Kalau berita-berita Pos Metro kita angkat ke milis ini, bisa pening
kita nanti, naké. Coba kita baca sebentar kutipan berita Pos Metro ini:

"... Sejumlah laporan warga di Langkat menyebut, pentolan mafia di
balik kerusuhan PTPN 2 Langkat juga punya andil besar dalam kerusahan
massa Protap di gedung DPRD Sumut itu. "Dia (bos mafia itu) kejam.
Bahkan sebenarnya lebih kejam dari salahseorang preman besar Sumut.
Lihatlah kalau anak buahnya beraksi, main perkosa, main bakar rumah
warga seenaknya," kata sejumlah warga Batang Serangan, seraya
ketakutan namanya dicatut... Menurut warga di sana, target sang bos
mafia adalah Irjen (Pol) Nanan Soekarna terjungkal dari jabatan
Kapolda Sumut. Motifnya, agar kasus sejumlah kerusuhan berdarah di
kebun PTPN 2 Langkat `terlupakan'. Begitu juga nama-nama yang terlibat
yang telah `diteropong' pihak Polda Sumut ..."

Hebat kali "warga di sana" bisa menganalisis target bos mafia itu
adalah Nanan Soekarna. Dan kita percaya begitu saja terhadap berita
ini? Ngeri kurasa bukan terhadap bos mafia itu tapi terhadap Pos
Metro. Sebaiknya kita tempatkan saja koran ini memang di tempatnya
yang layak.

Jangan-jangan ada pulak usaha melibat-libatkan orang Karo dalam kasus
Protap alias "cari kawan senasib". Sengget kita nanti apa "ekor" dari
berita seperti ini. Mudah-mudahan tidak senjata makan tuan kita yang
mempercayai berita seperti ini (Ada baiknya jeli sedikit melihat
situasi di sekitar kita, terutama situasi di Langkat. La pé
kusingetken kal, aturenna enggom kita siangkan))

jg


--- In [email protected], Alexander Firdaust <daustco...@...>
wrote:
>
> Benang merah (keterkaitan) kerusuhan di kebun PTPN-2 Air Tenang,
Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Sarangan, Langkat, dengan demo
brutal massa Protap, mulai dirajut. Karena itu, Kabid Humas Poldasu
Kombes (Pol) Drs Baharudin Djafar Msi kemarin mengaku amat membutuhkan
info (dari warga) soal dua insiden massa yang waktunya tak lama
bertaut itu.
> 
> "Kita akan bertindak dan menangkapnya (kalau ada buktinya)," kata
Baharudin, berharap bantuan informasi sebanyak-banyaknya dari
masyarakat. Ditanya soal konflik PTPN 2 Langkat yang terus mencekam,
"Sudah ada tim khusus yang menyelesaikan kasus itu ke Langkat," jawabnya.
> 
> Sementara, Kapolres Langkat AKBP Dodi Marsidy ketika disinggung soal
ini enggan berkomentar banyak. "Polres Langkat tidak dilibatkan dalam
penyelidikan kasus demo Protap, jadi silahkan saja langsung tanya
kepada penyidiknya ya," elaknya.
> 
> Seperti diketahui, sebelum demo brutal massa Protap, kasus massa
terakhir (bekas) yang ditangani Kapolda Sumut Irjen (Pol) Nanan
Soekarna adalah kerusuhan mencekam berhari-hari di kebun PTPN-2 Air
Tenang, Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Sarangan. Tapi kasus
melibatkan kolusi banyak aparat ini tenggelam begitu demo Protap pecah
dan berujung kematian Ketua DPRD Sumut, Abdul Azis Angkat.
> 
> Sejumlah laporan warga di Langkat menyebut, pentolan mafia di balik
kerusuhan PTPN 2 Langkat juga punya andil besar dalam kerusahan massa
Protap di gedung DPRD Sumut itu. "Dia (bos mafia itu) kejam. Bahkan
sebenarnya lebih kejam dari salahseorang preman besar Sumut. Lihatlah
kalau anak buahnya beraksi, main perkosa, main bakar rumah warga
seenaknya," kata sejumlah warga Batang Serangan, seraya ketakutan
namanya dicatut.
> 
> Menurut warga di sana, target sang bos mafia adalah Irjen (Pol)
Nanan Soekarna terjungkal dari jabatan Kapolda Sumut. Motifnya, agar
kasus sejumlah kerusuhan berdarah di kebun PTPN 2 Langkat
`terlupakan'. Begitu juga nama-nama yang terlibat yang telah
`diteropong' pihak Polda Sumut.
> 
> Karena itulah, sejumlah massa untuk demo Protap pada Selasa 3
Februari silam banyak dipasok dari Langkat. Koordinator massa dari
sana juga telah ditangkap. Jika isu santer ini benar, berhasil lah
target sang mafia yang namanya amat terkenal di Langkat. Kapolda Sumut
Irjen (Pol) Nanan Soekarna telah digantikan oleh Brigjen (Pol)
Badrodin Haiti. 
> 
> Sumber: http://posmetro-medan.com/index.php?open=view&newsid=3329
> 
> Salam Mejuah Juah
> 
> Karo Cyber Community
>


Kirim email ke