Saya sangat setuju dengan e-mail ini karena sangat memotivasi saya dalam mengembangkan usaha.... untuk itu dalam kesempatan ini saya menawarkan peluang usaha yang modalnya relatif murah.... Hasilnya lumayan lho....
Dengan Mengalihkan Pembelanjaan Pulsa Isi Ulang Yang Lebih Murah, HP Anda Akan Menghasilkan Jutaan Rupiah Setiap Bulan! silahkah cek harga disini ===>>> http://www.sakuku.com/?p=03 bandingkan dengan harga anda apabila berbelanja pulsa di counter... Salam Sukses Daftarkan segera diri anda melalui website saya : http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu atau datang langsung ke Jl. Alfalah Raya No. 8 D Glugur Darat I Medan (Dekat UMSU) 081370307127 INGAT..... tanpa gabung bisnis pulsa ini anda juga bakal ngisi pulsa ke counter dengan harga yg lebih mahal... dan itu tidak akan membuat anda memperoleh penghasilan http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu Support : http://batutv.com/ Untuk para mitra SAKUKU yang terhormat. Dimohon untuk hati-hati terhadap oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan SAKUKU dan menawarkan bisnis SAKUKU dalam bentuk INVESTASI (MONEY GAME). Bisnis SAKUKU adalah bisnis dengan sistem network marketing dengan produk pulsa. Semua bonus didapatkan oleh mitra dengan hasil transaksi pulsa, mensponsori mitra baru, dan mengembangkan jaringannya, Bukan bisnis investasi (“naruh duit diam tidak kerja dapat bonus”). Atas Kerjasamanya, Kami ucapkan terima kasih. INGIN KAYA TANPA KERJA ? BUKAN DI SAKUKU TEMPATNYA !!! http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu Support : http://batutv.com/ Anda Boleh malihat bonus2 yang sudah saya peroleh sejak saya mulai bergabung... kunjungi www.sakuku.com trus pada MITRA ID isi AA14649, PIN isi 2373 semoga anda juga termasuk orang2 yang sukses..!!! PROMO BULAN JULI Apakah (Umroh bagi umat islam, Holy Tour Spesial Perjalanan ziarah & retret ke Holyland bagi umat kristen atau tour ke Bali GRATIZZZZ.....) impian Anda, impian anda akan terbayar, kerja keras anda juga akan terbayar. Sakuku.Com akan selalu mengabulkan Impian anda. Promo ini Berlaku untuk no id yang bergabung mulai bulan Juli 2009 dan bulan selanjutnya buruan daftar di http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu http://www.sakukupulsa.com/?id=dayu ________________________________ From: Leo Chandra <[email protected]> To: GBKP Group <[email protected]>; [email protected]; Andi Tarigan <[email protected]>; adi Lingga <[email protected]>; Adi Akatel <[email protected]>; Anggiat akatelkom <[email protected]>; anton tamal <[email protected]>; fanny akatelkom <[email protected]>; [email protected]; Legian Akatelkom <[email protected]>; [email protected] Sent: Wednesday, August 26, 2009 9:38:13 AM Subject: [infokaro] Trs: Jadi pengusahaa yuuk... FYI, > > > > >Semoga bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan semua... >Bagi yang sudah jadi pengusaha, mohon disebarkan ke teman-temannya. Semakin >banyak yang jadi pengusaha, Indonesia akan semakin baik lagi. > >------------ ------- > >by Sandiaga S. Uno > >Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi >pengusaha terasa meningkat ditandai dengan adanya berbagai pelatihan >dan munculnya berbagai lembaga yang menyediakan diri untuk mendorong >dan melatih seseorang menjadi pengusaha. > >Hal ini merupakan >perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pengusaha, maka >semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak >pengangguran yang bisa diserap. Saat ini pengangguran di Indonesia >telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap usaha merekrut >setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan tersedia >2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan >terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah >juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu >pemerintah. > >Dengan tersedianya lapangan kerja, maka daya beli >masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya mengurangi angka >kemiskinan. Saat ini kita masih memiliki 40 juta rakyat miskin, sebuah >jumlah yang sangat besar. Jika 1 pekerja menghidupi 1 istri dan 1 anak, >maka setidaknya 3 juta orang tertolong dengan hadirnya 1 pengusaha. >Oleh karena itu, jumlah pengusaha harus ditingkatkan lagi agar semakin >banyak orang tertolong. > >Pada sisi lain, pengusaha juga merupakan >penyumbang pajak bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, APBN kita 70 % >lebih dibiayai oleh pajak. Jika jumlah pengusaha semakin banyak maka, >jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang >bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya. > >Bagi pengusaha >sendiri, seperti yang saya rasakan, lebih banyak yang bisa saya raih >daripada saat dulu masih menjadi karyawan. Tulisan ini akan membantu >para pembaca yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi pengusaha. > >Pertama >yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi pengusaha. >Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan bankrut, takut >tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang akan dihadapi. >Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada dasarnya beresiko. >Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada resiko tertabrak. >Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita tidak akan menyeberang >sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha, resiko bisa kita >minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup >menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih kecil. Dan >memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil > >Yang kedua >adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha karena >tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan yang >utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan menghasilkan >keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa memberikan kepada Anda >uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide usaha, maka >uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika seseorang >memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya. Banyak pengusaha >yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya perbankan >berebut menawarkan modal kepadanya. > >Untuk memulai usaha, sekali >lagi bukan modal uang yang dibutuhkan. Pilihlah usaha yang tidak >membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa belajar dari para pedagang >yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar di belakang. Jadi tidak >ada modal uang. Jika memang membutuhkan uang, sementara Anda tidak >memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup sederhana. Masalahnya >tinggal bagaimana Anda menggunakan ‘modal’ yang diberikan Tuhan, tubuh >dan akal Anda untuk memakai uang orang lain. > >Modal yang kedua >adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri Anda untuk >bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah membuktikan bahwa >banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan khayalan. Mobil-mobil >sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika mimpi dan >khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata. > >Selanjutnya, >beranilah berbeda. Ditengah pasar yang kompetitif, menjadi beda adalah >hal yang penting. Jika Anda membuat sesuatu yang sama dengan kompetitor >Anda, maka produk atau jasa Anda peluangnya berbagi dengan kompetitor >Anda. Sesuatu yang berbeda adalah nilai tambah. Dengan berbeda, >keuntungan akan lebih besar. Lihatlah sekeliling, apa yang menjadi >masalah atau kebutuhan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda akan >memahami pasar sebelum meluncurkan produk atau jasa. > >Jika Anda >sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru, tidak perlu kecil >hati karena Anda bisa memilih bisnis yang masih memiliki prospek >pertumbuhan di masa mendatang. Salah satunya adalah bisnis di sektor >telekomunikasi. Anda tidak perlu berpikir untuk mendirikan operator >baru karena memang bukan itu ‘mainan’ yang tepat untuk pemula, namun >lihatlah rantai bisnis telekomunikasi dari hulu sampai hilir. Lihat >juga bisnis yang terkait dengan sektor telekomunikasi ini, karena >sesungguhnya mata rantai bisnis ini sangat panjang. > >Selanjutnya >siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat >antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. >Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka Anda >tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan >berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa >belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak >pernah mengalami kesuksesan. > >Anda hanya akan terus berpikir, >tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan. Seorang senior >kami di HIPMI, Saudara Purdie E. Chandra yang memiliki Entrepreneur >College memiliki sebuah metode memulai yang sederhana. Kita tidak usah >berpikir macam-macam, kita lakukan saja semudah kita buang air di WC. >Kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara memasuki WC, kita juga >tidak pernah memikirkan bagaimana cara buang air, apakah dengan ritme >atau tidak. Begitu saja terjadi dan selesai. Kita sukses buang air. >Kita tidak pernah memikirkan apakah kita akan gagal dalam buang air, >kan? Jika kita gagal buang air, kita tinggal makan pepaya. Gitu aja koq >repot? > >Kalaupun ditengah perjalanan ada kegagalan, itu merupakan >hal yang sangat biasa. Dengan demikian kita memiliki pengalaman, anggap >saja hal itu merupakan biaya sekolah. Lebih baik kita gagal di awal >daripada gagal di akhir. Pendiri dan pemilik KFC, telah gagal 19 kali >untuk meyakinkan bahwa ayam gorengnya enak dan laku sebelum akhirnya >menemui jalan suksesnya. Begitu juga Puspo Wardoyo gagal di tempat >asalnya dan memulai usaha Ayam Bakar Wong Solo di Medan. > >Jika >kita belum memiliki pengalaman saat memulai usaha, merupakan sesuatu >yang wajar. Pengalaman akan didapatkan seiring perjalanan usaha. Tidak >ada seseorang yang tiba-tiba ahli dalam bidang apapun, semuanya melalui >proses belajar. Sayangnya menjadi pengusaha tidak ada sekolahnya, >sehingga trial and error menjadi salah satu metode yang paling sering >digunakan. Jika Anda lulus maka kesuksesan yang Anda raih, jika belum >maka kesuksesan Anda akan tertunda. Kesuksesan seorang pengusaha >ditentukan oleh berapa kali ia lebih banyak bangun dari kegagalan. > >Jika >sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, saya khawatir >Anda belum memiliki mindset seorang pengusaha. Mindset adalah pola >pikir. Seorang pengusaha melihat kendala sebagai peluang. Ketika >orang-orang perkotaan memiliki budaya malas dan memiliki waktu terbatas >untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry. Dengan >mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari >sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka >Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu >mengatasi segala masalah. > >Ada pameo, lebih baik menjadi kepala >semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi >kepala, bukan ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu >tergantung bagaimana kita mengelola usaha kita. Dengan makin majunya >ilmu managemen, makin mudah mengelola manajemen perusahaan. Jadi >beranikan diri Anda menjadi kepala. > >Sandiaga S. Uno >Ex-Ketua Umum BPP HIPMI > -- >Jimmy Hendrix | 0813 21 914 117 > > > > ________________________________ Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!
