sumber:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/19/01023079/waspadai.iklan.online.menyesatkan
ETIKA BISNIS
Waspadai Iklan "Online" Menyesatkan
Kamis, 19 Juni 2008 | 03:00 WIB
Amir SodikinGairah
bisnis dengan memanfaatkan media online kini semakin meroket. Bisnis
dari rumah! Kebanyakan para pebisnis online ini justru dari rumah
tangga dan dijalankan secara perseorangan. Perusahaan besar masih
berpikir panjang untuk mengubah perilaku konvensional menjadi perilaku
online. Harus diakui, tren ini semakin menggembirakan karena ekonomi
rumah tangga semakin mendapat banyak alternatif pemasukan.Salah
satu media online yang paling banyak digunakan untuk mengiklankan
jasa-jasa lewat internet adalah iklan baris online. Kebutuhan iklan
baris online di Indonesia benar-benar seperti jamur yang tumbuh pada
musim hujan.Banyak orang yang membutuhkan sarana iklan gratis
dan sebaliknya pula banyak penyelenggara website iklan baris online
untuk memfasilitasi iklan baris gratis itu.Bagi pemasang iklan,
iklan baris gratis adalah salah satu alat survival untuk tetap
melanjutkan bisnisnya di dunia maya dengan modal minimal. Bagi
penyelenggara bisnis iklan baris gratis, kesempatan itu bisa digunakan
untuk meningkatkan traffict alias lalu lintas pengunjung.Makin
banyak iklan gratis yang masuk, makin tinggi traffict mereka. Itu
berarti, kesempatan untuk mengembangkan iklan yang tidak gratis (misal
dengan memasang banner iklan) akan semakin terbuka. Jadi, hubungan
antara pemasang iklan dan website penerima iklan memang saling
membutuhkan.Namun, di balik gegap gempita iklan baris itu, ada
satu kekhawatiran yang pantas diungkapkan, yaitu tingginya potensi
penipuan melalui media iklan. Jika tak mau disebut penipuan, setidaknya
banyak fakta iklan-iklan yang ditampilkan lebih ke arah tak memiliki
etika bisnis.Celah psikologis”Kemarin
saya hampir saja ketipu iklan yang mengatakan bisa menarik duit dari
ATM tanpa mengurangi saldo kita. Setelah saya cek di berbagai website
yang me-review iklan seperti itu, ternyata iklan itu tidak jujur,” kata
Ichwan, seorang pemasang iklan dalam curhatnya kepada penulis lewat
Yahoo!Messenger.Penulis tidak akan menilai apakah situs tersebut
bohong atau tidak, tetapi jelas dengan cara menyembunyikan ”cara
mendapatkan uang” sudah cukup alasan untuk mengatakan ada yang
disembunyikan.Iklan-iklan yang tak memiliki etika selalu
menggunakan bahasa-bahasa bombastis, berlebih-lebihan, dan tak sesuai
akal sehat. Persoalan di Indonesia adalah tidak semua pengunjung
internet sadar bahwa iklan online juga bisa menyesatkan.Masih
banyak pengguna internet awam yang beranggapan internet bisa
”menciptakan keajaiban marketing” tanpa kerja keras. Internet dianggap
seolah sebagai sesuatu yang nilainya hi-tech, canggih, melampaui akal
sehat konvensional, dan bisa mempercepat kaya seperti cerita-cerita
dunia dongeng tentang kesuksesan Google atau Yahoo!.Celah
psikologis ini dimanfaatkan oleh para pengiklan yang memindahkan bisnis
konvensional (yang sebagian banyak berbau money game) ke bisnis online.
Hanya mengubah cara merekrut orang dari presentasi tatap muka ke email,
iklan online atau website, dan mengganti istilah ”downline” dengan
istilah ”reseller” sudah banyak yang ”luluh lantak” hatinya dan merasa
percaya bahwa ini benar-benar keajaiban internet.Padahal, yang
sering terjadi hanyalah pemanfaatan celah psikologi pengunjung awam
yang tak paham soal teknologi internet. ”Cetak uang gratis dari ATM,”
begitu salah satu bunyi iklan.Di iklan baris lain mengatakan,
”Programmer kami telah bekerja menciptakan sistem ini.” Di iklan yang
satunya lagi sudah beda kalimatnya, ”Hacker kami telah berhasil
menciptakan bla... bla... bla....” Seolah memperkuat bahwa apa yang
ditawarkan benar-benar bisa mempercepat kaya.Beberapa situs lama
memilih untuk menggunakan bahasa pemasaran yang lebih sopan dengan
mengatakan internet merupakan sarana pemasaran yang andal. Mereka akan
memberi contoh-contoh kesuksesan yang pernah diraih seseorang, tapi tak
jelas bagaimana cara meraih sukses itu. Apakah menjual sebuah produk
ataukah hanya menjual script (program membuat website untuk jualan
produk serupa) atau e-book semata?Esensinya tetap sama, yaitu
adanya ketidakjujuran dalam metode mencapai kesuksesan itu karena
kebanyakan dari mereka tidak menjual produk konvensional melalui
internet, tapi hanya menjual ”rantai korban” yang akan menjadi agen
pemasaran ”kecap-kecap” manis itu.Karena itu, sebelum
mempercayai sesuatu itu logis atau tidak dan benar atau bohong, mau
tidak mau harus bertanya dulu kepada pelaku yang pernah mencoba.
Sayangnya, review berbagai produk online seperti itu masih langka di
Indonesia. Akibatnya, korban-korban money game semakin banyak dan
mereka akan terus merekrut korban lainnya.Di antara iming-iming
cepat kaya di internet, mudah saja menandainya: mereka sama-sama
menggunakan bahasa berlebihan dan tak jelas apa produk yang dijualnya.
Mesin pencari merupakan cara yang mudah untuk melacak keberadaan mereka.Jika
misalnya menemukan iklan ”Produk Ajaib Cepat Kaya”, masukkan ke mesin
pencari nama produk tersebut untuk mencari tahu respons pengunjung
lainnya, contohnya: produk ajaib cepat kaya bohong. Jika pernah ada
yang melaporkan produk tersebut bohong, di mesin pencari akan
menampilkan pembicaraan soal pro dan kontra produk tersebut.Tak semuanya
samaSudah
pasti, tak semua iklan online menyesatkan. Banyak yang jujur dan banyak
pula yang sukses dengan cara pemasaran lewat berbagai fasilitas iklan
gratis. Tak hanya iklan baris gratis, forum-forum di banyak website
juga bisa jadi ajang untuk memasarkan produk.Di www.kaskus.us
misalnya forum yang memiliki banyak ragam minat ini sering digunakan
untuk jualan. Mulai dari jualan buku, komik, sepeda, sepeda motor,
mobil, website, hingga pernak-pernik yang tak terbayangkan sebelumnya.Forum
yang baik akan memberi peringatan kepada pengunjung untuk berhati-hati
terhadap kemungkinan penjual yang akan bohong atau curang. Jika ada
iklan-iklan aneh yang tak jelas produk yang dijualnya, anggota lain
yang nongkrongin forum itu pasti akan teriak dan memberi peringatan
kepada pengiklan.Itulah kekuatan forum atau komunitas
dibandingkan dengan iklan baris. Hingga kini sulit menemukan iklan
baris gratis yang benar-benar diverifikasi oleh pemilik website atau
oleh pengunjung lain.
*** TipsTips Pengiklan1. Jika produk Anda benar-benar ada dan tidak mengandung
kebohongan, gunakan bahasa yang logis, tidak berlebihan.2.
Jika Anda punya ”website” atau ”blog” untuk jualan dan ingin mencari
”website” untuk iklan gratis, mudah saja mencarinya, manfaatkan mesin
pencari, misalnya Google.com, dengan cara memasukkan kata kunci yang
relevan, contohnya: ”iklan baris gratis” atau ”iklan ’website’ gratis”.3.
Makin banyak dan makin sering memasang iklan, makin tinggi posisi
”website” Anda di mata mesin pencari. Di situs tertentu Anda bisa
memasang iklan tiap hari untuk menaikkan tingkat keterbacaan iklan.
Memasang iklan lebih dari satu kali dalam sehari bisa berpotensi akun
Anda dibekukan oleh pemilik ”website”.
Tips Pembaca Iklan1.
Jangan mudah percaya dengan iklan bombastis yang menjanjikan
melipatgandakan uang dengan tanpa kerja keras. Ingat: internet itu
bukan sulap.2. Jika ragu-ragu terhadap sebuah produk, coba cek
produk tersebut di mesin pencari. Jika produk tersebut sudah lama
dikenal, cari tahu ”review” atau ulasan produk tersebut, misalnya
dengan mengetikkan: ”nama produk ’review’” di mesin pencari.3.
Jika Anda menemukan sebuah ”website” yang menawarkan produk tertentu
yang menjanjikan banyak potensi, Anda bisa memverifikasi ”website”
tersebut untuk mengetahui siapa pemiliknya, kapan nama domain ”website”
tersebut ada (diorder), dan di mana ”hosting” diletakkan. Domain itu
nama ”website”, seperti www.kompas.com, sedangkan hosting itu tempat
meletakkan file-file ”website” itu. Untuk memverifikasi kepemilikan
”website” bisa menggunakan ”whois lookup”, seperti www.whois.net atau
www.who.is. Jika Anda menganggap ada keganjilan dari data ”whois” itu,
tinggalkan saja ”website” seperti itu. Untuk user yang sudah ahli, bisa
memanfaatkan berbagai ”tools” yang diberikan gratis di internet untuk
melacak lokasi ”hosting” yang bersangkutan.4. Jika Anda telanjur
membeli sebuah produk tertentu. tapi ternyata tertipu atau merasa tak
sesuai dengan harapan, tulislah pengalaman Anda di berbagai forum di
internet untuk menghindari pembeli lainnya tertipu. Hanya dengan cara
itu kita bisa menghukum para pengiklan yang tidak mengindahkan etika.
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net