Dalam beberapa kali pertemuan pesta adat Karo di Bogor dan Jakarta, juga saat 
lebaran kemarin, muncul percakapan soal pemilihan bupati karo yang digelar 2010 
mendatang. Sepanjang yang dapat saya tangkap, muncul dua nama populer, yakni 
Petrus Sitepu dan Karo Jambi. Mereka dikatakan tidak akan masuk partai tetapi 
mencalonkan diri secara independen alias calon independen. 
Dalam percakapan saya lumayan memperoleh info tentang siapa Petrus Sitepu dan 
siapa Karo Jambi. Petrus Sitepu adalah seorang doktor dari Australia yang 
sukses berhasil mengembangkan bisnis peternakan di Berastagi. Tentang Petrus 
juga pernah saya dengar dari Dr Benny Pasaribu, mantan Ketua Panitia Anggaran 
DPR RI, mantan Deputy Meneg BUMN masa pemerintahan Megawati, sekarang Ketua 
KPPU. Benny yang juga mantan calon Wakil Gubernur Sumut, terkagum-kagum dengan 
prestasi Petrus di peternakan. Benny sempat melontarkan keinginan untuk bikin 
bisnis serupa di Bogor.
Sementara Karo Jambi dikatakan adalah seorang pengusaha sukses di Jambi. Karo 
Jambi dikatakan sudah pernah juga melirik posisi bupati karo periode 
sebelumnya, tetapi gagal.
Namun demikian, masih banyak pertanyaan yang muncul. Apakah nama dua orang itu 
saja yang muncul? ternyata tidak. Hanya saja nama dua orang itu yang mudah 
diucapkan. Petrus Sitepu dikabarkan bahkan sudah 
mengumpulkan sejumlah kartu tanda penduduk yang dibutuhkan untuk kelak 
mendaftar jadi cabup.
Pertanyaan yang tidak kurang serunya adalah, apa program mereka? Pertanyaan 
semacam ini juga acap muncul di kalangan kawan-kawan wartawan Jakarta yang 
berasal dari karo. Kawan-kawan wartawan di berbagai media ini diam-diam 
tertarik juga. Alasannya, agar jika pulang kampung, ada suatu yang dilihat dan 
dapat diceritakan dengan indah di media masing-masing. (Maksudnya mungkin agar 
bisa mengajukan rencana liputan ke Tanah Karo sekalian pulang kampung atas 
biaya kantor).
Tetapi lepas dari itu, program calon bupati memang perlu dimunculkan di milis 
karo ini. Sebab, praktis milis ini menjadi satu media referensi bagi masyarakat 
karo yang berada di luar karo. Media cetak nasional nyaris jarang menulis 
tentang karo, sementara media  terbitan sumut seperti SIB, Waspada, hanya ada 
di tempat tertentu di Jakarta. Praktis milis karo menjadi media paling efektif 
menjalin komunikasi antar masyaralat karo yang tersebar di berbagai tempat.
Akhirnya selamat untuk Petrus Sitepu dan karo Jambi. Semoga sukses.
Mejuah-juah, 
Bogor, 23 September 2009
Petrus Barus
Alumni SMA Katolik Kabanjahe
Sekarang wartawan senior di salah satu Harian di Jakarta.



    


      

Kirim email ke