Refleksi :  Kalau anggota DPR berpendapatan puluhan juta per bulan bisa mangkin 
dari pekerjaan, maka tentu saja memberikan contoh yang bagus untuk yang berada 
dilapisan lebih rendah. Bukankah ada ucapan : Guru kencing berdiri, murid 
kencing berlari. Jadi bukan cermin buruk melainkan menurut aturan atasan.


http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/pns-mangkir-cermin-prospek-buruk/

Jumat, 25 September 2009 13:32 
TAJUK RENCANA

PNS Mangkir Cermin Prospek Buruk


Tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun lalu, kali ini pun banyak Pegawai 
Negeri Sipil (PNS) yang mangkir.

     
Padahal, jauh hari sudah diumumkan hari kerja dimulai tanggal 23 September 2009 
dan mereka yang mangkir akan dikenai sanksi fisik, administratif hingga 
pemecatan. Kita tak perlu bersedih dengan kenyataan di atas. Apalagi 
me­ngadakan seminar untuk membahasnya secara ilmiah sebab hanya akan 
menghabiskan dana, tenaga  dan pikiran. Percuma.


Mangkir secara massal sudah terjadi berulang-ulang. Para pelakunya tidak merasa 
risih, gelisah apalagi bersalah. Mereka meng­anggap pelanggaran disiplin  tak 
perlu disesali, sekalipun para pemimpin sudah memperlihatkan keteladanan.
Banyak penyebab sejumlah PNS berperilaku seperti itu. Pertama, tentu berasal 
dari proses seleksi penerimaan PNS. Kedua, kondisi kerja pada instansi yang 
bersangkutan. Ketiga, situasi secara umum.  


Kita sering kali mendengar, seorang calon PNS perlu menyediakan dana belasan 
bahkan puluhan juta rupiah supaya bisa diterima sebagai PNS. Kegiatan 
sogok-menyogok ini sudah sampai pada taraf dari hati ke hati, bukan hanya tahu 
sama tahu. Mereka yang tak punya uang dan kemampuan intelektual pas-pasan, 
jangan berharap bisa lulus.
Pola seleksi seperti di atas menyebabkan PNS kurang mempunyai semangat korps. 
Memperoleh pekerjaan berarti peluang memperoleh payung jaminan kehidupan, ranah 
memperoleh kembali uang yang telah dikeluarkan dan seterusnya. Tak ada disiplin 
sebab buat menjadi PNS tak perlu susah payah. Kondisi kerja pada instansi yang 
bersangkutan juga sangat mempengaruhi. Seorang PNS  sering kali runtuh 
idealismenya ketika si­tuasi internal tidak mendukung. Dalam kasus mangkir 
massal ini, kita yakin ada yang berkilah,..buat apa masuk toh di kantor tak 
banyak pekerjaan.


Alasan di atas ada benarnya. Kehadiran di kantor pada tanggal 23 September 2009 
cuma dipakai  buat  ajang silaturahmi, termasuk menikmati kue lebaran. Tak 
sampai tengah hari, ruangan kantor mulai kehilangan penghuni.  Situasi secara 
umum juga tidak mendukung tumbuhnya idea­lisme. Hampir semua instansi 
dihinggapi pelanggaran peraturan yang sudah membudaya. Dalam kaitan ini, PNS 
kerapkali menyalahkan korupsi atau penyalahgunaan di kalangan petinggi negara 
sebagai penyebab kemalasan.


Reformasi di kalangan birokrasi mutlak dilakukan sebab birokrasi merupakan 
mesin penggerak suatu negara. Berbagai contoh menunjukkan, birokrasi yang 
efektif dan efisien merupakan salah satu penyebab kemajuan suatu negara. Memang 
benar, pemerintah sengaja mengambil peran sebagai fasilitator dan membiarkan 
swasta nasional maupun asing mengambil porsi besar pembangunan. Namun, 
perubahan ini tidak menyebabkan makna birokrasi mengerut, mengingat swasta 
tetap memerlukan birokrasi yang memberi dukungan  secara maksimal.


Dewasa ini, kalangan swasta masih saja mengeluhkan kualitas pelayanan birokrasi 
hingga mereka tidak mampu memenuhi keinginan konsumen dalam kualitas, 
pengiriman tepat waktu dan harga yang kompetitif. Tengoklah, bagaimana para 
pengusaha terus-terusan mengeluhkan  kemacetan menuju pusat-pusat distribusi 
barang dan jasa.   Bila kali ini masih banyak PNS yang mangkir maka fakta ini 
memperlihatkan prospek buram pelayanan birokrasi terhadap masyarakat pada 
hari-hari mendatang. Suatu kondisi yang ironis sebab bekerja tanpa disertai 
hati nurani. Birokrasi yang lemah menyulitkan suatu negara untuk maju. Bagi 
para elite mungkin tak masalah sebab mereka sudah maju duluan. Ba­gaimana 
dengan rakyat yang hanya dipentingkan saat pemilu? n


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke