2009-08-13
25 Gembong Teroris Mengancam

[JAKARTA] Indonesia masih harus siaga I terkait ancaman peledakan bom dengan 
sasaran lokasi strategis di Jakarta dan kota besar lainnya. Pasalnya, selain 
gembong teroris Noordin M Top yang masih berkeliaran dan siap menebar ancaman 
teror bom, masih ada sekitar 25 tersangka teroris lain yang belum dibekuk 
polisi. Mereka disinyalir berada dalam lingkaran jaringan Noordin. Posisi 
mereka selevel dengan Ibrohim, otak pengeboman Hotel JW Marriott dan 
Ritz-Carlton, yang langsung berhubungan dengan Noordin.

Di luar lingkaran itu, sejumlah nama lain, seperti Zulkifli, Dulmatin, 
Zulkarnain, dan Umar Patek juga menjadi ancaman tersendiri, yang sama bahayanya 
dengan aksi Noordin.

"Sedangkan Noordin dalam beberapa insiden peledakan bom di Indonesia, sangat 
jelas keterlibatannya sejak tahun 2003, atau era insiden bom JW Marriott 
pertama," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto, di Jakarta Kamis (13/8) pagi.

Menurut Wawan, 25 orang yang diduga pelaku penting berbagai tindak kejahatan 
teroris telah ada dalam data base. Di antaranya, di Poso (Sulawesi Tengah) 
tercatat tujuh orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang, Palembang 
(Sumatera Selatan) ada 5 nama, Plumpang (Jakarta Utara) 2 nama, dan 10 orang di 
Jawa Tengah.

Jumlah tersangka teroris yang masuk dalam DPO itu belum termasuk yang di luar 
data base Densus 88 Antiteror Mabes Polri. "Jadi, selain Noordin dan kelompok 
teroris yang terdaftar dalam DPO itu juga masih banyak pelaku lainnya,' ujar 
Wawan.

Banyaknya buronan kasus teroris tersebut, lanjutnya, menjadikan Indonesia masih 
rawan teror bom. "Konsekuensinya, menuntut ditingkatkannya kewaspadaan 
lingkungan, yang menjadi tanggung jawab aparat keamanan dan warga masyarakat," 
katanya.

Terkait hal itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna 
kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada pascapengungkapan pengeboman JW 
Marriott dan Ritz Carlton.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono yang ditemui terpisah mengatakan 
pengamanan wilayah Ibukota terus disiagakan secara maksimal. Pengamanan itu 
meliputi objek vital yang disinyalir menjadi ancaman teroris. "Warga Ibukota 
diharapkan tetap tenang, namun jangan lengah, dan segera melaporkan aktivitas 
yang meresahkan," ujar Wahyono.


Aktifkan Babinsa

Secara terpisah, pakar strategi intelijen kajian ketahanan nasional Universitas 
Indonesia, Letjen TNI (Purn) Purbo Suwondo berpendapat, untuk mengintensifkan 
tekanan terhadap ruang gerak teroris di tengah masyarakat, sebaiknya juga 
melibatkan peran TNI, yang memiliki basis cukup luas di daerah.

"Caranya, efektifkan kembali fungsi intelijen dari anggota TNI melalui Bintara 
Pembina Desa (Babinsa) yang berada di pelosok daerah. Dengan langkah ini 
semakin banyak data yang didapat untuk membongkar jaringan terorisme. TNI juga 
memiliki pengalaman dalam masalah terorisme," tuturnya.

Menurutnya, pelibatan TNI secara aktif tersebut mutlak diperlukan. "Terorisme 
adalah masalah nasional, sehingga segala potensi harus dikerahkan," ujarnya.

Menurutnya, gembong teroris Noordin M Top masih berkeliaran di Jawa. 
"Kemungkinan Noordin keluar dari Pulau Jawa sangat tipis. Selain transportasi 
yang sangat mudah serta peralatan yang dibutuhkan tersedia, Pulau Jawa juga 
padat penduduknya. Ini yang menjadi strategi gerilya Noordin di Indonesia," 
katanya.

Dari Solo dilaporkan, jenazah Eko Joko Sarjono dan Air Setiawan, disambut bak 
pahlawan di rumahnya, Kampung Brengosan, Purwosari, Solo, Kamis (13/8) dini 
hari. Sikap warga itu, oleh Aidul Fitri, pengamat politik dari Universitas 
Muhammadiyah Surakarta, dianggap sebagai cermin masyarakat setempat yang 
cenderung permisif.

"Tetapi saya tidak terlalu yakin, jika ideologi yang dianut Air dan Eko lantas 
berkembang meluas di Solo, karena warga Solo punya nalar yang khas, sehingga 
mereka juga resisten terhadap gerakan kelompok itu. Penyambutan bak pahlawan 
itu hanya sikap segelintir orang," ujarnya.

Jenazah keduanya tiba sekitar pukul 01.30 WIB, yang disambut sekitar 100 
anggota laskar dengan teriakan takbir. Spanduk penyambutan yang sempat 
dipasang, akhirnya dilepas paksa oleh Satpol PP Pemkot Solo dan aparat Poltabes 
Solo.

Sementara itu, jejak dan latar belakang Nana Ikhwan Maulana (28), pelaku bom 
bunuh diri di Ritz Carlton, sulit diendus. Sebab, identitas dan latar belakang 
keluarga Nana, yang disebut-sebut sebagai warga Pandeglang, Banten, masih 
misterius.

Berdasarkan penelusuran di Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Pandeglang, yang 
dicurigai sebagai tempat asal pelaku bom, terdapat dua orang yang namanya mirip 
dengan teroris itu. Salah satunya bernama Ikhwan Maulana (10), yang masih duduk 
di bangku SD, dan Nana Ikhwan Maulana, Kepala SD Palembang I di Desa Cilentung.

Muhammad Juhdi, Kepala Desa Cilentung, menjelaskan, pihaknya beberapa kali 
didatangi anggota kepolisian untuk menanyakan sosok Nana Ikhwan Maulana. "Kami 
sudah mengecek data kependudukan, namun tidak menemukan data atas nama 
tersebut. Jadi kami bisa pastikan bahwa dia bukan warga desa kami," ujar Juhdi.


Diperbaiki

Polres Temanggung, Jawa Tengah akan segera memperbaiki rumah milik Muzahri di 
Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung yang rusak, 
menyusul penyergapan Ibrohim oleh Densus 88 Antiteror, akhir pekan lalu. "Kami 
telah mendapat perintah dari Mabes Polri, agar segera memperbaiki rumah 
Muzahri. Setelah selesai diperbaiki, akan diserahkan kepada pemiliknya lagi," 
kata Kapolres Temanggung AKBP M Zari, Rabu.

Terkait dengan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menyatakan, 
pihaknya akan memberikan bantuan hukum pada Muzahri. Alasannya, yang 
bersangkutan adalah guru SMP Muhammadiyah Kedu dan aktif di organisasi 
Muhammadiyah. "Karena itu, Muhammadiyah ikut bertanggung jawab secara moral dan 
memberikan bantuan pendampingan hukum kepadanya," ujar Din, di Yogyakarta, Rabu.

Din menegaskan, Muhammadiyah menolak terorisme, terlebih yang berselubung 
agama. 

Pls Join : INTI-NET (INDONESIA TIONGHOA NETWORKS)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
 
Visit Tionghoanet on the blog :
http://tionghoanet.blogspot.com/


      

Kirim email ke