Sumut Pertahankan Posisi Peringkat Kelima Produksi Jagung NasionalProduksi komoditas jagung di Sumatera Utara (Sumut) masih menggembirakan dan akan terus diupayakan sebagai produksi terbanyak peringkat lima secara nasional dengan produksinya sebanyak 1.190.822 ton.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem mengatakan, untuk tahun 2010, pihaknya akan terus meningkatkan produksi sekitar 10,1% atau 1.287.218 ton dibandingkan Angka Ramalan (Aram) III 2009 yakni 1.169.023 ton. Dengan angka ini, Sumut tetap menjadi peringkat kelima dalam memproduksi jagung, yang secara nasional produksi jagung mencapai 17.041.215 ton di tahun 2008 lalu. “Kalau bisa, kita naikkan peringkatnya sebagai penghasil terbanyak komoditas jagung. Ini didukung dengan produktivitas yang meningkat dibandingkan tahun lalu sekitar 46 kuintal per hektar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (19/12). Untuk Kabupaten Karo dan Simalungun, tahun ini produktivitasnya diperkirakan sudah mencapai 50 kuintal per hektar. Dari 27 daerah penghasil jagung di Sumut terbesar adalah Kabupaten Simalungun, Tanah Karo dan Deliserdang. “Diakui ada tantangan dalam pengembangan produksi seperti serangan penyakit hawar daun, tetapi ini bisa diatasi dengan adanya benih yang tahan dengan serangan penyakit itu,” katanya. Dengan bertambahnya produksi jagung, kata dia, diharapkan ketergantungan pabrikan pakan Sumut terhadap jagung impor kian berkurang dan bahkan Sumut diharapkan bisa surplus. Sementara Eksekutif PT Dupont Indonesia untuk wilayah Sumut, Suwandy Purba, mengakui, perusahaannya sudah menjual benih jagung yang tahan terhadap serangan hawar daun yang sering melanda di daerah dataran tinggi. Peminat benih itu semakin banyak sehingga diharapkan produksi jagung di Sumut terus meningkat. “Benih jagung yang relatif tahan terhadap serangan yakni jenis P12 untuk dataran rendah dan jenis P23 dataran tinggi. Dimana kedua jenis benih jagung ini dapat menanggulangi serangan sekitar 5-10 persen,” katanya. Sedangkan untuk penjualan kedua benih jagung tersebut, kata Suwandy, saat musim tanam tahun ini mengalami peningkatan antara 15-20% dibandingkan pada tahun lalu dibulan yang sama. “Permintaan benih tersebut naik, karena memang terbukti benih itu lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hasil produksi tinggi. Untuk harga benih jagung P12 dan P23 rata-rata mencapai Rp 250.000 per 5 kg,” sebut Suwandy. Sumber: http://www.medanbisnisonline.com/2009/12/21/sumut-pertahankan-posisi-peringkat-kelima-produksi-jagung-nasional/ Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
