Refleksi : Bagaimana kalau Malaysia meminta  Indonesia supaya proporsional 
dalam masalah bahasa Indonesia?  Ada ada saja, soal ini diperhatikan, tetapi 
masalah TKW membungkam seribu bahasa seperti kucing kehujanan.


http://www.antaranews.com/berita/1251203576/presiden-minta-malaysia-proporsional-terkait-tari-pendet

Presiden Minta Malaysia Proporsional Terkait Tari Pendet

Selasa, 25 Agustus 2009 19:32 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada 
pemerintah Malaysia untuk bersikap proporsional dan menghormati Indonesia dalam 
masalah penggunaan Tari Pendet asal Bali bagi kampanye pariwisata negeri 
tetangga itu.

"Saya berpendapat, pemerintah Malaysia bisa menjaga sensitivitas rakyat 
Indonesia karena kejadian ini bukan yang pertama kali," kata Presiden kepada 
pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa.

Kepala Negara menyatakan telah meminta perkembangan terkini kerjasama dan 
hubungan antara Indonesia dan Malaysia termasuk upaya kedua pemerintah 
mengelola isu seperti ini.

"Untuk itu untuk pertama kalinya sejak lima tahun ini saya beri pernyataan 
terkait ini," katanya.

Presiden mengatakan, ia telah memanggil dan bertemu dengan Menteri Kebudayaan 
dan Pariwisata Jero Wacik dan Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda untuk 
melihat langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Pertama Menbudpar sudah bertindak dengan menyampaikan surat yang bernada 
protes dan minat penjelasan duduk sebenarnya. Jawaban sementara iklan itu 
dibuat oleh private company yang terkait kepariwisataan di Malaysia," katanya.

Kepala Negara mengatakan, Indonesia bersama Malaysia beberapa waktu yang lalu 
telah membuat kelompok tokoh antarkedua negara yang bisa menjembatani 
permasalahan seperti itu.

"Beberapa tahun lalu kita buat Eminent Person Group (EPG) yang mengelola 
permasalahan, persengketaan di antara kedua bangsa termasuk isu tentang hak 
cipta atau karya budaya dan peradaban di antara kedua bangsa," kata Yudhoyono.

Pada bagian lainnya, Presiden menegaskan pada masa datang permasalahan seperti 
ini bisa diselesaikan dengan bantuan EPG dan juga pemerintah Malaysia diminta 
dapat memberikan perhatian lebih terkait isu sejenis serta menjaga perasaan 
masyarakat Indonesia.

Presiden Yudhoyono mengatakan, protes yang disampaikan oleh pemerintah 
Indonesia melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sudah tepat dan tidak 
berlebihan karena hal tersebut sudah berulangkali terjadi.

Kepala Negara mengharapkan penanganan isu hak cipta, karya budaya dan sejenis 
sama baiknya dengan penyelesaian kerjasama di bidang ketenagakerjaan.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke