Sumber: 
http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/08/17002933/dialog.saat.al.amin.pesan.cewek

JAKARTA, SELASA  - Dewan Pimpinan Pusat Partai
Persatuan Pembangunan (DPP PPP) melalui Sekjennya, Irgan Chairul
Mahfidz  secara khusus kepada persda network, Selasa (8/7) menyatakan
kekecewaannya, terkait terungkapnya kasus lain dalam persidangan Al
Amin Nur Nasution di Pengadilan Tipikor, Senin (7/7) kemarin.

Yang
membuat DPP PPP resah dan malu adalah, kata Irgan, terkait percakapan
telepon Al Amin dengan Sekda Bintan Provinsi Riau, Azirwan yang
ternyata, Al Amin memesan wanita penghibur untuk memuluskan alih fungsi
hutan lindung Bintan.

"Jelas, kami (partai) merasa malu dengan
terungkapnya itu. Apalagi, yang bersangkutan malah meminta," cetus
Irgan Chairul Mahfidz.

Dalam persidangan Tipikor, percakapan ini
dibuka oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang tentu saja, membuat para
wartawan, termasuk pengunjung sidang terkaget-kaget mendengarnya.
Berikut sepengggal pembicaraan Al Amin dengan Azirwan melalui telepon
yang berhasil disadap oleh KPK.

Al Amin Nasution (AAN): Di mana, bos?
Azirwan (A): Di Ritz Carlton.
AAN: Namanya?
A: Mistere, tempatnya turun lift satu.
AAN: Jam berapa?
A: Jam 10-lah. Bos mau dicariin satu gitu. Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan 
nanti, selera bos payah pula.
AAN: Ya, carikanlah.
A: Yang kira-kira udah lama aku kenal, bos ini paham kan kira-kira.
AAN: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
A: Tak bagus.
AAN: Udah dipakai ya?
A : (Tak jelas terpotong interupsi) Nanti aku carikan yang bagus.

Irgan
kemudian menjelaskan, atas terungkapnya ini, dalam tempo waktu yang
tidak terlalu lama DPP PPP akan menggelar rapat untuk memutuskan masa
depan Al Amin Nur Nasution sebagai kader partai. Irgan mengaku sudah
menyiapkan beberapa sanksi yang akan diberikan kepada suami pedangdut
Kristina ini.

"Ada beberapa sanksi yang akan diberikan kepada Al
Amin secepatnya. Pertama, posisi Al Amin sebagai Ketua DPW PPP yang
kini berstatus non aktif, segera akan didefinitifkan. Kemudian, akan
mengambil langkah secepatnya untuk melakukan pergantian antar waktu
(PAW) di DPR dan yag terakhir, kemungkinan bisa saja keanggotaan yang
bersangkutan  akan dicopot dari partai," tegas Irgan.

"Jadi tiga
opsi ini secepatnya akan dibicarakan dalam rapat oleh para pengurus
harian DPP. Saya juga akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan
ketua umum dalam memutuskan masalah ini. Tentu saja, memberikan teguran
apa yang akan diberikan dengan  mengendepankan nama baik partai,"
tandasnya lagi.

Sementara itu, Badan Kehormatan (BK) DPR juga
memberikan reaksi terkait 4 angota DPR yang terlibat atas fakta yang
terungkap dalam persidangan Al Amin Nur Nasution.  Dalam persidangan,
saksi Sagita Hariadin, salah seorang penyidik KPK  mengungkapkan, tidak
hanya  Al Amin Nur Nasution saja  yang melobi Sekda Bintan Azirwan
terkait  alih fungsi hutan.

Ke 4 anggota DPR itu antara lain, 
Hilman Indra (PBB), Azwar Ches Putra (FPG), dan Sujud Sirajudin (FPAN).
Seluruhnya anggota Komisi IV DPR -- membidangi masalah pertanian,
kelautan, kehutanan, perikanan  serta pangan ini.

"Kita akan
melakukan koordinasi dengan KPK. Tentu saja,  untuk mendapatkan data
yang terungkap di persidangan karena sangat kita perlukan Kalau itu
memang demikian fakta sebenarnya, tentu BK akan menyikapi terkait
orang-orang yang ikut serta (anggota DPR)," kata Gayus Lumbuun.

"Kita
akan proses seluruh anggota yang terlibat dan tidak perlu menunggu
sampai persidangan selesai. Kalau memang yang bersangkutan nanti
terbukti melakukan pelanggaran etika dengan menerima uang dan
menjanjikan sesuatu,  tidak ada yang dilepaskan," katanya lagi. (Persda
Network)

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke