Tayangkan Iklan Capres, Media Tak Boleh Berpihak Rabu, 17 Juni 2009 - 10:26 wib Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
JAKARTA - Media massa diminta untuk bersikap adil kepada semua pasangan capres-cawapres dalam penayangan iklan kampanye jelang Pilpres 2009. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bimo Nugroho terkait pernyataan tim kampanye Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto yang mengaku iklannya ditolak sejumlah stasiun televisi. "Media harus adil dan nonpartisan. Kalau menolak satu iklan politik, yang lain juga harus ditolak. Kalau diterima, terimalah semua dengan perlakuan sama," ungkap Bimo kepada okezone, Rabu (17/6/2009). Menurut dia, media tidak punya tugas untuk menyenangkan penguasa dan kebebasan pers tidak berarati bebas menolak atau menyensor iklan. "Iklan tidak berarti sama dengan posisi politik media. Ada firewall antara berita dan iklan," imbuhnya. Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Fadli Zon mengatakan bahwa iklan Mega-Pro tidak bisa ditayangkan karena sarat dengan kritik terhadap pemerintah. dia menegaskan bahwa data dalam iklan tersebut sudah sesuai fakta. "Ada dua strategi wacana dalam iklan politik, yang mengangkat diri sendiri dan menjatuhkan lawan. Yang dilarang, kalau berbohong dan menyebar fitnah," pungkasnya. (lam)
