Mejuah-juah Bang Minal...

Saya pikir baiknya bang Minal bisa bedakan antara orang China yang di RRC sana 
dengan orang Tionghoa yang sudah beranak cucu di Indonesia...jd jangan pukul 
rata...saya juga mempunyai darah Tionghoa dari suku Kanton dan kadang juga 
kurang nyaman apabila seakan-akan bahasa Hokian yang mendominasi.

Saya ketika ke Medan dan Saribudolok,saya bisa melihat sendiri di mana warga 
Tionghoa di sana tidak mau bergaul dengan masyarakat setempat (hindari kata 
pribumi....),mereka mmg membuat komunitas eksklusif mungkin karena mereka masih 
lebih banyak yang Budha dan Konghucu sehingga lebih nyaman bergaul dengan 
sesama mereka sendiri ketimbang dengan orang Karo,Simalungun,Toba,Melayu dll 
yang Kristen atau Islam.

Tp jika bang minal ke sini (sorong-papua barat) maka saya rasa pandangan miring 
itu akan hilang karena kalak Tionghoa di sini bergabung dengan masyarakat 
setempat dan rata-rata tidak bisa berbahasa Hokian ataupun Mandarin juga lebih 
banyak yang masuk mengikuti agama penduduk di sini yaitu kristen...

Jadi tidak pada semua tempat Kalak Tionghoa itu eksklusif dan ga mau bergabung 
dengan penduduk setempat..setidaknya bisa abang temukan di wilayah kantong2 
kristen seperti Papua,Maluku dan NTT...lucunya di Sulut mirip dengan di 
Sumut..tanya kenapa??

Salam & Bujur

Michael Franz "Girsang"
www.sevilla99.wordpress.com
----------------------------------------------------------------------

--- On Sat, 12/20/08, aldy minal <[email protected]> wrote:
From: aldy minal <[email protected]>
Subject: [infokaro] UGA NINTA
To: [email protected]
Date: Saturday, December 20, 2008, 9:08 AM










    
            mejuah-juah man banta kerina...
nderbih berngi erntangkel aku ...
megogo kel ateku ngidah keadaannta khususna si tading Medan sekitarna...
piga2 wari singgo lewat kubaca koran siberitana emekap etnis tionghoa diberikan 
kebebasan berpolitik..
etnis tionghoa bebas mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, exekutif 
bahkan sampai presiden...

ersentabi aku manbandu ntah lit bas milis enda sibersangkuten kalak cina,..
labo aku anti kalak cina..tapi aku cuma merasa khususna kota medan sedang i 
jajah kalak cina...
cuma bedana njajahsa la pake angkat senjata...melainkan dengan ekonomi...

contoh...
kubaca iklan lowongen kerja bas koran analisa.
melala kel gundari persyaratenna harus menguasai bahasa hokien..!!!
engkai maka harus bahasa hokien? padahal bahasa
 internasional labo bahasa hokien melainkan bahasa inggris.
konsumenna pe kuakap krina nge ngetehsa bahasa indonesia. sedangkan perusahaan 
si bonafit bagi telkomsel, indosat ras sidebanna saja lapernah make bahasa 
hokien.
enda artina kalak cina hanya sedikit memberikan peluang kerja kepada masyarakat 
pribumi.
kalak cina hanya memprioritaskan bangsana sendiri untuk maju....
adi si tulihken ku pulau jawa...jah kalak cina la bagi kalak cina medan...
adi jakarta kalak cina lalit menggunakan bahasa cina bas sehari-harina. ..
jah kalak cina berbaur ras masyarakat pribumi...
ndauh kel perbedaanna ras medan..
memang kuakui peran serta kalak cina sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan 
ekonomi indonesia
tapi adi khusus i Medan kuakap labo sada kebujuren bagi kai si enggo inilakoken 
kalak cina enda.

harus kah kita diam..?????? ???
adi kita sinik kuakap masyarakat medan lanai bo jadi kaipe!

sibarem lebe bas aku
 nari..
mejuah-juah 

Reynaldy Sinulingga (hantu_keluyuran)



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke