http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/10/98398/126/101/95-Persen-Rumah-di-Padang-Pariaman-belum-Tersentuh
Minggu, 4 Oktober 2009 | 95 Persen Rumah di Padang Pariaman belum Tersentuh Minggu, 04 Oktober 2009 03:49 WIB AP/Dita Alangkara PAGARALAM--MI: Wakil Wali Kota Pagaralam, Ida Fitriati, dari tim tanggap darurat Kota Pagaralam, Sumatra Selatan (Sumsel), mengatakan, dipastikan 95 persen rumah warga Padang Pariaman rusak berat akibat gempa dan belum tersentuh bantuan. "Kondisi daerah Padang Pariman yang berjarak sekitar beberapa kilomter dari bibir pantai cukup memprihatinkan. Selain belum tersentuh bantuan dan hampir semua rumah runtuh, kondisi korban juga kekurangan kebutuhan, seperti selimut, tenda, dan bahan makanan," kata Ida ketika dihubungi melalui telepon, di Padang, Sabtu (3/10). Ia mengatakan, tim tanggap darurat Pagaralam pada hari pertama tiba di lokasi bencana langsung melakukan penyisiran sejumlah tempat untuk memberikan bantuan berupa pemeriksaan medis, obat-obatan, dan bahan makanan. "Kami pada hari kedua langsung mengunjungi Kelurahan Ulukan, Kecamatan Pakis, Kebupaten Padang Pariaman yang berpenduduk sekitar 13.604 jiwa dengan 3.089 KK. Di lokasi tersebut terdapat delapan korban meninggal dan 20 orang luka berat serta sisanya kehilangan tempat tinggal," kata Ida. Warga yang tinggal di bibir pantai itu belum mendapat bantuan dari manapun, baik berupa makanan, sarung, tenda, selimut, air mineral, termasuk obat-obatan lainnya. "Kami, tim bantuan dari Pagaralam, masih kesulitan untuk menjangkau seluruh daerah yang terparah terkena bencana gempa. Selain karena transportasi lumpuh, kami masih sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM)," kata dia. Menurut dia, evakusai sebagian besar dilakukan keluarga korban yang berasal dari luar Padang, seperti Jambi, Jakarta, Riau, Medan dan Lampung. Selain itu, sarana informasi yang dapat digunakan hanya radio. Sarana listrik dan air bersih masih belum tersedia. "Untuk saat ini, yang kurang bukan hanya berbagai kebutuhan, tapi termasuk tenaga yang akan mendistribusikan berbagai bantuan. Sementara, tenaga lokal masih sibuk mencari sanak keluarga yang sudah terpencar-pencar," ungkapnya. (Ant/OL-04) [Non-text portions of this message have been removed]
