Negeriku 63 thn telah
merdeka dari penjajahan
Terima kasih wahai
pejuang, kau telah rela berkorban
Namun nampaknya masih
sulit memperoleh keadilan
Yang merupakan
cita-cita luhur dari para pahlawan
Kalau kita simak di
TV dan di koran
Disana sini ada
berita yang sangat memprihatinkan
Ada yang salah
tangkap, terlanjur masuk tahanan
Rupanya
propesionalisme belum bisa diandalkan
Ada penegak hukum yang tertangkap basah
Menerima uang suap
milyard rupiah
Lalu dibuat scenario
agar “tidak bersalah”
Katanya berbisnis
permata tapi kemudian….. berubah
Ada pula berita pembunuhan berantai
Satu persatu
mangsanya dibantai
Di pekarangan rumah
para korban ditimbuni
Sayangnya kenapa tidak terdeteksi secara dini
Mereka yang duduk di kursi terhormat
Ikut bagi rejeki
disaat rakyat masih melarat
Budaya korupsi yang
sudah lama berkarat
Membuat bangsa ini
berbeban berat
Studi perbandingan
keluar negeri
Lalu kalau pulang apa
yang terjadi ??
Hasilnya belum
kelihatan sama sekali
Penyakit yang
lama belum juga terobati
Kembali kepada
masalah keadilan
Negara ini adalah
Negara Kesatuan
Tapi perlakuan yang
berbeda untuk setiap golongan
Membuat di negeri sendiri merasa tidak nyaman
Jakarta ibukota negara, kota
metropolitan
Gedungnya megah , tapi kumuh didaerah pinggiran
Halaman berubah
menjadi kolam jika turun hujan
Alasan yang klasik adalah
dari
Bogor
ada “air kiriman”
Dibuat aturan demi
kenyamanan
Untuk menertibkan
pedagang asongan
Trotoar tidak boleh
dipakai untuk jualan
Mungkinkah ini kalau
perut sudah keroncongan??
Patroli Kamtib datang dengan kenderaan
Melakukan razia
disepanjang jalan
Ahirnya terjadilah
adegan kucing-kucingan
Petugas datang ,pedagang
bersembunyi ditempat aman.
Lain lagi cerita tentang
macetnya jalan
Tiap pagi mau kerja
sudah merupakan “sarapan”
Di tempat tertentu
banyak orang yang melambaikan tangan
Menawarkan jasa
sebagai joki “ three in one”
Rupanya kepadatan di
jalan belum dapat terkendalikan
Apalagi motor
menjamur seperti perlombaan balapan
Suara knalpot yang
menderu adalah jadi kebanggaan
Tidak perduli bising dan mengganggu pendengaran
Bus dan angkot
berlomba cari muatan
Mengimbangi naiknya
BBM dan setoran harian
Tukang ojekpun tidak
mau ketinggalan
Menawarkan jasa kepada orang yang jalan
Kalau mencoba naik bus kota
Para pengamen mulai bernyanyi dengan gaya
Ada pula yang ngaku baru keluar dari penjara
Begitulah cara ngemis
yang setengah maksa
Pengamen dekil
bergantian dikenderaan umum
Suaranya ada
melengking ada yang mengaum
Kalau penumpang ngasih
ceceng bukan karena kagum
Tapi agar cepat berlalu karena tak tahan “harum”
Ada lagi berita tentang pagar makan tanaman
Suami istri dirampok
dan dibunuh tanpa belas kasihan
Rupanya pelakunya
adalah penjaga keamanan
Alasannya adalah terdesak dengan kebutuhan
Ada razia ditempat hiburan
Bukankah harusnya ini
dilakukan oleh aparat keamanan?
Negeri ini
kadang-kadang membingungkan
Siapakah sebenarnya
yang berhak menegakkan peraturan??
Negeri tercinta ,
alamnya kaya raya
Tapi hanya bisa
mengirim TKI kenegara tetangga
Merekapun dijuluki
dengan “pahlawan devisa”
Tapi apakah ini tidak
menyangkut martabat bangsa?
Setiap tahun wisuda
di tiap perguruan
Sarjana yang barupun
membuat lamaran
Tapi sayang hanya
sedikit lowongan
Wisuda, hanya merubah
status mahasiswa jadi pengangguran
Negeri ini luas
,subur dan indah
Tapi terlalu banyak orang yang serakah
Isi laut dan hutan
pun telah lama dijarah
Dan bencana alampun
semakin parah
Sebelum menduduki jabatan maka diambillah sumpah
Tapi lama-lama tidak lagi tergugah
oleh sejarah
Bahwa negeri ini diperjuangkan dengan cucuran darah
Sekiranya diberi nilai , maka raportnya kebanyakan
“merah”
Bas juma tuhur turah
dukut-dukut
Adi pediat
jadi rambah-rambah
Ngoge sajak
enda ula lit ukur sangkut
Adi pe lit gelah nangkutken page mbuah
=================linggaraja======================================