WargaSatpol PP Bentrok
Friday, 23 May 2008 KARO(SINDO) Sebanyak 20 petugas
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Karo terluka akibat bentrok
dengan pedagang Pasar Buah Berastagi kemarin.
Selain petugas Satpol PP,bentrokan juga menyebabkan tiga pedagang menderita
luka-luka.Sementara satu pedagang lainnya, yakni Roslina br Tarigan pingsan
sehingga harus mendapat perawatan di Puskesmas Jalan Veteran Berastagi. Petugas
Satpol PP yang mengalami cedera antara lain Esra Rinaldi,A Ginting,L Karokaro,
Kristo Munthe,Jose Rizal Tarigan,Nova br Ginting,Rida br Tarigan,Happy br
Ginting, Mansyur Sembiring, dan Modal Kawar.
Sementara tiga orangdarikubupedagangyang cedera masing-masing Alwi Pelawi,34;
JulianusGinting,39; dan Roslina br Tarigan,40. Bentrokan ini berawal saat 150
anggota Satpol PP Pemkab Karo di bawah pimpinan Kepala Kantor Satpol PP Karo
Eddy Katana Sebayang sekitar pukul 7.30 WIB memasuki kawasan Pasar Buah
Berastagi untuk membongkar bale-bale di pasar itu. Kedatangan tim eksekusi itu
disambut hadangan pedagang agar petugas tidak melakukan pembongkaran.
Karena ada pengawalan ketat dari petugas Satpol PP yang dilengkapi
tameng,petugas akhirnya berhasil masuk ke lokasi pasar dan merobohkan sebuah
bale-bale yang sudah tidak ditempati pedagang. Saat pembongkaran berlangsung,
pedagang memergoki anggota Satpol PP mengangkut bunga milik pedagang. Kontan,
aksi ini memicu amarah pedagang.
Dengan menggunakan balok kayu, sejumlah pedagang yang sudah kalap langsung
mengejar Ketua Tim Pembongkaran,Asisten I Pemkab KaroTMTarigan. Suasana berubah
menjadi ricuh.Aksi saling pukul antara pedagang dan Satpol PP pun tak
terhindarkan. Pedagang yang marah melemparkan batu,buah,dansayuranke arah
barikade anggota Satpol PP. Setelah aksi pelemparan ini, keadaan sempat tenang
dan petugas Satpol PP melanjutkan pembongkaran. Keadaan pun kembali memanas
saat petugas mulai maju membongkar bale-bale yang masih ditempati pedagang.
Merasa terdesak, pedagang melakukan perlawanan dengan cara melempari anggota
Satpol PP dengan menggunakan buah alpukat busuk, tomat, jeruk, labu, es batu,
batu, dan kursi sehingga mengakibatkan sejumlah tameng dan helm pengaman kepala
petugas Satpol PP pecah. Akibat serangan membabi buta dari pedagang ini,
petugas yang awalnya coba bertahan akhirnya berlarian meninggalkan lokasi pasar
buah. Meski sudah keluar dari areal pasar,ratusan pedagang terus mengejar
petugas sembari melempar dengan menggunakan batu.
Karena tersudut, 150 anggota Satpol PP Pemkab Karo yang bertugas menertibkan
Pasar Buah ini pun melarikan diri ke arah kantor camat dan kantor Kepolisian
Sektor Kota (Polsekta) Berastagi yang berjarak sekitar 200 meter dari pasar
buah. Ketua perwakilan pedagang yang menolak pembangunan, Thomas Ginting
mengatakan, meski pihak Pemkab Karo akan kembali melakukan pembongkaran,
pihaknya akan tetap bertahan di dalam pasar buah. Pasalnya, pembangunan pasar
buah berbiaya Rp1 miliar yang dialokasikan melalui Dinas Koperasi Pemkab Karo
tersebut dianggap menyalahi prosedur yang ada.
Misalnya saja, dalam masa kontrak sebelumnya dengan Pemkab Karo disebutkan,
selama 25 tahun pasar buah tidak akan direnovasi. Masa kontrak pedagang dengan
Pemkab Karo baru berjalan 23 tahun,ujarnya. Kepala Kantor Satpol PP Pemkab
Karo Eddy Katana Sebayang mengatakan, akibat adanya bentrokan dengan pedagang
ini, pihaknya akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari Bupati Karo DD
Sinulingga. Meski demikian, kemungkinan besar pembongkaran pasar buah akan
tetap dilaksanakan karena kondisi bagian dalam pasar buah sudah tidak layak
pakai.
Ketua Komisi B DPRD Karo Joy Harlim Sinuhaji saat meninjau pasar buah bersama
sejumlah anggota komisi B menyesalkan terjadinya bentrokan antara pedagang dan
Satpol PP. Seharusnya sebelum eksekusi tersebut, Pemkab Karo melakukan
sosialisasi terlebih dahulu. Jika saat sosialisasi pedagang menolak maka
pembangunan tidak layak dilanjutkan, tandasnya. (makmur sembiring)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net