Refeleksi : Ada menteri geleng kepala, apa pula mengabaikan testamoni TKI. Ini contoh karakter sebenarnya dari rezim "slave driver" neo-Mojopahit, dalam kamus otak mereka, manusia kelas rendah bernilai komoditi dagang seuai kelasnya. Rendah pekerjaan, rendah pula nilainya dimata penguasa.
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/12/17/22080639/tki.berikan.testimoni.menakertrans.pergi TKI Berikan Testimoni, Menakertrans Pergi Kamis, 17 Desember 2009 | 22:08 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Sumasri, salah seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Blitar, Jawa Timur menangis terisak-isak saat menyampaikan testimoninya di hadapan para tamu yang datang dalam acara dialog "Refleksi Hari Buruh Migran Sedunia 2009" di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (17/12/2009). Di hadapan para tamu yang datang, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Dai Bachtiar dan perwakilan dari pemerintah Malaysia Ahmad Mudi Bin Onn Nur, Sumasri berkeluh kesah menceritakan pengalaman tragisnya selama menjadi tenaga kerja di Malaysia. Selama 15 tahun bekerja di Malaysia, Sumasri mendapatkan perlakuan buruk dan penganiayaan dari majikannya. Dia sempat disiram air panas oleh keponakan majikannya hingga meninggalkan bekas luka permanen di sekujur tubuhnya. Tak hanya itu, gajinya selama 15 tahun bekerja pun tidak dibayarkan sepenuhnya (hanya gaji 2 tahun terakhir saja). Penderitaan Sumasri rupanya juga tak kunjung usai setelah dia kembali ke Indonesia pada Mei 2009 lalu. Saat kembali ke Indonesia dengan bekas luka di sekujur tubuh dan dalam keadaan depresi, Sumasri masih harus dibuat susah oleh pelayanan buruk petugas pintu kepulangan khusus TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Usai menyampaikan testimoninya, Sumasri mengatakan bahwa sebetulnya ia berharap Menakertrans yang mendengar keluh kesahnya itu. "Sebenarnya saya cerita ini supaya Pak Menteri bisa dengar. Saya harap Pak Menteri, Bapak-bapak dan Ibu-ibu mau dengar dan mau merasakan penderitaan kami sebagai TKI. Ya Allah, tersiksa sekali kami Pak di Malaysia," ujar wanita itu sambil menahan tangis. Namun sangat disayangkan, harapan Sumasri agar kisahnya tersebut didengar langsung Pak Menteri ternyata tidak terwujud. Menakertrans Muhaimin Iskandar hanya datang sebentar menyambangi acara dialog peringatan Hari Buruh Migran Sedunia itu untuk sekadar menyampaikan sambutan. Sesaat sebelum Sumasri dan beberapa TKW korban kekerasan lainnya tampil untuk menyampaikan testimoni, Muhaimin Iskandar justru pergi meninggalkan acara. Alhasil, Sumasri dan rekan-rekannya sesama TKW korban kekerasan pun kecewa. Artikel Terkait: a.. TKW Sriwati Tak Digaji 10 Tahun, Mendagri Malaysia Geleng Kepala b.. 40 TKW dan 4 Bayi Dipulangkan Dari Malaysia c.. Lagi, TKW Luka Parah, BNP2TKI Kemana? d.. Menakertrans Hentikan Pengiriman TKW ke Malayisa, Kuwait, dan Arab Saudi e.. 13 Bulan TKW Disiksa di Arab Saudi, Akhirnya Cacat [Non-text portions of this message have been removed]
