Maskapai Penerbangan Indonesia memang tidak pernah punya rasa manusiawi dan 
rasa peduli sosialnya. Saat masyarakat butuh utk menjenguk keluarganya yang 
lagi ditimpa bencana, bukan berarti penumpangnya mau jalan2. Bahkan utk 
mobilisasi tenaga relawan dan bantuan, jalur tercepat ya lewat Udara alias 
penerbangan. Cuma tingginya permintaan walaupun utk berbuat amal, ternyata 
dinilai oleh pihak Penerbangan Indonesia sebagai peluang buat cari untung lebih.



Naikkan Harga Tiket ke Padang, Maskapai Tidak Manusiawi
VIRGIN
    * Harga Tiket Pesawat ke Padang Rp 1 Juta "Net"
    * Tiket Gratis AirAsia Ludes dalam 20 Menit
Sabtu, 3 Oktober 2009 | 11:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tindakan beberapa maskapai penerbangan yang menaikkan 
harga tiket ke Padang berkali-kali lipat setelah gempa Padang dinilai tidak 
manusiawi. Sudah seharusnya maskapai "nakal" tersebut diberi sanksi.

"Orang Padang yang ingin melihat kampung halamannya kesulitan karena harga 
tiketnya dinaikkan. Ini sangat tidak manusiawi," ujar Irwan Prayitno, anggota 
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Sumatera Barat, dalam Polemik Penanganan 
Bencana, di Jakarta, Sabtu (3/10).

Menurutnya, pemerintah harus memberikan peringatan, mulai dari teguran sampai 
pencabutan izin perusahaan. "Harus ada tindakan yang memberikan efek jera," 
ucapnya. Selain itu, ia juga menyayangkan keterbatasan tiket ke Padang, padahal 
dalam kondisi seperti ini masyarakat Padang yang berada di perantauan berniat 
melihat kondisi keluarga di kampung halaman.

Sementara itu, koordinator Government Watch, Farid Faqih, mengatakan, saat 
terjadi bencana seharusnya perusahaan-perusahaan transportasi memberikan 
kemudahan untuk membantu penanganan korban gempa. Dia menyayangkan tindakan 
maskapai penerbangan yang justru menaikkan harga tiketnya seperti yang 
dilakukan oleh maskapai-maskapai yang menaikkan harga. "Maskapai yang menaikkan 
harga harus diskors," kata dia.

Untuk mempermudah akses bantuan kepada korban gempa, Farid meminta pemerintah 
mengerahkan pesawat untuk mengangkut bantuan. Pesawat itu, lanjut dia, harus 
gratis. "Tidak hanya pesawat, tapi juga kapal dan transportasi lain harus 
digratiskan," kata dia.

Selain itu, dia mengatakan, jam layanan di bandara juga harus diperpanjang dari 
jam normal. Terbatasnya layanan bandara dan padatnya jadwal penerbangan 
menyebabkan banyak pesawat tidak bisa mendarat di bandara Sumbar. "Jam layanan 
bandara harus diperpanjang," kata dia.

Kirim email ke