http://regional.kompas.com/read/2010/01/23/19383749/Perempuan.Itu.Tinggalkan.Bercak.Darah.di.Anusnya


Perempuan Itu Tinggalkan Bercak Darah di Anusnya
Sabtu, 23 Januari 2010 | 19:38 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Seorang perempuan tua tanpa identitas ditemukan tewas 
di sebuah bangunan bekas Perpustakaan Umum Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, 
Sabtu (23/1/2010). Perempuan tua yang diperkirakan berusia sekitar 55 tahun ini 
ditemukan tewas sekitar pukul 13.30 WIB.
     
Saat ditemukan, perempuan yang memakai baju warna abu-abu tersebut dalam 
keadaan tertidur miring. Di samping tubuhnya terdapat sebatang tongkat, dan di 
bagian anusnya ditemukan bercak darah yang sudah mengering.
     
Petugas kepolisian dari Mapolres Pamekasan langsung melakukan oleh tempat 
kejadian perkara (TKP). Belum diketahui penyebab kematian perempuan ini, namun 
dugaan sementara menurut sebagian anggota polisi yang melakukan oleh TKP, 
meninggal karena penganiayaan.
     
Dugaan itu berdasar temuan sebatang tongkat dan bercak darah kering di bagian 
anus korban, termasuk bercak darah yang melekat di tongkat kayu panjang sekitar 
satu meter itu.
     
Setelah dilakukan olah TKP, mayat perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Daerah 
(RSD) Pamekasan untuk dilakukan autopsi. "Kami masih akan melakukan 
penyelidikan lebih lanjut tentang penyebab kematian perempuan tua ini," kata 
Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Moh Kholil.
     
Menurut sejumlah warga yang biasa berjualan di sekitar Monumen Arek Lancor 
Pamekasan, sejak tiga hari lalu perempuan tua itu terlihat kurang sehat.
     
Perempuan tersebut juga biasa tidur di trotoar jalan di sekitar Monumen Arek 
Lancor, dan diduga merupakan tunawisma atau gelandangan. "Dia sering saya lihat 
tidur di trotoar jalan, kadang di bekas kantor perpustakaan ini, jika turun 
hujan. Namun, sejak tiga hari terakhir wajahnya memang terlihat pucat seperti 
sakit," kata salah seorang pedagang rokok, Samat.
     
Selain dilakukan otopsi terhadap mayat itu, polisi mulai meminta keterangan 
kepada sejumlah warga yang biasa berjualan di sekitar Monumen Arek Lancor 
Pamekasan untuk mengetahui penyebab kematian perempuan tersebut.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke