--- On Wed, 10/29/08, petbarus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: petbarus <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri.
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 29, 2008, 12:37 PM






Perubaten ternyata tidak hanya terjadi di Tanah karo, atau di 
Jakarta, tetapi juga di kalangen kalak karo di luar negeri.
Perubaten adalah dinamika. perubatan soal perkuah menurut sudah 
tidak sehat.
Stop perubaten yang tidak perlu dan menyita enerji itu. Buang jauh-
jauh. Mari kita manfaatkan milis ini sebaik-baiknya. jangan jadi 
ajang saling cikurak, saling mencari kejelekan.
STOP......STOP. ....STOP. ...STOP


--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, edison sembiring <[EMAIL PROTECTED] .> 
wrote:
>
> Turut prihatin..., Semoga persatuan kalak karo di Eropah tetap 
solid.
> 
> Salam,
> Edison S Maha
> Kuwait
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: Si Laga Man <juara_ginting@ ...>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Monday, October 27, 2008 5:26:38 PM
> Subject: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri.
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina 
<christina_gtg@ ...> wrote:
> "... Kepengurusan terbentuk lewat komunikasi jarak jauh itu tadi, 
ya
> memang begitu dari dulu, tapi kan nggak bisa dianggap kepengurusan 
itu
> ecek-ecek ..."
> 
> 
> Dari dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena 
kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas kegiatan-
kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam 
kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya adalah 
soal perubaten antar pribadi-pribadi.
> 
> 
> "... Masa Hartawati br Gurusinga jadi ketua Perkoeah (itu masa
> keemasan perkumpulan ini) ada rencana membuat akte notaris tapi tdk
> jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..."
> 
> 
> Apakah itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br 
Ginting sangat anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya 
tidak tahu. Saya sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba 
menjembataninya.
> 
> Soalnya begini, saya adalah tim sukses yang mengupayakan sdr. 
Hartawati Gurusinga terpilih menjadi ketua Perkoeah dengan 
menempatkan diri saya sendiri  sebagai wakil ketua. Karena Hartawati 
Gurusinga terpilih sebagai ketua,  beberapa orang mengambil jarak 
dari Perkoeah. Salah satu diantaranya adalah Christina br Ginting. 
Selanjutnya saya mencoba menjembatani masalah ini dengan melakukan 
pendekatan terhadap Christina br Ginting. Ketika Christina br 
Ginting terpilih sebagai wakil ketua, beberapa orang lainnya lalu 
mengambil jarak pula dari Perkoeah.
> 
> 
> " ... ada rencana membuat akte notaris tapi tdk jadi karena 
Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..."
> 
> 
> 
> Perkoeah sudah punya akte notaris dengan status sebagai yayasan 
(stichting).  Hartawati Gurusinga termasuk salah seorang 
pendirinya.  Akte itu telah dibuat jauh sebelum Hartawati pulang ke 
Indonesia.  Ini artinya kam memang sok tahu tentang Perkoeah,  
makanya kam membencinya, tapi mau menerima ketika saya menawarkan 
agar kam menjadi wakil ketua (untuk diusulkan kepada teman-teman, 
bukan mengangkat kam. Kalau akhirnya lobiku berhasil membuat kam 
jadi wakil ketua, itu lain lagi soalnya; seperti lobiku agar kam 
diterima sebagai wakil pemimpin umum Sora Mido waktu itu). 
> 
> 
> 
> ".. Sejak itulah perkumpulan ini merosot terus karena beberapa
> orang-orang Karo di Eropa yg dulu merasa bagian dari perkumpulan 
ini
> tidak lagi merasa tertarik. Buktinya  kerja tahun III tdk banyak 
lagi
> org yg muncul, enggo teremen beligan panitia asangken kalak si 
reh ..."
> 
> 
> Setahu saya, Perkoeah hanya pernah mengadakan kegiatan kerja 
tahun. Kegiatan-kegiatan masyarakat Karo di Belanda biasanya 
dilakukan oleh Tartar Bintang. Dalam pemberitaannya, terutama di 
milis ini, saya selalu menmpatkan kegiatan-kegiatan Tartar Bintang 
sebagai bagian Perkoeah (karena saya ingin Perkoeah kelihatan aktif 
dan kreatif)
> 
> Kalau itu yang dimaksud dengan Jaman Keemasan Perkoeah, 
berterimakasihlah kepada Tartar Bintang yang saya bentuk. Sampai 
saat ini, Tartar Bintang masih mendapat pesanan menari atau bermain 
musik. Hanya karena kesibukan saya dan keberadaan saya di Indonesia 
yang membuat saya menolak banyak pesanan.
> 
> Memang, Perkoeah berhasil menerbitkan kembali Sora Mido. Herannya, 
karena saya selalu menekankan peran Perkoeah dalam penerbitan 
kembali Sora Mido, orang-orang seperti tidak melihat peran saya 
dalam menggalang kekuatan sehingga orang-orang Karo di Eropah 
berkeinginan membantu penerbitan kembali Sora Mido. Bahkan saya yang 
ikut menyumbang uang untuk penerbitan Sora Mido (100 euro) 
sepertinya hilang ditelan bumi (dan saya tidak bilang apa-apa. )  
Dalam catatan saya,  Christina br Ginting tidak terlibat apa-apa 
dalam penerbitan kembali Sora Mido.  Nantinya, agar dia juga bisa 
terlibat, saya ajak bergabung dengan Sora Mido dan, bahkan, 
menempatkan dia sebagai wakil pemimpin umum (atas lobi saya ke teman-
teman yang lain).
> 
> Bayangkan, saya bersedia menempatkan perempuan menjadi ketua 
Perkoeah dan saya sendiri sebagai wakilnya. Bayangkan lagi, saya 
bersedia menempatkan Christina br Ginting sebaga wakil pemimpin umum 
Sora mido dan saya sendiri hanya seorang anggota redaksi. Keduanya 
bisa begitu karena lobi-lobi saya.
> 
> Sampai saat ini saya masih tetap positip terhadap perempuan. 
Perjuangan saya mengemansipasi perempuan tidak akan pernah berhenti 
hanya karena orang-orang menuduh saya "labo man acak-acakken ritik 
nggawang".
> 
> Sekarang, tercatat di dalam sejarah Karo, pemimpin redaksi 
perempuan Karo yang pertama adalah Ita Apulina Tarigan. Ini pula 
yang membuat beberapa perempuan, termasuk Christina, membenci saya.
> 
> Apakah perempuan selalu tidak suka bila perempuan lain 
dipersilahkan untuk maju? Itulah analisis saya dalam persoalan 
Perkoeah yang diributkan oleh Christina br Ginting. Masalah 
kecemburuan dan iri (sedikit ditambah dengki). Dia punya pandangan, 
saya juga punya pandangan.  
> 
> Soal mengundurkan diri, di milis ini juga Christina br Ginting 
pernah menghujat Perkoeah. Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan 
diri dari kepengurusan?
> 
> Dikatakannya, siapa yang ingin tahu alasan pengunduran dirinya 
silahkan mengirim email ke dia. Beberapa tahun lalu dia sudah 
mengirim email2 yang menjelek-jelekkan saya ke seluruh dunia. Dan 
saya tetap melakukan perjuangan untuk Karo, tak terpengaruh atas 
cekuraknya. Mengapa sekarang ingin mengulangi kembali apa yang sudah 
dilakukannya dua tahun lalu terhadap saya?
> 
> Saya jadi tertarik pada judul sebuah tulisan di milis ini: BEGU 
(sebuah renungan).
> 
> Juara R. Ginting
>

 














      

Kirim email ke