*** DEMIKIANLAH SEHARUSNYA - dibuat UNDANG2 BARU - BHW HANYA ADA 2 PILIHAN
UNTUK DUDUK DILEMBAGA2 RESMI DAN
PEMERINTAHAN REPUBLIK INI ( seperti juga di Amerika dan di beberapa
Negra Barat lainnya ):
01) SEBAGAI SEORANG " POLITICUS " !
02) ATAU SEBAGAOI SEORANG "PENGUSAHA "
* PILIHAN LAIN " TIDAK ADA" ( DITIADAKAN )
Note : Seseorang yg pernah menjabat Kedudukan Penting dan menentukan
dilembaga2 Pemerintah dan DPR/MPR sbg seorang POLITIK - baru bisa mengadakan
Aktivitas Business nya paling sedikit 5 tahun setelah Jabatan
Politiknya diteinggalkan ( setelah 5 thn nON Aktive sbg seorang Politicus
/Pejabat
Pemeritahan). Alasannya bisa mudah untuk dimengerti .
* HANYA DEMIKIAN REPUBLIK INI BISA DISELAMATKAN DARI " CONFLICT OF INTEREST
YG MEMPERMUDAH USAHA KORUPSI 2 DAN
SEMACAMNYA.
Marc .
-------Original Message-------
From: GELORA45
Date: 23.1.2010 2:28:38
To: GELORA
Subject: #sastra-pembebasan# Boediono: Lebih Enak Jadi Pengusaha daripada
Pejabat - Boediono: Kami Akan Lengser
Boediono: Lebih Enak Jadi Pengusaha daripada Pejabat
Jumat, 22 Januari 2010 | 19:06 WIB
Kompas/Yuniadhi Agung
Boediono.
JAKARTA, KOMPAS.com Wakil Presiden RI Boediono, dalam sambutannya di acara
penghargaan Program Wirausaha Muda Bank Mandiri, Jumat (22/1/2010), sempat
mengungkapkan bahwa saat ini berprofesi menjadi pengusaha lebih enak
daripada menjadi pejabat.
"Saya memikirkan seandainya pada waktu muda saya ada program Wirausaha
Mandiri, saya barangkali tidak menjadi menteri atau wapres. Tampaknya memang
jauh lebih enak menjadi pengusaha daripada menjadi pejabat," ujar Boediono,
di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Pernyataannya spontan disambut tawa oleh 4.000 mahasiswa yang hadir dalam
acara penyerahan penghargaan Wirausaha Mandiri tersebut. Boediono yang
mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut juga menuturkan kegembiraannya
melihat mahasiswa saat ini.
Menurut dia, mahasiswa saat ini kritis dan selalu spontan dalam
mengungkapkan pendapat. "Saya merasa kembali ke habitat kalau bertemu dengan
wajah-wajah muda," katanya.
Boediono menambahkan, pentingnya peran wirausaha dalam menunjang
perekonomian masyarakat saat ini. Ia mengharapkan, dengan Program Wirausaha
Mandiri, pengusaha-pengusaha muda dapat bermunculan dan dapat menciptakan
lapangan kerja bagi orang lain.
Boediono yang dalam kehadirannya ditemani beberapa menteri dari Kabinet
Indonesia Bersatu II tersebut juga memuji Program Wirausaha Mandiri yang,
menurutnya, mampu mendorong kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha.
"Program Wirausaha Mandiri ini sasarannya tepat, yaitu para mahasiswa,
dengan mendorong kemampuan para mahasiswa untuk menjadi tulang punggung guna
mendukung kehidupan perekonomian kita," katanya.
Setelah memberikan sambutan, Wapres Boediono juga berkesempatan mengunjungi
beberapa stan yang memamerkan para pengusaha muda dengan hasil karya mereka
yang menakjubkan.
Boediono: Kami Akan Lengser
Jumat, 22 Januari 2010 | 22:42 WIB
SERAMBI INDONESIA/BEDU SAINI
Wapres Boediono
TERKAIT:
a.. Wapres: Manusia merupakan Spesies Ganas
b.. Boediono: Lebih Enak Jadi Pengusaha daripada Pejabat
c.. Wuzz...Wuzz...Program 100 Hari SBY-Boediono Nyaris Tak Terdengar
d.. SBY Sulit Pertahankan Boediono-Sri
e.. Bolak-balik di Istana, SBY dan Boediono Naik Mobil Golf
JAKARTA, KOMPAS.com Wakil Presiden Boediono mengaku selalu merasa senang
manakala bertemu dengan mahasiswa atau kalangan perguruan tinggi. Maklum,
dia memang berasal dari kampus sebagai dosen, lalu berkiprah di pemerintahan
menjadi menteri, kemudian Gubernur Bank Indonesia hingga sekarang sebagai
Wakil Presiden.
Estafet itu sudah di ambang pintu. Adik-adik pelanjut estafet ini. Kami akan
lengser.
"Jika ketemu mahasiswa, hati saya berbunga-bunga. Saya seperti kembali ke
habitat," kata Boediono, Jumat (22/1/2010) di hadapan sekitar 4.000
mahasiswa dari beragam perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jabotabek.
Sebelumnya, dalam acara di Jakarta Convention Center itu, Wapres Boediono
menyerahkan penghargaan berupa uang tunai dan piala dari Bank Mandiri kepada
pemenang kompetisi wirausaha mandiri. Selain menyerahkan penghargaan
tersebut, Wapres juga membuka ekspo wirausaha mandiri dan menyerahkan modul
kurikulum kewirausahaan kepada enam rektor perguruan tinggi. Ekspo tersebut
memamerkan bisnis para wirausahawan muda dari seluruh Indonesia.
Program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) Bank
Mandiri itu dinilai Wapres sebagai program yang tepat sasaran dan pilihan
yang tepat untuk memajukan bangsa. Alasannya, program itu bersifat lebih
fundamental dalam mendukung kemampuan orang muda, mahasiswa, untuk menjadi
tulang punggung perekonomian.
"Seandainya dari dulu ada program wirausaha muda mandiri seperti yang
dilakukan Bank Mandiri ini, mungkin saya tidak jadi menteri atau wapres,
tetapi pengusaha. Lebih enak jadi pengusaha daripada pejabat sekarang ini,"
katanya disambut tepung tangan.
Boediono pun bercerita tentang pengalamannya. "Saya kalau di kantor
(menghadapi) berkas bertumpuk-tumpuk, semuanya problem dan problem,
kadang-kadang saya bertanya apa kita ini bisa maju," kata Boediono.
Ia melanjutkan, "Akan tetapi, begitu saya ke kampus, melihat mahasiswa yang
energik, kritis, saya kembali yakin bahwa bangsa ini akan maju."
Oleh karena itu, Boediono menekankan bahwa di tangan para mahasiswa dan
wirausaha itulah tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini akan diserahkan.
Estafet itu sudah di ambang pintu. Adik-adik pelanjut estafet ini. Kami akan
lengser," ujar Boediono.
Dalam pandangan Boediono, wirausaha adalah tulang punggung suatu bangsa dan
penggerak ekonomi. Dari segi politik, Boediono pun memandang wirausahawan
merupakan kunci berjalannya demokrasi. Kelas wirausahawan ini pendukung
demokrasi," papar Boediono.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
_________________________
SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakitaYahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]