Tekanan-tekanan hidup
Perubahan situasi dan kondisi krisis global saat ini, membawa perasaan banyak
jiwa menjadi gundah, khawatir, takut, emosi tinggi, dan tidak sedikit yang
menjadi kebingungan akan kelanjutan kehidupannya di masa depan.
Banyak orang yang kemudian sulit menggambarkan perasaan yang sesungguhnya
sedang dialaminya, sehingga hanya semakin menambah banyaknya pribadi yang
mengalami tekanan-tekanan dalam hidupnya.
Namun, tidak sedikit pribadi yang mengalami perubahan dari tidak serius menjadi
lebih serius dalam bekerja, lebih rajin dalam berjuang menjalankan usaha dan
bisnis.
Sebetulnya, ada dua pola tekanan – yang satu demikian cantiknya sehingga tidak
dirasakan sebagai tekanan; dan yang satu lagi demikian menyiksanya sehingga
merenggut seseorang keluar dari kenyamanan rumah tangganya dan menjadikan
jalanan sebagai tempat tinggalnya.
Berikut adalah beberapa tekanan yang mungkin sedang menghimpit kita dari
kebebasan yang semestinya, yang disarikan dari pointers Mario Teguh Morning
Talk – Under Pressure :
1. Tekanan Persepsi
Pelajaran dan tuntunan itu tampil dan ada se-nyata batu yang tergigit dalam
kunyahan nasi, dan tidak untuk dipersepsikan selain sebagai yang telah
terbuktikan.
Tetapi persepsi kita – cara pandang yang dihasilkan oleh pendapat dan
pengertian kita, sering membuat kita menerapkan pendekatan pada hidup, yang
membuat kita berpacu kencang terbentur-bentur di jalan-jalan lingkar yang
rumit, hanya untuk dipaksa masuk kembali ke jalan yang paling mendekatkan.
Dalam kondisi seperti saat ini, banyak di antara kita yang memajukan persepsi
masing-masing yang pada akhirnya menjadi sebuah ajang peperangan yang saling
menjelekkan persepsi orang lain.
2. Tekanan Kebutuhan
Bila seseorang bisa sampai pada keadaan di mana dia tidak dapat memenuhi
kebutuhan dasarnya, pasti ada hal-hal yang harus diperbaiki pada
persepsi-persepsi, keputusan-keputusan, dan cara-caranya.
Karena, kita sering membutuhkan yang tidak kita butuhkan, dan dengan keyakinan
yang tidak mengerti, menafikan yang paling kita butuhkan.
Dalam suasana krisis global seperti ini, banyak orang yang merasa berada dalam
tekanan kebutuhan yang terjadi sebagai akibat tidak tegasnya terhadap
pilihan-pilihan keputusan yang baik.
3. Tekanan Keinginan
Ada anggapan bahwa semakin banyak keinginan kita, akan semakin tinggi tingkat
tekanan hidup kita. Itu tidak sepenuhnya benar.
Karena tidak semua keinginan memberikan beban yang berat.
Hanya keinginan-keinginan yang tidak didasari oleh nilai-nilai yang baik, yang
akan menghasilkan pemaksaan-pemaksaan diri yang berat.
Dalam perasaan dan kondisi yang menghimpit ini, kita sering meminta kepada
Beliau Yang Maha Memiliki agar memenuhi seluruh keinginan kita dengan cara-cara
yang tidak mendekatkan kita bagi terbagikannya izin dari-Nya untuk memenuhi.
4. Tekanan Kewajiban
Kewajiban minimal kita hanya sebanding dengan kebutuhan dasar kita.
Tetapi kita semua terdorong untuk mencapai tingkat-tingkat yang lebih tinggi
dari tingkat di mana kita berada sekarang, yang menghasilkan pembengkakan dari
kewajiban-kewajiban kita.
Sehingga kita membuat lebih banyak perjanjian. Kita terlibat dalam lebih banyak
kesibukan dan keharusan.
Berbagai tekanan yang melanda kita,mengkomposisikan perasan dan pikiran yang
penuh sesak dengan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan untuk memenuhi
seluruh kebutuhan.
5. Tekanan Umur
Ini adalah tekanan yang paling sering tidak kita rasakan, sampai saat di mana
batasan-batasan umur menjadi aktif dalam mempermalukan keinginan-keinginan kita.
Itu sebabnya kita membutuhkan pengingatan yang terus menerus mengenai keharusan
untuk memaksimalkan upaya agar kita menjadi apa pun yang bisa kita capai,
selama umur masih ramah membagi tenaga-nya kepada kita.
Tekanan-tekanan itu begitu menghimpit kehidupan kita, yang membuat di antara
kita yang merasa tak bebas lagi melangkah dalam menjadikan diri ini sebagaimana
seharusnya menjadi.
Langkah-langkah yang sebelumnya gagah, menjadi tertahan seakan-akan tidak ada
lagi jalan dan cara lain untuk menuju pencapaian-pencapaian yang lebih baik di
masa depan.
Jika kita ikhlas dalam menjalani dan menerima semua yang terjadi dalam
kehidupan ini,maka sebetulnya banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik
untuk kita lebih berani berjalan.
Mudah-mudahan pengertian ini dapat menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih
berbahagia dalam kedamaian yang penuh kesyukuran.
Extracted from Mario Teguh Morning Talk's pointer – Under Pressure by Elisa
Christanto
[email protected]
Terima Kasih,
Steven Amor Tarigan
" Isi dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia namun,
Tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan satu orang yang serakah ! "
" Janganlah Engkau berjalan didepanku karena aku tidak akan mengikutimu,
Dan janganlah Engkau berjalan dibelakangku karena aku tidak akan memimpinmu,
Tetapi berjalanlah disampingku karena Engkau akan menjadi temanku"