Refleksi : Disengajakan kebakaran hutan, karena dimaksudkan untuk diciptakan peternakan unta. Unta membutuhkan alam semi- desert. Jangan dilupakan bahwa pada zaman bahula unta adalah alat transportasi para nabi. Apabila unta dijadikan alat transportasi umum akan memberikan sumbangan besar untuk undara bersih sesuai cita-cita Kiyoto protokol. Nama NKRI akan harum di medan international sebagai satu-satunya negeri pencegah "global warming" dan dengan begitu para petinggi yang menjalankan pembakaran hutan bisa mendapat hadiah nobel. Ayo berlomba-lomba membakar hutan.
http://www.kaltengpos.com/berita/index.asp?Berita=fokus&id=53443 Jumat, 25 September 2009 Teras Duga Kebakaran Lahan Disengaja Minta Penegak Hukum Antisipasi Sejak Dini PALANGKA RAYA - Asap tebal akibat kebakaran lahan yang kembali menyelimuti beberapa wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), memancing keheranan Gubernur Agustin Teras Narang. Apalagi diduga kuat pembakaran itu dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi. Mereka sengaja membakar lahan-lahan telantar di pinggir jalan. "Saya lihat yang aneh justru api banyak terdapat di pinggir jalan trans Kalimantan. Saya juga heran justru di sekitar bandara kok jadi banyak ya?," ungkap Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang kepada sejumlah wartawan usai halal bihalal dengan pegawai di lingkungan pemerintah provinsi di lobi Kantor Gubernur, Kamis (24/9) pagi. Teras Narang mengaku sangat menyayangkan jika ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan di Bumi Tambun Bungai. Sebab, itu berarti yang bersangkutan bukan warga negara yang baik di huma betang. Gubernur meminta aparatur penegak hukum mengantisipasi secara dini jika itu betul terjadi. "Jangan sampai terjadi unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan Kalimantan Tengah ini baik, yang tak menginginkan Kalimantan Tengah maju," ucapnya. Orang nomor satu di Kalteng ini meminta setiap orang baik pemerintah maupun masyarakat kompak mewaspadai jika ada yang memanfaatkan momentum kebakaran lahan untuk kepentingan pribadi. "Saya sadar betul akibat dari kebakaran ini adalah asap. Asap menimbulkan penurunan kesehatan pada anak-anak dan saudara-saudara kita. Perekonomian pun turun. Pertanyaannya, apakah memang itu yang diinginkan? Sudahlah, gubernur boleh berganti, ada prosesnya. Tapi, hal-hal seperti ini jangan jadi pembiaran dalam tanda petik," kata Teras. Gubernur mengakui dampak kebakaran lahan saat ini sudah merupakan bencana. Namun, menurutnya itu bisa ditanggulangi jika ada kebersamaan dan tekad yang sama dari setiap orang di Bumi Tambun Bungai. Ia juga meminta bupati dan walikota serta aparat penegak hukum tak membiarkan kebakaran lahan meluas di wilayah masing-masing. Terkait persoalan kekurangan anggaran untuk mengatasi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Gubernur mengutarakan selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng selalu menganggarkan tiap tahun. Dana yang dianggarkan pada beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tahun 2009 di tingkat provinsi mencapai hampir Rp 9 miliar. "Yang nanti justru saya minta kepada sekda melalui Kepala Biro Keuangan untuk meneliti anggaran karena ada kabupaten dan kota yang nilainya kecil sekali. Padahal ini kejadian tiap tahun. Nilai anggarannya bisa dilihat di Dishut dan BLH. Ini namanya ketidakpedulian dari aparatur berkenaan penanggulangan bencana," jelas mantan Ketua Komisi II dan III DPR RI ini. Mengenai usulan pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kalteng, menurut Gubernur, tahun ini juga akan terbentuk. "Saya sudah tanda tangan untuk itu. Tetapi, tentu badan tak kan bisa bekerja dengan baik kalau tak dibantu masyarakat," ucapnya. (def/ma [Non-text portions of this message have been removed]
