Refleksi : Barangsiapa menebur angin akan menui badai, kata pepatah Melayu kuno.

http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=85253


Politik tak sehat di mata presiden
      Tanggal :  21 Jan 2010 
      Sumber :  Harian Terbit 




SERINGNYA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan reaksi negatif terhadap 
perkembangan politik di tanah air baik yang terjadi di DPR berkaitan dengan 
kerja Pansus Century maupun di masyarakat, memunculkan sejumlah pertanyaan dari 
banyak pihak. Apalagi seringkali pernyataan Presiden SBY yang merupakan reaksi 
atas perkembangan politik yang ada baik yang disampaikan oleh para juru 
bicaranya maupun yang dikemukakan secara langsung, berisi tuduhan terhadap 
pihak-pihak tertentu yang tak jarang dikonotasikan sebagai lawan politiknya.

Seperti pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Kerja Nasional 
IV Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Madiun, Jawa 
Timur, Selasa. Menurutnya, suasana politik yang berkembang saat ini cenderung 
tidak sehat, sehingga bisa berdampak buruk terhadap stabilitas sektor ekonomi. 
Ia mengatakan beredarnya isu penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan 
suasana politik yang aneh. Hal itu merupakan intrik, politik adu domba, fitnah, 
dan fiksi dalam artian yang tidak ada menjadi ada.

Pernyataan Presiden SBY yang hampir sama juga disampaikannya melalui juru 
bicaranya saat menyikapi perkembangan politik di DPR, terutama yang berkaitan 
dengan tindakan anggota Pansus Century memeriksa sejumlah saksi yang diduga 
terlibat dalam proses penggelontoran dana talangan pemerintah ke Bank Century. 
Dalam kaitan ini, Presiden SBY menyatakan prihatin dan meminta agar para 
anggota DPR yang duduk di Pansus Century menjaga etika sebagai wakil rakyat.

Pernyataan-pernyataan keras yang berisi kritikan dan tuduhan yang dilontarkan 
Presiden SBY terhadap pihak-pihak tertentu itu jelas memunculkan 'kegelisahan' 
di kalangan masyarakat, terutama pihak-pihak tertentu yang selama ini kerap 
mengritik sikap pemerintah. Ini terjadi karena sudah sering terjadi apa yang 
dikhawatirkan dan dituduhkan Presiden SBY dalam sejumlah kasus selama ini 
ternyata tidak terbukti. 

Lihat saja, tuduhan Presiden SBY ketika menanggapi kasus pengeboman Hotel JW 
Marriot dan Ritz-Carlton di Kawasan Kuningan Jakarta, yang menyatakan bahwa 
pihak yang tidak suka terhadap kemenangannya dalam Pilpres 2009 berada di balik 
kasus itu ternyata tidak terbukti. Begitu pula pernyataannya yang menuduh ada 
gerakan sosial-politik yang akan menjatuhkan pemerintahannya dalam kegiatan 
peringatan Hari Buruh Se-Dunia di Jakarta dan sejumlah daerah juga lagi-lagi 
tidak terbukti.

Dengan seringnya pernyataan Presiden SBY yang melontarkan penilaian negatif 
terhadap situasi politik di tanah air serta kerapnya ia menuduh pihak lain 
melakukan fitnah dan intrik politik lain terhadap dirinya yang berulang kali 
tidak terbukti, jelas  menandakan Presiden SBY kerapkali mendapatkan informasi 
yang salah tentang situasi politik di tanah air dari para pembantunya. Hal itu 
tentu bisa berakibat buruk terhadap citranya di mata rakyat, karena bukan tidak 
mungkin akibat seringnya Presiden SBY melontarkan pernyataan yang bernada 
tuduhan ke pihak tertentu, rakyat bisa saja menilai SBY merupakan sosok 
presiden mudah panik dan gampang bereaksi negatif dalam menghadapi situasi 
politik tertentu yang sesungguhnya belum tentu benar. *


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke