Setelah Bunuh Istri, Panjat Pohon Kelapa
Kamis, 17 Desember 2009 - 21:08 WIB

| More 
MEDAN (Pos Kota) - Pembunuhan sadis terjadi di Desa Durian Simbelang, Dusun 
III, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tersangka 
Sukirno,37,  nekad membunuh isterinya sendiri, Kamis (17/12) dinihari. Kuat 
dugaan, pelaku menghabisi nyawa isterinya akibat stres berat.

Pengakuan Sutini, kakak tersangka, pembunuhan terhadap Marlis,35, diketahuinya 
setelah mendengar jeritan anak tersangka, Ayu Marwati,12.

Anak tersangka yang masih duduk dibangku kelas 1 SMP tersebut menjerit histeris 
setelah melihat ayah kandungnya menggorok leher ibunya menggunakan parang.

"Kami terkejut dengar anaknya menjerit subuh. Karena rumah kami berdekatan, 
kami langsung melihat apa yang terjadi. Saya terkejut lihat adik saya sudah 
tergeletak bersimbah darah di ruang tamu," kata Sutini.

Sutini juga mengatakan, kejiwaan tersangka terlihat labil dua bulan terakhir. 
Tersangka selalu menghabiskan waktunya dengan berdiam diri dan terkadang bicara 
sendiri.

Perbuatan pelaku membuat warga sekitar marah. Warga kemudian berupaya menangkap 
pelaku secara beramai-ramai. Namun pelaku berhasil melarikan diri dari dalam 
rumah menuju kegelapan malam ke arah belakang rumah. Akibatnya, warga 
kehilangan jejak.

Tidak putus asa, warga kemudian melakukan pencarian dengan menggunakan lampu 
seadanya. Baru kemudian diketahui pelaku bersembunyi di atas pohon kelapa.

Informasi menyebutkan, korban nekad memanjat pohon kelapa yang ada di belakang 
rumahnya untuk menghindari kejaran warga yang marah akibat perbuatannya.

Sementara ibu kandung tersangka, Sakiem,80, sambil menangis menyuruh anaknya 
turun. Namun permintaan nenek jompo ini tidak mendapat respon dari tersangka 
yang duduk di antara pelepah pohon kelapa."Mudun-lah. Mbok gak marah kalau kue 
mudun," isak Sakiem dengan bahasa Jawa.

Petugas kepolisian yang telah berada di lokasi, memberikan pengeras suara 
kepada ibu kandung tersangka. Dengan pengeras suara, tersangka diharapkan bisa 
mendengar jelas permintaan ibunya. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Selama 8 jam, Sukirno, akhirnya turun dari pohon kelapa setinggi 12 meter 
setelah dibujuk oleh mantan angota DPRD Deli Serdang, Edison Sembring Depari. 
Setelah menjejak tanah, Edison langsung merangkul tersangka dan membawanya 
masuk ke mobil pribadi Kapolsek Pancur Batu, AKP Ahmad Fauzi.

Kapolsek Pancur Batu, AKP Ahmad Fauzi mengatakan, tim penyidik masih melakukan 
pemeriksaan sementara terhadap tersangka. Untuk mendukung hasil pemeriksaan, 
tersangka akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Medan. (samosir/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/17/setelah-bunuh-istri-panjat-pohon-kelapa


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke