Kasian juga nanti para Ustad dari IRAN - yg biasanya selalu pakai
Sorban dan Janggut seperti halnya dng Imam Homenni........
(Ada2 saja.........orang awak ini )
-------Original Message-------
 
From: sunny
Date: 26.8.2009 21:39:36
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] Curigai Orang Berjenggot dan Berjubah Langgar HAM
 
  http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/26/20543653/curigai.orang
berjenggot.dan.berjubah.langgar.ham

Curigai Orang Berjenggot dan Berjubah Langgar HAM

Rabu, 26 Agustus 2009 | 20:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Ajakan pihak kepolisian di sejumlah daerah agar
masyarakat lebih waspada terhadap orang-orang dengan penampilan berjenggot
dan berjubah menuai kontroversi. Sebab, sikap kewaspadaan terhadap kelompok
dengan penampilan yang dianggap identik dengan teroris itu melanggar hak
asasi manusia (HAM).

Menurut Komisioner Komnas HAM Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Saharudin
Daming, tiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk membentuk karakter
pribadinya, termasuk untuk berpenampilan berjenggot dan berjubah sebagaimana
terdapat dalam agama Islam. Hak tersebut tidak dapat dibatasi apalagi
dikurangi.

"Jika polisi sudah masuk ke tahap waspada, apalagi sampai curiga, maka itu
sudah melanggar HAM," kata Saharudin dalam diskusi "Waspada terhadap Orang
Berjubah dan Berjanggut", di Jakarta, Rabu (26/8). 

Menurut dia, jenggot dan jubah tidak selalu identik dengan apa yang
diprasangka dan menjadi stigmatisasi sebagian kalangan terhadap para pelaku
terorisme. Ia menilai, dengan ajakan sikap kewaspadaan yang berlebihan
tersebut, justru menunjukkan bahwa polisi tidak mengenal siapa sebenarnya
kelompok-kelompok dalam jaringan terorisme.

"Jangan dengan gampang menjadikan suatu ciri sebagai stereotipe sebagai
pelaku teror. Ini sama saja dengan menebar kebencian terhadap kelompok
tertentu," ujarnya.

Ia juga mencontohkan kejadian beberapa waktu lalu di Cikupa, Tangerang,
ketika seorang pria berjenggot dan berjubah dengan istrinya yang bercadar
mendapatkan interogasi yang berlebihan dari warga karena penampilannya yang
dianggap mirip teroris itu.

"Ini salah satu akibat dari sikap kewaspadaan yang tidak pada tempatnya.
Jelas ini mengganggu kenyamanan seseorang dalam mengekspresikan martabat
dirinya," kata Saharudin.

Ia juga meminta agar polisi meninggalkan sikap-sikap represif dalam
menangani persoalan radikalisme semacam ini. Tindakan represif dan kekerasan
justru akan memperluas radikalisme itu sendiri. Menurutnya, harus ada
pendekatan yang sifatnya dialogis dan humanis untuk merangkul
kelompok-kelompok yang berpotensi dekat dengan teroris.

"Cobalah undang dan ajak dialog kelompok-kelompok yang berjenggot dan
berjubah. Apa yang sebenarnya mereka inginkan. Harus ada koreksi terhadap
kebijakan-kebijakan yang diskriminatif," katanya.

Artikel Terkait: 
a.. Komnas HAM: Jangan Hakimi Orang Bercadar
b.. Dihadang Warga karena Berjenggot dan Bercadar
c.. Dicurigai Teroris, Tiga Lelaki Berjenggot Diusir Warga

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke