Benang merah (keterkaitan) kerusuhan di kebun PTPN-2 Air Tenang, Desa Kwala 
Musam, Kecamatan Batang Sarangan, Langkat, dengan demo brutal massa Protap, 
mulai dirajut. Karena itu, Kabid Humas Poldasu Kombes (Pol) Drs Baharudin 
Djafar Msi kemarin mengaku amat membutuhkan info (dari warga) soal dua insiden 
massa yang waktunya tak lama bertaut itu.

“Kita akan bertindak dan menangkapnya (kalau ada buktinya),” kata Baharudin, 
berharap bantuan informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat. Ditanya soal 
konflik PTPN 2 Langkat yang terus mencekam, “Sudah ada tim khusus yang 
menyelesaikan kasus itu ke Langkat,” jawabnya.

Sementara, Kapolres Langkat AKBP Dodi Marsidy ketika disinggung soal ini enggan 
berkomentar banyak. “Polres Langkat tidak dilibatkan dalam penyelidikan kasus 
demo Protap, jadi silahkan saja langsung tanya kepada penyidiknya ya,” elaknya.

Seperti diketahui, sebelum demo brutal massa Protap, kasus massa terakhir 
(bekas) yang ditangani Kapolda Sumut Irjen (Pol) Nanan Soekarna adalah 
kerusuhan mencekam berhari-hari di kebun PTPN-2 Air Tenang, Desa Kwala Musam, 
Kecamatan Batang Sarangan. Tapi kasus melibatkan kolusi banyak aparat ini 
tenggelam begitu demo Protap pecah dan berujung kematian Ketua DPRD Sumut, 
Abdul Azis Angkat.

Sejumlah laporan warga di Langkat menyebut, pentolan mafia di balik kerusuhan 
PTPN 2 Langkat juga punya andil besar dalam kerusahan massa Protap di gedung 
DPRD Sumut itu. “Dia (bos mafia itu) kejam. Bahkan sebenarnya lebih kejam dari 
salahseorang preman besar Sumut. Lihatlah kalau anak buahnya beraksi, main 
perkosa, main bakar rumah warga seenaknya,” kata sejumlah warga Batang 
Serangan, seraya ketakutan namanya dicatut.

Menurut warga di sana, target sang bos mafia adalah Irjen (Pol) Nanan Soekarna 
terjungkal dari jabatan Kapolda Sumut. Motifnya, agar kasus sejumlah kerusuhan 
berdarah di kebun PTPN 2 Langkat ‘terlupakan’. Begitu juga nama-nama yang 
terlibat yang telah ‘diteropong’ pihak Polda Sumut.

Karena itulah, sejumlah massa untuk demo Protap pada Selasa 3 Februari silam 
banyak dipasok dari Langkat. Koordinator massa dari sana juga telah ditangkap. 
Jika isu santer ini benar, berhasil lah target sang mafia yang namanya amat 
terkenal di Langkat. Kapolda Sumut Irjen (Pol) Nanan Soekarna telah digantikan 
oleh Brigjen (Pol) Badrodin Haiti. 

Sumber: http://posmetro-medan.com/index.php?open=view&newsid=3329

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke