Sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/sumut-swasembada-jagung-3.html
Sumut Swasembada Jagung
Monday, 21 July 2008
MEDAN (SINDO) – Tahun ini,Sumut diperkirakan
mampu swasembada
jagung.Produksi jagung yang ditargetkan mencapai 1.002.863 ton akan
melebihi konsumsi per kapita dan kebutuhan industri di daerah ini.
Kepala Statistika dan
Perencanaan Dinas Pertanian Sumut Lusyantini menyatakan, tahun ini
Sumut akan memiliki surplus jagung sekitar 173.058 ton karena kebutuhan
industri dan penduduk per kapita Sumut hanya sebesar 829.805 ton.
’’Berarti, ada surplus sekitar 173.058 ton. Meski sudah surplus, Sumut
belum layak mengekspor jagung karena belum ada jaminan produksi setiap
bulan konstan,” papar Lusyantini kepada SINDO di Medan akhir pekan
lalu.
Agar bisa mengekspor jagung, Sumut harus bisa menjamin
produksi jagungnya stabil setiap bulan atau meningkat. ’’Saat ini,
produksi jagung di Sumut masih selalu berbeda jauh setiap bulan. Hal
ini disebabkan tradisi penanaman jagung di Sumut yang selalu dilakukan
pada April atau Mei,”ungkapnya.
Dinas Pertanian memperkirakan,
dengan jumlah penduduk Sumut yang tahun ini mencapai 12.904.258 orang,
menghabiskan 81.555 ton jagung.Sementara itu,kebutuhan untuk industri
pengolahan pakan ternak di Sumut diperkirakan mencapai 748.250 ton
jagung tahun ini atau 2.050 ton/hari.
Lusyantini menambahkan,
rencana swasembada jagung tahun ini didukung tren di lingkungan
masyarakat yang semakin antusias menanam jagung. Hal ini terbukti dari
peningkatan produksi jagung dari tahun ke tahun. Lonjakan produksi
jagung didorong harga jagung yang semakin membaik karena kebutuhan
jagung dunia semakin meningkat.
Saat ini harga jagung di
daerah Sumut rata-rata sebesar Rp2.500/kg, sedangkan di Kota Medan
sudah mencapai Rp3.000/kg. ’’Negara penghasil jagung kini tak lagi
melakukan ekspor. Mereka lebih memilih untuk menggunakannya menjadi
biofuel,” tuturnya. Lusyantini mengakui hingga Mei produksi jagung
masih 338.376 ton dari 97.067 ha lahan yang sudah dipanen.
Meski
terbilang masih rendah, dia optimistis swasembada jagung tetap bisa
tercapai. ’’Soalnya, panen jagung akan memuncak pada September hingga
akhir tahun nanti. Jadi, meski produksi jagung masih jauh dari
perkiraan, swasembada jagung tetap bisa tercapai,”ungkapnya.
Sementara
itu, Ketua Umum Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagin) Jemat
Sebayang pesimistis Sumut mampu swasembada jagung tahun ini. Pasalnya,
penyakit batang merah pada jagung kini semakin marak, terutama di
sentra produksi jagung.Salah satunya berada di Kecamatan Mardinding dan
Lau Balang Tanah Karo. ’’Saya pikir mereka mengambil data salah, tidak
sesuai kenyataan di lapangan,” ujar Jemat.
Selain itu,musim
kemarau tahun ini yang lebih panjang dari tahun lalu berpotensi
menurunkan produksi jagung di Sumut.Apalagi,musim tanam bulan ini,
petani juga masih kekurangan pupuk. ’’Semua tahu bahwa pupuk langka di
pasaran. Padahal, tanpa pupuk,produksi jagung terganggu.Dengan
demikian, swasembada jagung tentu sulit dicapai tahun ini,” ujarnya.
(watson manalu)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net