SETELAH MEMBACA ULASAN YG MENGGAMBARKAN JALANNYA PERDEBATAN DI DPR DIBAWAH
INI -- TERKESAN SATU2NYA HAL SBB:

INI YG NAMANYA CONTROVERSI ANTARA EMOSI PRIBADI (SUJEKTIVE)  DENGAN FAKTA
OBJEKTIVE ( Sorotan atas Masalahnya ).
* Yang sangat disesalkan pada umumnya BANGSA2 DI ASIA ( Terutama Masyarakat
INdonesia ) LEBIH MENONJOLKAN "HAL YG PERTAMA " ......

Marc .
-------Original Message-------
 
From: bambang purwanto
Date: 20.1.2010 16:19:01
To: [email protected]
Subject: Re: [inti-net] Si Poltak kembali buat ulah
 
  
Ada saran bagaimana supaya si Ruhut itu tidak berbuat ulah lagi?

________________________________
From: firdausjuven <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, January 20, 2010 21:06:18
Subject: [inti-net] Si Poltak kembali buat ulah

Keributan kembali terjadi di Pansus Hak Angket Bank Century. Kali ini
ribut-ribut terjadi antara anggota pansus dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut
Sitompul dan anggota pansus dari Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait.
Pangkal persoalan adalah soal aliran dana.

Saat itu Ruhut kebagian bertanya kepada mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno
Duadji yang menjadi saksi kunci dalam pemeriksaan pansus Rabu 20 Januari
2010.

Saat itu Ruhut meminta klarifikasi dari Susno soal aliran dana yang
disebut-sebut mengalir ke sejumlah petinggi Partai Demokrat dan lingkaran
terdekat Presiden SBY, seperti keluarga Mallarangeng, Hatta Rajasa, Edi
Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Sebelumnya Ruhut menyiindir soal rekan pansus
lainnya yang selalu menyoroti soal aliran dana bank. "Pertanyaan ini seperti
yang selalu ditanyakan rekan yang dipojokan sana," kata Ruhut.

Semula Maruarar yang biasa dipanggil Ara, menahan diri. Namun ia akhirnya
terpancing pernyataan Ruhut, sehingga melakukan interupsi saat Ruhut sedang
bertanya.

"Kalau Anda dengan santai bisa menyebut Presiden SBY, kenapa Anda tidak
langsung menyebut nama saya. Kenapa?" tanya Ara.

Ara lalu mempertanyakan kepada pimpinan pansus, Saca Wirya dari Demokrat
soal etika pansus karena sesuai kesepakatan anggota tidak diperkenankan
mengomentari satu-satu di antara anggota pansus. "Kalau mau konsekuen
sebagai fraksi pansus, jangan mengomentari. Ayo, saya bisa saja komentari
satu per satu orang kalau mau, tapi saya menahan diri, saya konsekuen. Kita
fokus tanya kepada Pak Susno, jangan komentar ini itu," kata Ara.

Ara atas nama PDI Perjuangan mengaku konsekuen tidak akan menyebut nama
partai. "Kita harus konsekuen. Mengutip pernyataan Bung Karno, satukan
perkataan dan perbuatan, bukan hanya perkataan saja," tegas Ara.

Tidak mau kalah, Ruhut yang sejak tadi sudah hendak bicara dengan kencang
berkata.. "Saya juga penyambung pesan Bung Karno, penyambung lidah Partai
Demokrat. Ingat Ara, semangat kita Fraksi Pansus. Saya tidak sebut Ara atau
partai tadi. Ingat jangan diputar balik, saya ini pengacara," kata Ruhut
yang di rapat pansus mengaku sebagai salah satu dari tiga pengacara besar di
Indonesia.

Ara yang terlihat emosi menyahut omongan Ruhut. "Kalau begitu kita juga
tidak perlu mengomentari orang-orang di pansus. Pimpinan tolong tegas, ini
supaya jelas, tolong dengar, apakah semua bisa berkomentar soal anggota
pansus lain. Kalau iya katakan, kalau jangan ya jangan. kalau boleh mulai
sekarang saya akan komentari orang per orang," teriak Ara.

Saca kemudian menegaskan bahwa sesuai kesepakatan sebagai fraksi pansus,
maka semua pertanyaan harus fokus kepada saksi.

Meski Saca sudah menegaskan hal itu, sesama anggota pansus tetap ribut.
Bahkan Bambang Soesatyo dari Partai Golkar berteriak soal ketidaksenangannya
dengan ulah Ruhut yang terus menerus menyebut nama Jusuf Kalla. "Kami
keberatan nama JK terus disebut-sebut, " cetus dia.

Tidak hanya Bambang, Akbar Faisal dari Partai Hanura juga ikut berkomentar.
Kali ini Akbar mengingatkan soal etika pansus yang dikritik masyarakat,
termasuk Presiden SBY.

"Pansus ini tidak menyangkut satu orang. Karena ulah satu orang kita kena
semua. Kita dikritik soal etika, jangan sampai karena etika satu orang kita
kena semua. Siapa sebenarnya pelanggar etika itu?" tanya Akbar.

Ruhut akhirnya terdiam dan kembali fokus bertanya kepada Susno soal aliran
dana dan peran Menkeu dalam pengungkapkan kasus kejahatan bank yang
dilakukan Robert Tantular.

Ini bukan pertama kalinya Ruhut bikin ribut, sebelumnya sia juga ribut
dengan anggota Pansus lain, Gayus Lumbuun. Bahkan sampai keluar kata-kata
kotor dari mulutnya.

Ruhut juga sempat membuat sejumlah anggota Pansus tersinggung saat dia
memanggil Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan sebutan Daeng. 

Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke