Mejuah - juah.... Sebagai manusia yg hidup dan punya budaya "kelihatannya" tidak akan menjadi masalah. Namun bila sudah melewati batas antar negara, ini yg harus di tanggapi dengan serius. Beberapa tahun yg lalu Lee Kwan Yu ( senior PM Singapore ) mengumpulkan para etnis Cina se dunia di Singapore .........nah konon kabarnya beberapa hadir dari Indonesia ini....ini lah yg perlu serius di lihat....tapi ula i "generalisasi" sebab lit kang etnis enda darehna e ngenca Cina tapi "nggeluh tah mate-pe aku tetap Indonesia nina". Dareh....labo banci i pisahken antara negara..... Salah satu negara di kepulauan Pasifik....pernah presiden-na la keturunen penduduk asli setempat......sanga terjadi gejolak bas negara-na ternyata ia kiam ku negara asal budaya-na janah i lindungi i jah........ Tapi lit kang negara si ipimpin la penduduk asli negara e....maju ibanna negara e....... Memang mesera kel ernihenca....." buk radu mbiring, tapi isi takal ise metehsa"........mungkin jadi lit kang temannta e pe rukur ( ngakai aku lahir bas etnis si e ??????? adi ateku mengabdi ku negara enda ????>>>>>>banci jadi ya ?????? tapi kuakap labo lit bage ) Ku akap kembali ku bas ukur- temannta e......adi ukurna mehuli engkai makana la si aloken....... kuakap si perluna...mari si tingkatken pengawasen man kerina pejabat2 ula sinin ija nari ia reh-na, tapi kai si ibahan-na... marilah si pisahken budaya ras politik. bujur...
--- On Sun, 12/21/08, Michael Franz <[email protected]> wrote: From: Michael Franz <[email protected]> Subject: Re: [infokaro] UGA NINTA To: [email protected] Date: Sunday, December 21, 2008, 7:04 AM Mejuah-juah Bang Minal... Saya pikir baiknya bang Minal bisa bedakan antara orang China yang di RRC sana dengan orang Tionghoa yang sudah beranak cucu di Indonesia... jd jangan pukul rata...saya juga mempunyai darah Tionghoa dari suku Kanton dan kadang juga kurang nyaman apabila seakan-akan bahasa Hokian yang mendominasi. Saya ketika ke Medan dan Saribudolok, saya bisa melihat sendiri di mana warga Tionghoa di sana tidak mau bergaul dengan masyarakat setempat (hindari kata pribumi....) ,mereka mmg membuat komunitas eksklusif mungkin karena mereka masih lebih banyak yang Budha dan Konghucu sehingga lebih nyaman bergaul dengan sesama mereka sendiri ketimbang dengan orang Karo,Simalungun, Toba,Melayu dll yang Kristen atau Islam. Tp jika bang minal ke sini (sorong-papua barat) maka saya rasa pandangan miring itu akan hilang karena kalak Tionghoa di sini bergabung dengan masyarakat setempat dan rata-rata tidak bisa berbahasa Hokian ataupun Mandarin juga lebih banyak yang masuk mengikuti agama penduduk di sini yaitu kristen... Jadi tidak pada semua tempat Kalak Tionghoa itu eksklusif dan ga mau bergabung dengan penduduk setempat..setidakny a bisa abang temukan di wilayah kantong2 kristen seperti Papua,Maluku dan NTT...lucunya di Sulut mirip dengan di Sumut..tanya kenapa?? Salam & Bujur Michael Franz "Girsang" www.sevilla99. wordpress. com ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- ---- --- On Sat, 12/20/08, aldy minal <bank_mi...@yahoo. com> wrote: From: aldy minal <bank_mi...@yahoo. com> Subject: [infokaro] UGA NINTA To: infok...@yahoogroup s.com Date: Saturday, December 20, 2008, 9:08 AM mejuah-juah man banta kerina... nderbih berngi erntangkel aku ... megogo kel ateku ngidah keadaannta khususna si tading Medan sekitarna... piga2 wari singgo lewat kubaca koran siberitana emekap etnis tionghoa diberikan kebebasan berpolitik.. etnis tionghoa bebas mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, exekutif bahkan sampai presiden... ersentabi aku manbandu ntah lit bas milis enda sibersangkuten kalak cina,.. labo aku anti kalak cina..tapi aku cuma merasa khususna kota medan sedang i jajah kalak cina... cuma bedana njajahsa la pake angkat senjata...melainkan dengan ekonomi... contoh... kubaca iklan lowongen kerja bas koran analisa. melala kel gundari persyaratenna harus menguasai bahasa hokien..!!! engkai maka harus bahasa hokien? padahal bahasa internasional labo bahasa hokien melainkan bahasa inggris. konsumenna pe kuakap krina nge ngetehsa bahasa indonesia. sedangkan perusahaan si bonafit bagi telkomsel, indosat ras sidebanna saja lapernah make bahasa hokien. enda artina kalak cina hanya sedikit memberikan peluang kerja kepada masyarakat pribumi. kalak cina hanya memprioritaskan bangsana sendiri untuk maju.... adi si tulihken ku pulau jawa...jah kalak cina la bagi kalak cina medan... adi jakarta kalak cina lalit menggunakan bahasa cina bas sehari-harina. .. jah kalak cina berbaur ras masyarakat pribumi... ndauh kel perbedaanna ras medan.. memang kuakui peran serta kalak cina sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia tapi adi khusus i Medan kuakap labo sada kebujuren bagi kai si enggo inilakoken kalak cina enda. harus kah kita diam..?????? ??? adi kita sinik kuakap masyarakat medan lanai bo jadi kaipe! sibarem lebe bas aku nari.. mejuah-juah Reynaldy Sinulingga (hantu_keluyuran)
