si dalih-dalihen kena ije nake  ? ingan sidalih-dalihen kin forum enda ??

 bujur




- In [email protected], ELSA LIBRA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  
>  
> Dear All,
>  
>  
> Saya sudah cukup lama ikut Milis ini, tidak terlalu aktif tapi terus
menyimak berita-berita yang muncul.
>  
> Rasanya kok ya tidak etis ya, kalau pembahasan seperti ini terus
menerus dilanjutkan.
> Milis ini kan bukan cuma untuk masyarakat karo di Eropa atau luar
negeri, tapi milik semua masyarakat karo yang masih merasa Orang Karo.
>  
> Maaf, saran saya, sebaiknya sudahi saja melanjutkan pertikaian ini
via milis.
>  
> Malu kalau dibaca rekan lain dari luar orang Karo. Bukan tidak
mungkin ada dari anggota milis yang memforward ke milis lain dan malah
jadi bahan ketawaan. Seolah-olah kita meng"amini" sebutan ACC untuk
masyarakat Karo.
>  
> Kalau memang merasa perlu diselesaikan, sebaiknya, melibatkan
orang-orang yang betul-betul terlibat.Jadi tidak semua orang Karo yang
jadi anggota Milis ikut-ikutan mengetahui belang dan
kejelekan-kejelekan orang yang tidak dikenal.
>  
> Rasanya gak enak nih, baca email yang isinya panas tiap hari...
> Tidak kenal siapa Nande A, Bapa B, Dll dll, tapi kok tiap hari
beritanya cuma rubatiii.... aja...
>  
> Semoga semua bisa menahan diri dan persoalan cepat selesai.
>  
>  
> Salam,
> Elsa Libra Iriani Tarigan
> UN Offices Jakarta
> 
> 
> --- On Mon, 10/27/08, Ginting Christina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: Ginting Christina <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri.
> To: [email protected], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
> Date: Monday, October 27, 2008, 8:09 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Dari dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena
kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas
kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam
kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya adalah
soal perubaten antar pribadi-pribadi.
> 
> Begitulah pintarnya sdr Juara Gtg memutarbalikkan semua
situasi-situasi dan kenyataan.
> Malahan saya  yang menjadi korban mengikuti Sdr juara Ginting. Malah
sejak saya masuk ke pengurusan di "perkoeah " saya justru dijauhi dgn
kade2 di Belanda bahkan kade2 yang di jerman (Hamburg). Juga salah
seorang Abangnta di Hamburg mengatakan kepada saya sendiri, "Sirang
mejuah-juah kita lebe ya ting " artinya sirang mejuah-juah selama saya
mengikuti Sdr juara gtg.
> 
> Apakah itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br
Ginting sangat anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak
tahu. Saya sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya.
> 
> Saya anti dengan "perkoeah" swaktu masa Nd Budi sebagai ketua anda
bilang, hahahahaha
> Justru swaktu Nd Budi ketua perkoeah tgl 10 januari 2004 Bukit
Lawang Day.
> Saya malahan membawa anggota Indonesia Muenchen untuk hadir bersama
Ibu ketua Indomu
> Ibu Yanti kreissig dan teman2 lainnya membawa langsung sumbangan
kami dari Indomu sebesar
> 850 euro. Malahan saya ikut mendukung justru sebaliknya malahan anda
yang habis2 an menjelek2kan Nd Budi kepada saya.
> 
> Dibawah ini ada bukti mail saya k "perkoeah" 
> Tgl Fri Jan 2, 2004 4:22 am 
> Bagepe man sinihamati kami ibu ketua Nd.Budy, dalam rapat IndonesiaMu,
> kami mau melaporkan bahwa dana yang sudah terkumpul.
> 
> Dari sumbangan masyarakat München dan Jemaat Indonesia München
649,23 Euro
> dan Ibu ketua mengatakan digenapkan ( diambil dari kas Indomu
)menjadi 700
> Euro.
> Dari kas Jerman Batak Selatan 150 Euro.
> Jadi total semua 850 Euro.
> Enda adipe labo galang jumlahna tapi kami berharap banci ibahan man 
> gambaran dari rasa kepedulian kami kerina yang berada di negeri orang
> ... sindauh dari kutanta atas musibah yang menimpa sebagian 
> saudara-saudara kita bukit lawang. Dana enda kari langsung kari
ibaba kami 
> ras ibereken langsung dari Ibu ketua Indomu Yanti kreissig ku Ibu ketua 
> Perkoeah kita Nd. Budi.
> 
> Bujur melala ras Tuhan memberkati kita kerina,
> Nd.Melissa Ginting.
> 
> 
> Apakah perempuan selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan
untuk maju? Itulah analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang
diributkan oleh Christina br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri
(sedikit ditambah dengki). Dia punya pandangan, saya juga punya
pandangan.  
> 
> Kalau mengenai pandangan tentang Anda dan saya.
> Semua kade2nta i Eropah, terutama kade2nta yang di Belanda tau siapa
ANDA, dan tau siapa saya.
> Silahkan Turang senina sikunihamati bas milist enda nungkun secara
pribadi siapa sdr Juara ginting ku kade2nta si lit i Eropa. Enda mail
pribadina [EMAIL PROTECTED] com
> [EMAIL PROTECTED] de
> 
> Soal mengundurkan diri, di milis ini juga Christina br Ginting
pernah menghujat Perkoeah. Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan
diri dari kepengurusan?
> 
> Saya tidak pernah menghujat "perkoeah", anda saja yang
menginterprestasika n kata2 saya.
> Saya mengeluarkan surat pengunduran diri biar nggak ada lagi sangkut
pautnya dgn perkumpulan ini makanya saya menyatakan mundur dari
kepengurusan itu. 
> Supaya saya merasa aman saja.
> Itu saja maksud saya. 
>  
> Christina gtg.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> From: Si Laga Man <juara_ginting@ yahoo.co. uk>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Monday, October 27, 2008 11:26:38 AM
> Subject: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri.
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina <christina_gtg@
...> wrote:
> "... Kepengurusan terbentuk lewat komunikasi jarak jauh itu tadi, ya
> memang begitu dari dulu, tapi kan nggak bisa dianggap kepengurusan itu
> ecek-ecek ..."
> 
> 
> Dari dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena
kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas
kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam
kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya adalah
soal perubaten antar pribadi-pribadi.
> 
> 
> "... Masa Hartawati br Gurusinga jadi ketua Perkoeah (itu masa
> keemasan perkumpulan ini) ada rencana membuat akte notaris tapi tdk
> jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..."
> 
> 
> Apakah itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br
Ginting sangat anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak
tahu. Saya sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya.
> 
> Soalnya begini, saya adalah tim sukses yang mengupayakan sdr.
Hartawati Gurusinga terpilih menjadi ketua Perkoeah dengan menempatkan
diri saya sendiri  sebagai wakil ketua. Karena Hartawati Gurusinga
terpilih sebagai ketua,  beberapa orang mengambil jarak dari Perkoeah.
Salah satu diantaranya adalah Christina br Ginting. Selanjutnya saya
mencoba menjembatani masalah ini dengan melakukan pendekatan terhadap
Christina br Ginting. Ketika Christina br Ginting terpilih sebagai
wakil ketua, beberapa orang lainnya lalu mengambil jarak pula dari
Perkoeah.
> 
> 
> " ... ada rencana membuat akte notaris tapi tdk jadi karena
Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..."
> 
> 
> 
> Perkoeah sudah punya akte notaris dengan status sebagai yayasan
(stichting).  Hartawati Gurusinga termasuk salah seorang pendirinya. 
Akte itu telah dibuat jauh sebelum Hartawati pulang ke Indonesia.  Ini
artinya kam memang sok tahu tentang Perkoeah,  makanya kam
membencinya, tapi mau menerima ketika saya menawarkan agar kam menjadi
wakil ketua (untuk diusulkan kepada teman-teman, bukan mengangkat kam.
Kalau akhirnya lobiku berhasil membuat kam jadi wakil ketua, itu lain
lagi soalnya; seperti lobiku agar kam diterima sebagai wakil pemimpin
umum Sora Mido waktu itu). 
> 
> 
> 
> ".. Sejak itulah perkumpulan ini merosot terus karena beberapa
> orang-orang Karo di Eropa yg dulu merasa bagian dari perkumpulan ini
> tidak lagi merasa tertarik. Buktinya  kerja tahun III tdk banyak lagi
> org yg muncul, enggo teremen beligan panitia asangken kalak si reh ..."
> 
> 
> Setahu saya, Perkoeah hanya pernah mengadakan kegiatan kerja tahun.
Kegiatan-kegiatan masyarakat Karo di Belanda biasanya dilakukan oleh
Tartar Bintang. Dalam pemberitaannya, terutama di milis ini, saya
selalu menmpatkan kegiatan-kegiatan Tartar Bintang sebagai bagian
Perkoeah (karena saya ingin Perkoeah kelihatan aktif dan kreatif)
> 
> Kalau itu yang dimaksud dengan Jaman Keemasan Perkoeah,
berterimakasihlah kepada Tartar Bintang yang saya bentuk. Sampai saat
ini, Tartar Bintang masih mendapat pesanan menari atau bermain musik.
Hanya karena kesibukan saya dan keberadaan saya di Indonesia yang
membuat saya menolak banyak pesanan.
> 
> Memang, Perkoeah berhasil menerbitkan kembali Sora Mido. Herannya,
karena saya selalu menekankan peran Perkoeah dalam penerbitan kembali
Sora Mido, orang-orang seperti tidak melihat peran saya dalam
menggalang kekuatan sehingga orang-orang Karo di Eropah berkeinginan
membantu penerbitan kembali Sora Mido. Bahkan saya yang ikut
menyumbang uang untuk penerbitan Sora Mido (100 euro) sepertinya
hilang ditelan bumi (dan saya tidak bilang apa-apa. )  Dalam catatan
saya,  Christina br Ginting tidak terlibat apa-apa dalam penerbitan
kembali Sora Mido.  Nantinya, agar dia juga bisa terlibat, saya ajak
bergabung dengan Sora Mido dan, bahkan, menempatkan dia sebagai wakil
pemimpin umum (atas lobi saya ke teman-teman yang lain).
> 
> Bayangkan, saya bersedia menempatkan perempuan menjadi ketua
Perkoeah dan saya sendiri sebagai wakilnya. Bayangkan lagi, saya
bersedia menempatkan Christina br Ginting sebaga wakil pemimpin umum
Sora mido dan saya sendiri hanya seorang anggota redaksi. Keduanya
bisa begitu karena lobi-lobi saya.
> 
> Sampai saat ini saya masih tetap positip terhadap perempuan.
Perjuangan saya mengemansipasi perempuan tidak akan pernah berhenti
hanya karena orang-orang menuduh saya "labo man acak-acakken ritik
nggawang".
> 
> Sekarang, tercatat di dalam sejarah Karo, pemimpin redaksi perempuan
Karo yang pertama adalah Ita Apulina Tarigan. Ini pula yang membuat
beberapa perempuan, termasuk Christina, membenci saya.
> 
> Apakah perempuan selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan
untuk maju? Itulah analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang
diributkan oleh Christina br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri
(sedikit ditambah dengki). Dia punya pandangan, saya juga punya
pandangan.  
> 
> Soal mengundurkan diri, di milis ini juga Christina br Ginting
pernah menghujat Perkoeah. Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan
diri dari kepengurusan?
> 
> Dikatakannya, siapa yang ingin tahu alasan pengunduran dirinya
silahkan mengirim email ke dia. Beberapa tahun lalu dia sudah mengirim
email2 yang menjelek-jelekkan saya ke seluruh dunia. Dan saya tetap
melakukan perjuangan untuk Karo, tak terpengaruh atas cekuraknya.
Mengapa sekarang ingin mengulangi kembali apa yang sudah dilakukannya
dua tahun lalu terhadap saya?
> 
> Saya jadi tertarik pada judul sebuah tulisan di milis ini: BEGU
(sebuah renungan).
> 
> Juara R. Ginting
>


Kirim email ke