Sudah saya katakan lebih Awal,Indonesia akan berubah status dgn Amerikan style 
jika SBY menang..dan tentunya ini akan berdampak kepada SBY sendiri sehingga 
saya beranggapan Pemerintahan SBY akan Bernasib seperti Pemerintahan 
Suharto..Ingat Ketersinggungan Ummat islam akan berbahaya dgn Stabilitas 
keamanan..Sudah dikatakan oleh MUI Teroris jangan di Kaitkan dgn Ummat islam 
karna sesunggunya Aksi teroris itu hanya Kegiatan Bisnis Para Mafia yg 
bertopeng dgn Dalih Jihad..Ingat Gembong Besar Teroris si Osama Bin Laden 
adalah Pengusaha Timur Tengah yg dulunya anak didik Amerika.Ummat islam,dan 
Ingat Bom di WTC USA semua org Yahudi tdk ada jadi korban karna di saat 
Pengeboman org yahudi sudah dapat Info sebelumnya..Jadi kita Bangsa Indonesia 
jangan Merubah Idiologi Negara kita dgn Faham USA..
Salam

-----Original Message-----
From: "Marco Polo" <[email protected]>

Date: Thu, 27 Aug 2009 11:04:05
To: <[email protected]>;  <Undisclosed-Recipient:><Invalid address>
Subject: Re: [inti-net] Curigai Orang Berjenggot dan Berjubah Langgar HAM


Kasian juga nanti para Ustad dari IRAN - yg biasanya selalu pakai
Sorban dan Janggut seperti halnya dng Imam Homenni........
(Ada2 saja.........orang awak ini )
-------Original Message-------

From: sunny
Date: 26.8.2009 21:39:36
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] Curigai Orang Berjenggot dan Berjubah Langgar HAM

  http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/26/20543653/curigai.orang
berjenggot.dan.berjubah.langgar.ham

Curigai Orang Berjenggot dan Berjubah Langgar HAM

Rabu, 26 Agustus 2009 | 20:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Ajakan pihak kepolisian di sejumlah daerah agar
masyarakat lebih waspada terhadap orang-orang dengan penampilan berjenggot
dan berjubah menuai kontroversi. Sebab, sikap kewaspadaan terhadap kelompok
dengan penampilan yang dianggap identik dengan teroris itu melanggar hak
asasi manusia (HAM).

Menurut Komisioner Komnas HAM Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Saharudin
Daming, tiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk membentuk karakter
pribadinya, termasuk untuk berpenampilan berjenggot dan berjubah sebagaimana
terdapat dalam agama Islam. Hak tersebut tidak dapat dibatasi apalagi
dikurangi.

"Jika polisi sudah masuk ke tahap waspada, apalagi sampai curiga, maka itu
sudah melanggar HAM," kata Saharudin dalam diskusi "Waspada terhadap Orang
Berjubah dan Berjanggut", di Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut dia, jenggot dan jubah tidak selalu identik dengan apa yang
diprasangka dan menjadi stigmatisasi sebagian kalangan terhadap para pelaku
terorisme. Ia menilai, dengan ajakan sikap kewaspadaan yang berlebihan
tersebut, justru menunjukkan bahwa polisi tidak mengenal siapa sebenarnya
kelompok-kelompok dalam jaringan terorisme.

"Jangan dengan gampang menjadikan suatu ciri sebagai stereotipe sebagai
pelaku teror. Ini sama saja dengan menebar kebencian terhadap kelompok
tertentu," ujarnya.

Ia juga mencontohkan kejadian beberapa waktu lalu di Cikupa, Tangerang,
ketika seorang pria berjenggot dan berjubah dengan istrinya yang bercadar
mendapatkan interogasi yang berlebihan dari warga karena penampilannya yang
dianggap mirip teroris itu.

"Ini salah satu akibat dari sikap kewaspadaan yang tidak pada tempatnya.
Jelas ini mengganggu kenyamanan seseorang dalam mengekspresikan martabat
dirinya," kata Saharudin.

Ia juga meminta agar polisi meninggalkan sikap-sikap represif dalam
menangani persoalan radikalisme semacam ini. Tindakan represif dan kekerasan
justru akan memperluas radikalisme itu sendiri. Menurutnya, harus ada
pendekatan yang sifatnya dialogis dan humanis untuk merangkul
kelompok-kelompok yang berpotensi dekat dengan teroris.

"Cobalah undang dan ajak dialog kelompok-kelompok yang berjenggot dan
berjubah. Apa yang sebenarnya mereka inginkan. Harus ada koreksi terhadap
kebijakan-kebijakan yang diskriminatif," katanya.

Artikel Terkait:
a.. Komnas HAM: Jangan Hakimi Orang Bercadar
b.. Dihadang Warga karena Berjenggot dan Bercadar
c.. Dicurigai Teroris, Tiga Lelaki Berjenggot Diusir Warga

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke