Refleksi : Ayo mas, silahkan perangi! Sikat! Pantang Maju Mundur!. Tujunkanlah keperiwaraan, jangan hanya teriak-teriak dan ngomel membisingkan telinga. :-))
http://www.tempointeraktif.com/hg/Pemilu2009_berita_mutakhir/2009/06/04/brk,20090604-180017,id.html Soal Ambalat, Prabowo Ajak Bersatu di Bawah SBY Kamis, 04 Juni 2009 | 16:00 WIB TEMPO Interaktif, Bandung: Calon wakil presiden Prabowo Subianto mengatakan, agar masalah Ambalat sekarang ini jangan dipolitisasi. "Saya tidak mau dipolitisasi, dalam arti, kita harus bersatu mendukung pemerintah sekarang," katanya pada wartawan di Bandung, Kamis (4/6). Dia mengatakan, dalam kasus pelanggaran perbatasan oleh Malaysia di ambalat, bangsa Indonesia harus bersatu. Maksudnya, katanya, supaya bersatu di bawah presiden sekarang. Soal perlindungan rakyat, paparnya, menjadi salah satu tugas utama pemerintah. Dalam hal ini di bidang pertahanan dan keamanan. Tugas ini setara dengan penjaminan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Prabowo menanggapi, insiden pelanggaran garis batas negara itu diduganya sebagai kesengajaan pihak Malaysia untuk mempermalukan Indonesia. "Tetangga kita sudah hitung kemampuan kita, dia nyoba-nyoba," katanya. Di beralasan, negara tetangga itu sudah menghitung kemampuan tempur pengaman negara. Penyebabnya, paparnya, kebocoran kekayaan nasional kita selama ini menyulitkan negara membiayai kebutuhan dasar rakyat. Dia menghitung, setahunnya kekayaan nasional Indonesia bisa mencapai Rp 250 triliun. Hanya Rp 50 triliun yang kembali ke dalam negeri. "Kekayaan nasional kita hilang terus, sehingga kita tidak punya uang cukup untuk hal-hal mendasar," katanya. Dalam orasi politiknya di Pasar Induk Caringin, Bandung, Prabowo mengatakan, siap kembali menenteng senjata paling depan di garis perbatasan. "Nggak usah beri pangkat tinggi-tinggi, saya siap jadi Komandan Kompi untuk berjuang di perbatasan," katanya. AHMAD FIKRI [Non-text portions of this message have been removed]
