http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25123:harga-daging-meugang-di-aceh-diperkirakan-tetap-tinggi-&catid=42:nad&Itemid=112


      Harga Daging Meugang di Aceh Diperkirakan Tetap Tinggi      
       Banda Aceh, (Analisa)

      Harga daging saat hari meugang (punggahan) puasa Ramadhan 1430 Hijriah 
pada 20-21 Agustus nanti di Provinsi Aceh, diperkirakan akan tetap mahal di 
pasaran karena meningkatnya permintaan daging dari masyarakat saat itu.

      Harga daging diperkirakan akan tetap berada pada kisaran Rp90.000 hingga 
Rp120.000 per kilogram, tergantung kabupaten/kota. Sementara target Pemerintah 
Aceh untuk menurunkan harga daging meugang tahun 2009 ini tak akan tercapai.

      "Pada hari meugang, harga daging sudah tentu naik karena permintaan pasar 
sangat tinggi. Di sini berlaku hukum ekonomi atau mekanisme pasar yang 
dipengaruhi oleh budaya harus makan daging pada hari meugang. Kita tidak bisa 
menekan harga daging," ujar Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan 
Provinsi Aceh, Ir Murtadha Sulaiman, Jumat (14/8).

      Menurutnya, harga daging disebutkan akan tetap sama seperti tahun-tahun 
sebelumnya. Untuk Sabang, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya, bisa mencapai 
harga maksimal Rp120.000/kg. Untuk daging kambing berkisar antara Rp40.000 
hingga Rp60.000 per kilogram.

      Mencukupi

      Sementara terkait persedian ternak menjelang meugang puasa nanti, 
Murtadha Sulaiman memastikan stok yang tersedia mencukupi. Menurutnya, 
persediaan yang ada seimbang dengan tingkat permintaan daging. 

      "Saat ini total persediaan daging di Aceh untuk menghadapi meugang ada 
sebanyak 14.185 ekor. Dengan rincian sapi 8.578 ekor dan kerbau 5.607 ekor. 
Sedangkan permintaan biasanya berkisar antara 7.000 ekor," sebutnya.

      Sebelumnya, Pemerintah Aceh berkomitmen menurunkan harga daging meugang 
tahun ini. Karenanya, melalui dinas terkait, telah dilakukan program pembibitan 
sapi secara besar-besaran yang mencapai sekitar 5.000 ekor lebih. Total dana 
yang dihabiskan untuk itu sebanyak Rp31 miliar dan ini merupakan program 
pembibitan terbesar yang pernah dilakukan.

      "Pembibitan ini baru dapat dipetik hasilnya tahun 2009. Jadi tahun depan, 
kita harapkan harganya lebih mudah terjangkau. Sekitar Rp80.000-an lah per 
kilonya," ujar Wakil Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.

      Kadis Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, Murtadha Sulaiman menjelaskan, 
usaha untuk meningkatkan populasi ternak masih terus dilakukan pihaknya. Antara 
lain program pengadaan ternak, peningkatan inseminasi buatan, dan peningkatan 
kesehatan hewan. 

      Selain itu, swasembada daging yang sebelumnya direncanakan tahun 2010 
diundur ke tahun 2012. 

      "Kalau 2009 didistribusikan bibit ternak, tidak langsung tahun 2010 
dinikmati hasilnya. Ini memerlukan waktu 3-4 tahun. Tidak semua ternak yang 
dibagikan tahun lalu melahirkan di tahun ini. Ada proses pendewasaan ternak. 
Ini semua butuh waktu," tegasnya ketika ditanyakan kenapa target Pemerintah 
Aceh menekan harga daging tidak tercapai. (mhd)

       Berita lain:


      Dinkes Diminta Serius Cegah Penyebaran Flu H1NI Banda 
      "Pengemis Musiman" Menjamur di Aceh Tenggara 
      Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan II 2009 Melemah 


     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke