Refleksi : Apakah ledakan pipa  ini tanda ajaib yang memberitahukan bahwa harga 
minyak akan meroket setinggi langit?

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/08/26/18054251/pipa.minyak.meledak.ratusan.siswa.sd.panik


Pipa Minyak Meledak, Ratusan Siswa SD Panik
 
SRIPOS/DEWI HANDAYANI
Petugas pemadam kebakaran Kota Palembang, Rabu (26/8), berusaha memadamkan api 
yang sempat menyambar dinding pembatas SD 156 Palembang. Api berasal dari pipa 
Pertamina yang bocor dan meledak.
/
 
 Rabu, 26 Agustus 2009 | 18:05 WIB
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Dewi Handayani

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebuah pipa Pertamina di Kota Palembang, Rabu (26/8), 
meledak dengan dentuman keras dan menyemburkan kobaran api. 

Dentuman keras itu mengagetkan sekitar 600 siswa SD 156 Palembang yang tengah 
belajar, apalagi api itu kemudian membakar ruang WC sekolah. Bahkan, api nyaris 
menyambar ruang kelas yang letaknya tiga meter dari sumber ledakan.

Peristiwa itu terjadi tepat pukul 11.00, Rabu (26/8) pagi tadi. Saat itu, siswa 
sedang belajar. Tiba-tiba mereka dikagetkan suara dentuman keras. Ketika 
melongok keluar semburan api sudah membesar dan telah menyambar hampir sebagian 
ruang WC.

Kontan, dalam suasana panik, para orangtua yang semula duduk di depan kelas 
menunggui anaknya langsung menarik anaknya keluar kelas. Beberapa siswa tampak 
menangis. Para guru pun tunggang langgang menyelamatkan diri. Mereka sempat 
mengeluarkan buku-buku dan arsip penting dari ruang kantor.

Melalui pengeras suara, Kepala SDN 156 Palembang Effendi SPd mengimbau guru, 
murid, dan orangtua tetap tenang. Beberapa menit kemudian, sekolah langsung 
dikosongkan. Sementara itu, api terus membesar dan menimbulkan ledakan 
susul-menyusul.

Tak kurang dari 15 menit, api sudah menjalar hampir tiga meter menutupi badan 
jalan. Bahkan sudah menyentuh pagar tembok belakang sekolah. Lokasi yang 
dipenuhi rumput ilalang serta pepohonan mempercepat laju api yang terus 
membumbung ke atas.

Asap pekat menghitam mendominasi pemandangan. Sebagian siswa tampak menangis 
sambil memeluk orangtuanya. Sekitar 10 menit kemudian belasan mobil pemadam 
kebakaran tiba di lokasi.

Sebanyak 60 personel pemadam kebakaran langsung diterjunkan memadamkan api. 
Bukannya padam, saat air disemprotkan, kobaran api justru menguat. Semakin lama 
semakin membesar, apalagi genangan minyak mentah membuat api saling sambar. 
Petugas pun mengepung pipa.

"Ini agak sulit karena percikannya berasal dari pipa yang isinya minyak. Kita 
juga kesulitan karena banyaknya genangan minyak mentah sehingga api terus 
sambar menyambar, ditambah lagi rumput ilalang kering dan pepohonan," kata 
Abdul Wani, Koordinator Lapangan Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palembang.

Hampir setengah jam, tim PBK terus berupaya memadamkan api. Setelah dikepung 
dari dua arah, lelehan minyak dapat distop dan akhirnya api berhasil dipadamkan.

Dugaan sementara, kata Abdul Wani, dua pipa yang diduga milik Pertamina yang 
tertanam di halaman belakang berjarak sekitar tiga meter dari bangunan sekolah 
bocor. Lelehan minyak mentah tampak menggenangi dua parit belakang sekolah.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke