300 melalui
skema pengadaan sewa beli (lease to purchase). Sementara, untuk perawatan
pesawat, telah menggandeng MAS Engineering Maintenance sejak Desember tahun
2007.
Tidak hanya itu, untuk layanan calon penumpang ke bandara, Lorena juga
menyelenggarakan layanan shuttle bus Lorena Transport. Tahap awal di Jakarta
dan di Surabaya. "Di Jakarta sementara dari dua titik," kata Eka. (Ant)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net