KABANJAHE - Jembatan Tigapancur, sarana jalan kabupaten yang terletak
di kecamatan Simpang Empat kabupaten Karo terancam ambruk. Dilihat dari
kondisinya, usia jembatan penghubung kecamatan Simpang Empat, Payung,
Tiganderket, Kutabuluh ke Kabanjahe itu hanya tinggal menunggu waktu. 

Pantauan Waspada Online,
lubang besar yang terdapat di sebelah kanan jembatan menuju kecamatan
Payung dari arah Kabanjahe ini dikuatirkan akan menggerus fundamen
jembatan ke dasar sungai Benuken yang bermuara ke DAS Lau Biang.  

Reken
Tarigan (55), warga desa Batukarang kecamatan Payung, malam ini,
mengatakan, jembatan yang diperhitungkan berusia 120 tahun dengan lebar
empat meter dan panjang sepuluh meter meter itu belum pernah mendapat
perbaikan yang memadai.  

Ironisnya, baik badan jembatan maupun
dindingnya yang terbuat dari besi sudah tidak layak lagi sebagai
pengaman pengendara kendaraan, termasuk sebagian besar pagar jembatan
sudah tidak ada lagi. Sehingga jembatan itu sangat rawan bagi
pengendara apalagi bagi yang melintas di malam hari.  

“Bila hal
ini tidak segera disikapi dinas terkait, lubang tersebut akan membesar
dan akan menggerus dinding dasar jembatan. Untuk itu Dinas PUD Karo
harus turun ke lapangan melihat kondisi jalan, sebelum kondisi jembatan
bertambah parah,” ujarnya.  

Bersejarah 
Jembatan
yang dibangun oleh kolonial Belanda sekitar tahun 1889 itu juga banyak
menyimpan sejarah. Jembatan itu merupakan sarana alternatif ke
kecamatan Tigabinanga, Juhar, Laubaleng dan Mardinding (Singalor Lau)
saat jembatan di desa Kandibata kecamatan Kabanjahe dirusak oleh
Belanda ketika tentara Jepang datang menyerang Belanda ke Karo tahun
1942.  

Dalam sejarah perjuangan agresi Militer Belanda II,
jembatan Tigapancur ini sulit ditembus Belanda. Ini karena jembatan itu
merupakan benteng satuan Barisan Harimau Liar pimpinan Mayor Payung
Bangun, Mayor Selamat Ginting pimpinan Napindo Halilintar dan Mayor
Djamin Ginting pimpinan Tentara Keamanan Rakyat. 

Sementara,
ketua Komisi B DPRD Karo, Frans Dante Ginting, meminta Pemkab Karo
memperhatikan prioritas sektor pembangunan. Menurutnya, jembatan
Tigapancur yang kondisinya sangat memprihatinkan, mendesak mendapat
perbaikan.  

“Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut,
dikuatirkan jembatan yang vital bagi empat kecamatan itu akan ambruk,
terlebih saat ini intensitas curah hujan sedang tinggi di wilayah
Karo,” pungkasnya.

Sumber: 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=75624:jembatan-bersejarah-di-karo-terancam-ambruk-&catid=15:sumut&Itemid=28

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke