GM PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Ir Manerep Pasaribu MM didampingi GM PLN 
Pembangkitan Sumbagut Ir Misbachul Munir dan GM PLN Pikitring SUAR Ir Indra 
Pribadi mengatakan, PLN Regional Sumut dulu terkenal dengan pemadaman listrik 
sejak 4 tahun lalu, karena divisit sebesar 150 sampai 200 MW.

Hal itu dikatakan, Ir Manerep Pasaribu Mm di Medan saat teleconference dengan 
Dirut PT PLN (Persero) Pusat Fahmi Muchtar, Komisaris Utama Hilal Hamdi, 
Wadirut Rudianta, Direktur SDM Supriyadi dan jajaran direksi lainnya, Rabu 
(31/12) dinihari sekitar pukul 24.30 WIB. Acara dipandu Manager Humas PLN Pusat 
Ariyo Subijoko.

“Tapi sejak Juli 2008, pemadaman listrik di Sumut sudah bisa diatasi dan 
diselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini kita deklarasikan kepada 
masyarakat dan stakeholders pemadaman di Sumut sudah selesai. Ini semua berkat 
usaha bersama yang kita galang secara gotong royong,” kata Manerep.

Dikatakan Manerep, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi 
2009, PLN Regional Sumut lebih yakin dan lebih siap menghadapi Pemilu, karena 
pembangkit listrik yang akan masuk cukup banyak.

“Sebagai laporan kami tentang kondisi kelistrikan di Sumut saat ini bahwa beban 
puncak sekitar 1200 MW dan selama Natal dan Tahun Baru 2009 tidak ada 
pemadaman, malahan kita punya cadangan sekitar 200 MW, jadi cukup bagus,” 
katanya.

Dijelaskan Manerep, upaya yang dilakukan PLN Regional Sumut sehingga pemadaman 
listrik di daerah ini bisa diatasi adalah masuknya PLTG Paya Pasir di Glugur ke 
sistem, adanya perbaikan-perbaikan turbin pembangkit sebesar 120 MW, masuknya 
PLTD 65 MW dan memaksimalkan pasokan dari PT Inalum yang selama ini hanya 45 
MW, kini sudah 90 MW.

“Tahun 2009 akan ada lagi pembangkit yang akan masuk ke sistem antara lain PLTA 
Labuhan Angin unit 2, sementara unit 1 sudah masuk ke sistem pada Oktober 2008 
lalu. Ini semua cukup bagus dan membuat suasana kelistrikan dan harapan di 
Sumut menjadi lebih positif lagi,” katanya.

Komisaris Utama PLN Pusat Hilal Hamdi menanggapi laporan kondisi kelistrikan 
Sumut tersebut mengharapkan, tahun 2009, PLN Sumut agar bisa melangkah lebih 
baik lagi.

Sementara Dirut PLN Fahmi Muchtar mengatakan, pihaknya selama ini cukup 
mengikuti perkembangan kelistrikan di Sumut, karena memang termasuk daerah yang 
krisis dan kritis, sehingga apa yang terjadi di Sumut sangat mempengaruhi PLN 
secara menyeluruh.
“Oleh karena itu saya berterimakasih kepada seluruh jajaran PLN Regional Sumut, 
baik itu PLN Pembangkit Sumbagut dan PLN wilayah Sumut maupun PLN Pikitring 
SUAR yang telah bekerja secara bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan 
yang ada di Sumut,” kata Fahmi.

Ia menghimbau, proyek-proyek pembangkit listrik yang sedang dikerjakan di Sumut 
agar segera diselesaikan dan dilakukan efesiensi. Misalnya pemakaian BBM supaya 
dikurangi, karena sesuai data menunjukkan bahwa PLN Sumut “peminum” BBM, 
sehingga biaya produksi terbesar adalah PLN Sumut, karena sebagian besar 
pembangkit listriknya memakai BBM.

“Jadi harapan kami di tahun 2009 ini, situasi listrik di Sumut semakin baik dan 
barangkali pimpinan PLN Regional Sumut harus bekerja keras untuk mendatangkan 
gas, termasuk bagaimana mengoperasikan secara optimal PLTA Labuhan Angin,” 
katanya.
Menurut Dirut, di tahun 2009 ini tantangan PLN semakin besar, karena menjelang 
Pemilu. “Di daerah pemilihan Sumut terkenal dengan istilah berbicara dulu baru 
berpikir. Saya yakin kita semua bisa menghadapi 2009 dengan persyaratan harus 
bersatu menghadapi persoalan yang dihadapi,” kata Fahmi.

Tentang kerjasama yang dijalin PLN Regional Sumut dengan PT Inalum, kata Fahmi 
kerjasama tersebut merupakan langkah yang baik. Teleconference dari Jakarta 
tersebut juga dilakukan kepada sejumlah PLN Wilayah di Indonesia antara lain 
PLN Manado, PLN Papua, PLN Kaltim, PLN Riau dan lainnya.

Sumber: 
http://hariansib.com/2009/01/05/pln-sumut-deklarasikan-tidak-ada-lagi-pemadaman-listrik/

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke