Kesabaran sebagian masyarakat di desa-desa tertinggal di Kecamatan Mardinding dan Kecamatan Laubaleng, Karo, mungkin sudah habis, terutama para kalangan sopir angkot dan truk. Tiap hari, satu sampai 5 truk tetap saja ada mogok di jalan akibat rusak atau pun terjebak di lobang-lobang berlumpur di badan jalan jurusan Kabanjahe-Tigabinanga-Laubaleng dan Mardinding sebagai batas wilayah Kabupaten Karo dengan wilayah Propinsi NAD yang rusak parah.
Akibatnya, sebagai protes keprihatinan warga tidak adanya perawatan dan pembangunan infrastruktur jalan negara jurusan Kabanjahe-NAD, sejumlah warga menanam pohon keladi, pisang dan ubi di badan jalan yang rusak dan digenangi air yang dalamnya sekitar 50 Cm di antara desa Lau Mulgap-desa Tanjung Pamah Kecamatan Mardinding. Aksi warga yang menamakan dirinya petani dan sopir angkot desa jurusan Mardinding-Kabanjahe ini tidak mengganggu arus lalu lintas. Sebab, batang pisang, keladi dan ubi ditanam warga di genangan air di badan jalan yang lebarnya sekitar 2 meter X 10 meter itu. Malah sopir truk atau angkot yang lintas di sisi jalan sebelah kiri arah ke NAD ini memberi makan dan minum simpatisan tersebut. “Rata-rata ruas jalan negara jurusan Kabanjahe-NAD mengalami rusak berat, bagai kolam dan kubangan kerbau. Tidak ada perawatan,” ujar Sukat Milala, Pt Theopilus Sinulaki, Ramlan Sembiring, Tiopan Silaban didamping pemerhati desa-desa tertinggal di Karo, Alexander Ginting SPd serta sejumlah warga bernada prihatin. Demikian juga, akibat kerusakan jalan ini, tiap hari diperkirakan 1 sampai 10 truk pembawa hasil tani dan membawa batu dolomit dari wilayah Kecamatan Tanah Pinem, Dairi ke arah Medan ini terdampar rusak atau terpelosok di lobang-lobang berlumpur di sepanjang jalan ini. Akibatnya sering menimbulkan kemacetan beberapa kilometer tiap hari. Terutama badan jalan negara antara Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe-simpang Desa Lausimomo-Desa Sukaramai Kecamatan Munte, badan jalan cukup parah. Beberapa waktu terakhir ini beberapa truk sempat terbalik dan menimbulkan kemacetan. Demikian juga kejadian serupa terjadi, Rabu (11/3) pukul 08 sampai pukul 10.00 WIB, seratusan truk, angkot, mobil pribadi macat akibat sukarnya melintas di sekitar simpang Desa Lausimomo dan simpang Desa Sukaramai. Kemacetan akhirnya teratasi setelah beberapa petugas dari Polres Karo turun ke lokasi mengatur arus lalulintas Sumber: http://hariansib.com/2009/03/12/warga-mardinding-karo-tanam-pohon-pisang-ubi-dan-keladi-di-jalan-rusak/ Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
