Refleksi: Apakah   album lagu-lagu terbaru dari SBY bukan indikator 
keberhasilan program Kesra?

http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=13275

2010-01-25 
Indikator Keberhasilan Program Kesra Tak Jelas



[JAKARTA] Pemerintah tidak konsisten dalam menetapkan indikator-indikator 
keberhasilan program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Konsep 
program dan implementasi yang berkembang selama ini dinilai lebih pada 
indikator yang bersifat kuantitatif semata.

Koordinator Kebijakan Publik Forum LSM Internasional untuk Pembangunan 
Indonesia (INFID), Wahyu Susilo di Jakarta, Senin (25/1), mengatakan, indikator 
keberhasilan program sangat tidak jelas. "Kegiatannya seperti kejar setoran 
saja," katanya.

Dia mencontohkan, di bidang tenaga kerja, program pemulangan tenaga kerja 
Indonesia (TKI) bermasalah dianggap berhasil. Tetapi, fakta sesungguhnya, 
sampai sekarang kebijakan pemerintah mengenai penanganan menyeluruh terhadap 
TKI bermasalah, tidak jelas. 

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, untuk program 100 hari, terkait 
pemulangan terakhir TKI bermasalah dari Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi, sudah 
dilakukan pemerintah. Kementerian Luar Negeri sejak 25 Oktober 2009 hingga 12 
Januari 2010, telah memulangkan TKI bermasalah dari sejumlah negara di Timur 
Tengah sebanyak 1.423 orang. 

Wahyu lebih jauh mengevaluasi beberapa program 100 hari pemerintah yang tolok 
ukurnya tidak jelas. Di bidang kesehatan, misalnya, program 76 juta orang sudah 
terlayani jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), juga sangat ambisius. 
Padahal, di satu sisi pemerintah tidak serius mewujudkan amanat UU Sistem 
Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Ukuran MDGs

Di bidang pendidikan, setelah menuntaskan program pendidikan dasar, seharusnya 
pemerintah kembali melakukan evaluasi terhadap tingkat keikutsertaan laki-laki 
dan perempuan dalam pelaksanaan program wajib belajar. Tetapi itu tidak 
dilakukan.

Seharusnya, kata dia, indikator keberhasilan program-program kesejahteraan 
masyarakat bisa diukur dengan melihat dan membandingkannya dengan implementasi 
target-target Millennium Development Goals (MDGs). "Kalau menggunakan ukuran 
MDGs, semua program ada indikator keberhasilannya. Kalau seperti sekarang ini, 
tidak ada parameter yang jelas," ujarnya.

Dia mengkritik pemerintah, yang meskipun telah menunjuk Nina Moeloek sebagai 
utusan khusus MDGs, tetapi hingga saat ini kerangka kerja untuk melakukan 
tugas-tugas MDGs itu masih belum diberikan. [E-7]








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke