http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/09/26/curug-tujuh-obyek-wisata-tempat-mangkal-perawan

Curug Tujuh, Obyek Wisata Tempat Mangkal Perawan
September 26, 2009 - 7:39 


CURUG Tujuh, di Rancabolang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merupakan objek 
wisata tergolong masih perawan. Liburan lebaran objek wisata tersebut diserbu 
pasangan Anak Baru Gede ABG) yang sengaja mendatangi tempat tersebut untuk 
melepas kerinduan bersama pasangannya. Olehkarena itu, sejak dulu hingga kini 
objek wisata yang terletak di kaki Gunung Sawal tersebut dijuluki tempat wisata 
perawan yang dijadikan mangkal para perawan.

Objek wisata ini, merupakan tempat kedua yang menjadikan target kunjungan 
wisatawan di daerah Ciamis setelah Pangandaran dan sekitarnya. Meski jumlah 
pengujung tiap tahun terus meningkat, namun pemda setempat belum memiliki niat 
untuk membenahi objek wisata yang terletak di wilayah Ciamis bagian Utara. Saat 
ini Pemda hanya membanggakan Pangandaran ketimbang onjek wisata lain. Padahal, 
daya tarik Curug tujuh cukup kuat dimata para pengunjujung.

Terletak di Kampung Cijolang, Panjalu Kabupaten Ciamis. Potensi alam yang 
cantik yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata alam ditemukan sekitar 
tahun 1980. Semenjak ditemukannya jumlah pengunjung terus membludak, apalagi 
menjelang liburan sekolah dan lebaran. " Jumlah pngunjung terus meningkat. 
Hingga H+4 lebaran ini tercatat hampir 30 ribu pengunjung mendatangi tempat 
ini," kata Dodo,45, petugas wisata di Curug Tujuh.

Jumlah pengunjung, lanjutnya, pada lebaran ini mengalami kenaikan dibanding 
lebaran tahun lalu yang mencapai 25 ribu orang. Sementara, target angka 
pengunjung pada lebaran ini hanya 40 ribu orang. Meski begitu, dalam sisa waktu 
dua hari ini dia optimis angka taget akan tercapai. Namun, Dodo menyesalkan, 
sikap pemda Kabupaten Ciamis yang acih terhadap objek wisata tersebut. " Kami 
berharap Pemda menurunkan anggaran untuk membenahi objek wisata supaya 
mendapatkan devisa cukup," kata dia.

Lebaran tahun ini, jumlah pengunjung dari berbagai kota terus berdatangan. 
Mereka tiba di lokasi hampir 90 persen menggunakan sepeda motor karena sarana 
jalan menuju lokasi masih belum bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda 
empat. Meski kondisi sarana transfortasi tergolong masih 'miskin' namun tak 
membuat ciut para pengunjung. Pasangan ABG rela menghabiskan waktu hingga sore 
hari di tempat wisata itu hanya untuk melepas rasa rindu. Saking banyaknya kaum 
ABG yang masuk areal wisata tadi, petugas memperkatat keamanan. " Khawatir 
terjadi hal-hal yang tak diinginkan, kami selalu melakukan patroli," aku Dodo.

Curug Tujuh memiliki keunikan tersendiri yang patut disuguhkan ke para 
pengunjung. Setelah melewati delapan kilo meter jalan setapak, pengunjung akan 
menikmati lokasi curug pertama yang tinggi hampir mencapai 200 meter. Air 
jernih yang turun dari tebing menghasilkan uap yang mampu menembus tubuh tamu 
yangh datang ke lokasi itu. dalam tempo cepat, keringat yang mengucur pun 
hilang dimakan uap dari air terjun itu.

Selepas dari dari curug pertama, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan sejauh 
10 Km. Di tempat itu akan ditemukan lagu curug kedua dengan ketinggian hampir 
150 meter. Suara air yang curug yang jatuh merupakan ciri tersendiri selama ada 
di objek wisata itu. Kemudian perjalanan diteruskan sejauh 12 KM, pengujung pun 
dapat menemukan curug ketiga dengan ketingian 100 meter.

Sedang ketinggian curug keempat mencapai 75 meter, curug kelima ketinggiannya 
50 meter, dan curug keenam hanya 25 meter. " Curug ketujuh ketinggiannya hanya 
lima meter. Curug ini merupaan terpendek tapi lokasinya ada di titik tertinggi 
kaki di areal Gunung sawal," kata Dodo. Berdasar pemantauan, ratusan pasangan 
ABG yang sedang bercinta selalu memadati lokasi curug dari satu hingga ke 
tujuh. Mereka nampak menumpahkan rasa rindu dan beikrar untuk menjalin kasih 
hingga ke jenjang perkawinan.

Pengunjung dari luar kota bisa menikmati objek wisata tersebut setelah menempuh 
perjalanan cukup panjang. Jika kendaraan dari artah kota Ciamis, pengunjung 
meneruskan perjalanan hingga masuk ke daerah Panjalu kemudian berhenti di 
Kampung Racaboang. Atau objek wisata ini bisa dikunjungi kendaraan dari arah 
Tasikmalaya masuk ke Panjalu dan berhenti di Desa Rancabolang.

Memang objek wisata ini hingga kini masih didominasi tamu dari kalangan ABG. 
Mereka datang ke lokasi bersama pasangannya hanya untuk menikmati indahnya 
alam, dan mencurahkan isi hati. Akibat banyaknya kawula muda masuk tempat itu, 
ternyata membuat khawatir warga sekitar. Bahkan, tokoh ulama setempat meminta 
supaya pengamanan di lokasi wisata diperketat takut terjadi hal negatif. Mereka 
berprinsip apa artinya pendapatan Rp 50 juta per tahun jika Sang Pencipta murka 
akibat ulah pengunjung yang melanggar norma agama.

Olehkarena itu, warga meminta supaya Pemda Ciamis segera mengambil alih lokasi 
objek wisata mulai pembangunannya hingga ke pengelolannyaan. Jika objek wisata 
ini sepenuhnya diawasi pemerintah, paling tidak pengunjung yang datang akan 
mendapat kenyamanan dan keamanan yang sehat. " Kami minta supaya Pemda 
memperhatikan Curug Tujuh. Jangan hanya Pengandaran, sementara potensi wisata 
lain dianaktirikan," komentar Mahpudin, warga setempat.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke